My WordPress Blog
Daerah  

Bukan ODGJ, Ayah Bongkar Sifat Asli Karim Pengamen Pasar Raya Padang: Anak Baik

Penjelasan Ayah Karim tentang Kehidupan Anaknya

Ayah dari Karim, yang dikenal sebagai pengamen di Pasar Raya Padang, memberikan pernyataan bahwa putranya bukanlah seorang ODGJ. Menurut Rafles, Karim dikenal ramah baik di rumah maupun saat mengamen di pasar tersebut. Ia juga sering disebut sebagai pendakwah jalanan oleh orang-orang yang mengenalnya.

Selain itu, Karim memiliki hubungan dekat dengan Ustad Abdul Somad, karena menjadi jemaah tablighnya. Rafles menegaskan bahwa tuduhan ODGJ terhadap anaknya sangat salah dan bisa berdampak fatal. Ia meminta keadilan atas kematian Karim yang dianggap tidak wajar oleh keluarga.

Massa aksi yang hadir dalam acara ini membawa foto Karim bersama Ustad Abdul Somad, yang diambil dari akun Instagram adik kandungnya, @srisukma11. Spanduk yang dibawa menunjukkan Karim mengenakan baju koko dan peci putih, duduk bersama Ustad Abdul Somad dan satu orang lainnya.

Pengakuan dari Keluarga dan Lembaga Bantuan Hukum

Keluarga dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cakra Nusantara Indonesia Bersatu menyampaikan kekhawatiran terkait kematian Karim. Meskipun Satpol PP menyatakan korban diamankan karena mengamuk, investigasi LBH menemukan fakta bahwa anggota Satpol PP sebenarnya sudah mengenal sosok Karim di lapangan.

Karim diangkut oleh Satpol PP di pertigaan depan Trend Shop pada Senin (23/3/2026). Melalui kuasa hukum almarhum, Afrinaldo, kasus kematian Karim yang diduga akibat penganiayaan berat dilaporkan ke kepolisian.

Menurut Afrinaldo, kronologi kejadian dimulai ketika Satpol PP mengamankan Karim dengan alasan ODGJ. Tim investigasi LBH melakukan pemeriksaan terhadap Satpol PP, Dinas Sosial hingga RSJ HB Saanin Padang.

Investigasi LBH di Lapangan

Afrinaldo menjelaskan bahwa Kasatpol PP Padang, Chandra, memberikan keterangan bahwa Karim sebelum diangkut, terlebih dahulu diamankan oleh pedagang akibat mengamuk di Pasar Raya. Namun, investigasi LBH menemukan fakta bahwa Karim tidak mengamuk dan bukan ODGJ.

Anggota Satpol PP diketahui mengenal Karim, namun soal senjata tajam masih dalam penyelidikan. Jika Karim memiliki senjata tajam, seharusnya diserahkan ke kepolisian.

Afrinaldo menyatakan kemungkinan ada hal yang ditutup-tutupi dari kasus tersebut, karena pernyataan dari Satpol PP, Dinas Sosial hingga RSJ tidak sesuai dengan temuan di lapangan. Pihak LBH juga masih menunggu hasil otopsi dari RS Bhayangkara Padang, karena dasarnya dari surat kematian Karim disebutkan tidak wajar.

Aksi Tuntutan Keadilan

Pihak keluarga bersama masyarakat menggelar aksi demonstrasi di Pasar Raya Padang untuk menuntut keadilan atas meninggalnya Karim. Massa memadati kawasan pusat perbelanjaan tersebut sebagai buntut dari kematian pengamen yang diduga terjadi setelah korban diamankan petugas Satpol PP.

Karim meninggal dunia dua hari setelah diamankan oleh Satpol PP pada Senin (23/3/2026) pagi lalu. Pantauan di lapangan menunjukkan massa aksi sudah berdiri di depan Trend Shop, kawasan Pasar Raya, Kota Padang sekira pukul 14.07 WIB.

Pihak keluarga juga meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kematian Karim, sebab kematiannya dianggap tidak wajar. Beberapa pihak keluarga lainnya terlihat menangis saat menyampaikan orasi, kesedihan mereka tidak terbendung usai adiknya meninggal usai diamankan Satpol PP.

Massa aksi lainnya juga meminta kasus ini diusut tuntas oleh kepolisian. Di sisi lain, spanduk protes terhadap Karim sebagai ODGJ juga banyak dipampang massa aksi.

Penjelasan dari Satpol PP

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Chandra Eka Putra, memaparkan kronologi lengkap terkait upaya petugas amankan pengamen ngamuk bawa sajam di kawasan Pasar Raya Padang. Peristiwa ini memicu reaksi keras dari pihak keluarga yang menilai adanya kejanggalan dalam kematian Karim.

Chandra menjelaskan kronologi pengamanan pengamen bernama Karim (32). Karim diamankan petugas Satpol PP pada Senin (23/3/2026) dan kemudian dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (25/3/2026).

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kasat Reskrim Polresta Padang, AKP Muhammad Yasin, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban. “Laporan sudah diterima, saat ini sedang dilakukan penyelidikan,” ujarnya. Pihak keluarga pun telah kembali mendatangi Polresta Padang untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut.

Korban Sempat Dirawat di RSJ

Direktur RSJ Prof Dr HB Saanin Padang, dr Ardoni, menyebut korban sempat mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur. Korban masuk melalui IGD pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB dan kemudian dirawat di ruang intensif psikiatri. Dalam perawatan, kondisi korban disebut terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada Rabu (25/3/2026).

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *