Perjuangan dan Duka dari Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi PBB di Lebanon
Prajurit TNI, Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, gugur saat menjalankan tugas sebagai bagian dari Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Peristiwa ini terjadi pada 29 Maret 2026, ketika posisi UNIFIL di Adchit Al Qusayr diserang. Kepergian Farizal meninggalkan duka mendalam bagi istri dan putrinya yang masih berusia 2 tahun.
Fafa Nur Azila, sang istri, hanya bisa bersimpuh di depan pusara suaminya, mengenang penantian panjang yang berakhir dengan duka. Melalui unggahan di media sosial pribadinya, ia membagikan potret dirinya sedang memeluk bingkai foto suaminya yang berseragam PBB. Tangisnya pecah saat merelakan kepergian suami tercinta yang ia nikahi pada Juli 2023 silam. Ia menulis dengan nada getir: “Yah, ibu udah nunggu setahun kenapa malah jadi selamanya?”
Farizal merupakan prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi UNIFIL. Penghormatan terakhir dilakukan oleh Presiden Prabowo Subjanto, yang memberikan takziah kepada tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon. Takziah dilakukan di ruang VIP Bandara Soekarno Hatta, tempat ketiga jenazah disemayamkan setelah tiba di Indonesia pada 4 April 2026.
Ketiga prajurit TNI, yaitu Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon, gugur akibat ledakan di Lebanon Selatan. Ketiganya berada di Lebanon sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB. Di ruang persemayaman Bandara Soekarno Hatta, sejumlah persiapan telah dilakukan. Foto ketiga almarhum terpasang dengan karangan bunga di belakangnya.
Peristiwa kematian Farizal terjadi setelah ledakan proyektil di dekat posisi pasukan di sekitar Desa Adchit al-Qusayr, Lebanon Selatan. Esok harinya, pada 30 Maret 2026, Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar dan Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan juga gugur setelah kendaraan mereka dihancurkan bom pinggir jalan di dekat Bani Hayyan, Lebanon.
Gugurnya ketiga prajurit TNI ini meninggalkan duka mendalam bagi bangsa. Komandan Brigade Infantri (Danbrigif) 25/Siwah Kodim Iskandar Muda (IM) Aceh, Kolonel Inf Dimar Bahtera, mengungkapkan bahwa Praka Rizal gugur saat sedang menjalankan ibadah shalat Isya. Artileri Israel yang diluncurkan jatuh di dekat masjid, sehingga mengenai tubuh Praka Farizal dan menyebabkan luka parah. Setelah peristiwa tersebut, jenazah Praka Farizal dievakuasi ke East Sector Headquarters (HQ) UNIFIL, di mana dilakukan shalat jenazah serta penghormatan dari rekan satu regu.
Sementara itu, Kapten Zulmi dan Sertu Ichwan gugur ketika tengah melakukan konvoi UNIFIL di Lebanon. Mereka bertugas mengawal konvoi dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. Di tengah perjalanan, terjadi ledakan yang menimbulkan dua personel gugur.
Negara memberikan penghormatan tertinggi bagi tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan. Kapten Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon dipastikan menerima hak penuh serta santunan khusus sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka menjaga perdamaian dunia.
Berikut rincian santunan yang diterima prajurit TNI yang gugur:
Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar
- Tabungan Asuransi: Rp16.285.700
- Santunan Risiko Kematian Khusus: Rp450.000.000
- Beasiswa Anak: Rp60.000.000
- Santunan Kematian dari PBB: Rp1.200.000.000
- Dana Watzah: Rp7.500.000
- Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP AD): Rp20.902.536
- Personal Accident: Rp10.000.000
- Santunan Gugur dari Perbankan: Rp130.000.000
Total: Rp1.894.688.236
Sertu Muhammad Nur Ichwan
- Tabungan Asuransi: Rp7.171.100
- Santunan Risiko Kematian Khusus: Rp450.000.000
- Beasiswa Anak: Rp30.000.000
- Santunan Kematian dari PBB: Rp1.200.000.000
- Dana Watzah: Rp7.500.000
- Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP AD): Rp14.637.949
- Personal Accident: Rp7.000.000
- Santunan Gugur dari Perbankan: Rp130.000.000
Total: Rp1.846.309.049
Praka Farizal Rhomadhon
- Tabungan Asuransi: Rp7.565.600
- Santunan Risiko Kematian Khusus: Rp450.000.000
- Beasiswa Anak: Rp30.000.000
- Santunan Kematian dari PBB: Rp1.200.000.000
- Dana Watzah: Rp7.500.000
- Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP AD): Rp19.009.605
- Personal Accident: Rp7.000.000
- Santunan Gugur dari Perbankan: Rp130.000.000
Total: Rp1.854.075.205
Selain itu, tiga prajurit yang gugur memperoleh kenaikan pangkat. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa para prajurit akan tetap menerima gaji penuh selama 12 bulan ke depan serta tabungan hari tua yang terhitung sejak awal masa dinas. Beasiswa juga akan diberikan untuk anak-anak mereka.











