Insiden Papan Reklame Ambruk di Bandung, Satpam Selamatkan Diri
Pada hari Sabtu (28/3/2026), sebuah papan reklame setinggi lima meter roboh di Jalan Soekarno-Hatta, dekat simpang lampu merah Buah Batu, Kota Bandung, Jawa Barat. Kejadian ini nyaris menimpa seorang petugas keamanan bernama Riswan (27) yang sedang berada di posnya di bawah papan reklame tersebut.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama ambruknya papan reklame tersebut. Saat insiden terjadi, Riswan sedang berada di posnya dan tidak mendengar suara apapun karena hujan deras disertai angin kencang mengguyur kota. Tiba-tiba saja, papan reklame itu jatuh dan menimpa area sekitar pos sekuriti.
“Saya sedang di Pos (tepat di bawah reklame) tiba-tiba saja, tidak terdengar suara apapun, kan lagi hujan besar, tiba-tiba reklame langsung jatuh. Kejadiannya sekitar jam satu siang,” ujar Riswan.
Riswan langsung berlari menjauh dari lokasi sebelum papan reklame itu jatuh. Aksi cepatnya berhasil menyelamatkan nyawanya dari insiden tersebut. Meski begitu, papan reklame tersebut melukai dua mobil truk dan dua mobil lainnya.
“Saya cuma kena seng aja kepala, tapi tidak apa-apa, karena ketahan mobil truk, dua mobil kecil, sama dua pos,” katanya.
Komentar Pemilik Kendaraan yang Terkena Dampak
Pemilik kendaraan yang tertimpa papan reklame, Fadhly, mengatakan bahwa ia hanya bisa berharap ada kompensasi untuk kendaraannya yang rusak dari agensi papan reklame. Ia juga berharap agar Pemerintah Kota Bandung melakukan peninjauan izin pemasangan papan reklame karena dinilai berisiko.
“Ya, harapannya ada kompensasi dari pemilik billboard ini, terus kalau bisa Pemkot Bandung ini direview izinnya karena riskan, kita tidak tahu apakah ini di-maintenance atau tidak,” ujar Fadhly.
Dua Papan Reklame Ambruk dalam Waktu Singkat
Ternyata, tidak hanya satu papan reklame saja yang ambruk di Kota Bandung. Masih ada satu papan reklame lagi yang roboh dan menutupi ruas jalan. Menurut laporan TribunJabar.id, papan reklame tersebut menimpa empat mobil yang sedang terparkir.
Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung bersama agensi dari reklame langsung melakukan evakuasi. Kasi Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Bandung, Pardiman Hendri, mengatakan bahwa papan reklame yang roboh menutup arus lalu lintas.
“Yang di Buahbatu kita pindahkan dulu supaya jalan bisa dipakai lagi,” ujar Hendri.
Ia menduga, kedua papan reklame tersebut roboh setelah diterjang angin kencang. “Mungkin karena hujan deras dan angin kencang, tapi masih kami cek,” katanya.
Selain itu, cuaca ekstrem juga menyebabkan beberapa pohon tumbang di Kota Bandung.
Peringatan BMKG tentang Cuaca Ekstrem
Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat, Teguh Rahayu, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem.
“Kepada masyarakat dan instansi terkait agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat hingga sangat lebat dalam skala lokal serta angin kencang yang dapat mengakibatkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta kerusakan lainnya,” ujarnya.
Warga juga diminta untuk lebih waspada saat ada pohon, reklame, maupun benda lain yang bisa sewaktu-waktu roboh saat diterpa cuaca ekstrem.
“Waspadai pohon, reklame, atau benda lain yang bisa roboh saat terjadi angin kencang,” tambahnya kepada TribunJabar.id.
Menurut Teguh, cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Bandung dipicu oleh kondisi atmosfer yang mendukung terbentuknya cuaca ekstrem di wilayah Jabar, khususnya Kota Bandung.
“Suhu muka laut di sebagian wilayah perairan Indonesia relatif masih hangat, mengindikasikan potensi suplai uap air ke wilayah Jawa Barat,” ujar Teguh saat dihubungi, Sabtu (28/3/2026).
Adanya pergerakan angin juga memperkuat potensi pembentukan awan hujan.
“Terpantau area konvergensi dan belokan angin di sekitar wilayah Jawa Barat, kondisi tersebut mendukung potensi pembentukan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat,” katanya.
Pada hari Sabtu (23/3/2026) kemarin, BMKG sudah memberikan peringatan dini cuaca ekstrem sebanyak tiga kali.
“Peringatan dini cuaca telah dilakukan sebanyak tiga kali pada 28 Maret 2026, mulai pukul 12.36 WIB hingga pukul 16.51 WIB,” ungkapnya.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











