Banjir Merendam 18 Unit Rumah Warga di Desa Oepuah Utara
Banjir yang terjadi di Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah merendam sebanyak 18 unit rumah warga. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 23 Maret 2026, dan hingga saat ini, air masih menggenangi rumah-rumah tersebut dengan ketinggian antara mata kaki hingga betis orang dewasa.
Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) TTU, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir ini. Namun, beberapa perabot rumah tangga milik warga rusak parah akibat arus air yang deras. Selain itu, lima unit sepeda motor juga rusak berat, sedangkan beras dan lahan sawah milik warga terendam air.
Penyebab Banjir dan Dampaknya
Banjir pertama kali terjadi ketika air meluap dari Kali Kaubele, yang kemudian menggenangi dua kolam atau tambak ikan milik dua perusahaan yaitu Nusantara Atambua dan Caritas Kefa. Saat hujan deras terjadi, kolam-kolam tersebut tidak mampu menampung seluruh air hujan, sehingga menyebabkan debit air meningkat dan menggenangi pemukiman warga.
Dikatakan oleh Felismino Askeli, Kepala BPBD TTU, bahwa saat ini lahan sawah milik warga belum digarap. Oleh karena itu, banjir hanya merendam lahan kosong tanpa tanaman. Meski demikian, kekhawatiran terhadap potensi banjir yang lebih parah tetap ada, terutama jika hujan lebat kembali terjadi dalam waktu dekat.
Upaya Pemulihan dan Pencegahan
BPBD TTU telah melakukan pendataan terhadap jumlah warga yang terdampak banjir. Selain itu, mereka juga akan membangun komunikasi dengan pemilik tambak atau kolam ikan untuk membuat dinding kolam yang lebih tinggi agar air tidak meluap saat hujan.
Rencananya, BPBD TTU akan meminta Dinas PUPR Kabupaten TTU untuk membangun bronjong di bantaran Kali Kaubele. Tujuannya adalah untuk mencegah banjir meluap ke sawah dan pemukiman warga.
Pihak Pemerintah Kabupaten TTU juga sedang menyiapkan bantuan bagi warga yang terdampak. Namun, sampai saat ini, pihak BPBD masih menanti laporan tertulis dari Kepala Desa Oepuah Utara mengenai besaran bantuan yang diperlukan.
Tanggapan Warga dan Pemerintah Desa
Penjabat Kepala Desa Oepuah Utara, Gaspar Manu, menjelaskan bahwa sebagian besar warga tidak sempat menyelamatkan harta bendanya karena banjir terjadi saat mereka masih tidur. Arus air yang deras membuat evakuasi harta benda menjadi sangat sulit.
Warga terdampak banjir saat ini dihantui rasa khawatir, terutama karena ketinggian air masih cukup tinggi. Beberapa warga terpaksa dievakuasi ke rumah keluarga yang tidak terkena dampak banjir.
Desa Oepuah Utara terdiri dari empat dusun. Dampak banjir hanya terjadi di Dusun II, sedangkan warga di Dusun I, III, dan IV tidak terdampak.
Langkah-Langkah Pencegahan dan Pemulihan
Selain pembuatan bronjong di bantaran Kali Kaubele, pihak BPBD TTU juga akan terus memantau situasi banjir dan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan warga. Pendataan terhadap kerugian yang dialami warga akan terus dilakukan guna memastikan bahwa bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Sementara itu, masyarakat setempat berharap agar langkah-langkah pencegahan seperti pembuatan tanggul dan peningkatan kapasitas saluran air dapat segera dilakukan untuk menghindari terulangnya bencana serupa di masa depan.











