My WordPress Blog
Daerah  

Momen haru istri prajurit TNI di Bondowoso melepas suami ke Lebanon dengan ikhlas

Upacara Pelepasan Prajurit Yonif 514 Raider untuk Tugas Perdamaian PBB di Lebanon

Upacara pelepasan ratusan prajurit TNI Yonif 514 Raider berlangsung dengan penuh haru pada hari Sabtu (4/4/2026) pagi di Lapangan Yonif 514, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso. Acara ini menjadi momen penting bagi para prajurit sebelum mereka menjalani tugas perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.

Meski tidak langsung diberangkatkan ke Lebanon pada hari itu, para prajurit akan terlebih dahulu mengikuti Pre-Deployment Training (PDT) di Bogor. Setelah melewati pelatihan tersebut, mereka akan segera bertolak menuju Lebanon untuk menjalankan misi yang sangat penting dalam upaya menjaga perdamaian global.

Perasaan haru dan sedih terasa jelas dari para keluarga yang hadir dalam acara pelepasan ini. Anak-anak para prajurit menunjukkan perasaan cemas dan rindu, sementara orang tua dan pasangan prajurit tak bisa menahan air mata saat melihat suami atau ayah mereka berpamitan.

Keluarga yang Terbiasa Ditinggal Tugas

Apriliana Setyawan, salah satu istri prajurit Yonif 514 Raider, mengaku sudah terbiasa dengan keberangkatan suaminya untuk menjalani tugas. Ia duduk bersama kedua anaknya, sambil memeluk anak keduanya yang masih tidur pulas. Sementara itu, anak pertamanya yang berusia lima tahun terus bertanya, “Mana Papa, Ma?”

Ini bukan pertama kalinya Apriliana ditinggal suaminya. Sejak 2016, suaminya telah beberapa kali bertugas ke berbagai daerah seperti Atambua, Ambon, Papua (dua kali), dan kini ke Lebanon. “Sudah lima kali ditinggal tugas suami saya sejak 2016,” ujarnya.

Ia menyadari bahwa tugas seorang prajurit adalah tanggung jawab yang harus dijalani. Meski begitu, keberangkatan kali ini membawa rasa khawatir yang lebih besar karena situasi di Lebanon yang semakin memburuk. Selain itu, kedua orang tua dan mertuanya telah meninggal, sehingga kini hanya ia dan suaminya yang saling mendukung sebagai keluarga inti.

Doa dan Kekuatan Mental untuk Menghadapi Tugas

Sebelum acara pelepasan dimulai, dilaksanakan doa bersama oleh seluruh prajurit dan keluarga. Apriliana berharap suaminya selamat dan tetap sehat selama menjalani tugas. “Doa saya, semoga saya dikuatkan dan dia disehatkan,” katanya dengan suara bergetar.

Menurutnya, tidak ada istri yang benar-benar terbiasa hidup jauh dari suami. Apalagi, putra dan putrinya baru saja pulang dari perawatan rumah sakit setelah menjalani operasi amandel dan infeksi pencernaan. Namun, ia tetap berusaha untuk kuat dan tidak terlalu terpengaruh oleh berita-berita negatif.

Untuk menjaga kesehatan mental, Apriliana berusaha menghindari membaca berita yang mencemaskan. Selama suami bertugas, ia tetap aktif dan mencari kegiatan yang bisa mengisi waktu. Di Batalyon, para istri prajurit memiliki banyak aktivitas seperti olahraga dan pengajian yang membantu mengurangi rasa kesepian.

Kehidupan di Batalyon yang Penuh Kebersamaan

Di Batalyon, para istri prajurit tidak hanya fokus pada tugas rumah tangga, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan spiritual. Hal ini membantu mereka merasa lebih dekat satu sama lain dan saling mendukung dalam menjalani tantangan hidup.

“Kami ada kegiatan jadi tidak bosan. Ada olahraga dan juga pengajian,” tambah Apriliana. Ia berharap, dengan dukungan dari keluarga dan komunitas, ia dan keluarganya dapat tetap kuat meskipun harus berjauhan dari suami.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *