Kebun binatang Gembira Loka atau yang dikenal sebagai GL Zoo Yogyakarta kembali menjadi destinasi utama bagi keluarga saat libur Lebaran 2026. Sebagai kebun binatang terbesar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, tempat ini mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah pengunjung sejak awal pekan ini.
Pengunjung tersebar merata di berbagai zona, terutama Zona Cakar yang menampilkan kumpulan satwa karnivora. “Zona Cakar ini paling seru, bisa melihat langsung binatang buas seperti Hyena dari Afrika yang selama ini hanya bisa dilihat melalui YouTube,” ujar Sugiarto, 54 tahun, pengunjung asal Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 24 Maret 2026.
Sugiarto mengatakan bahwa ia terakhir kali berkunjung ke kebun binatang tersebut sebelum pandemi Covid-19. Saat itu, Zona Cakar belum sepenuhnya dikembangkan, dan koleksi karnivoranya masih belum lengkap seperti sekarang.
“Sekarang sudah sangat bagus dan tertata dengan baik. Ada zona-zona khusus yang memudahkan pengunjung untuk melihat satwa yang mereka inginkan,” tambahnya.
Antusias pengunjung tetap tinggi
Pihak pengelola Gembira Loka mencatat lonjakan arus wisatawan mulai terlihat setelah hari raya. Terutama pada H+2 dan H+3 Lebaran. “Kunjungan wisatawan sempat mencapai lebih dari 11 ribu orang dalam sehari pada Senin 23 Maret 2026, dan hingga Selasa ini masih mencapai lebih dari 10 ribu orang,” kata Direktur Utama GL Zoo, KMT A. Tirtodiprojo, yang akrab disapa Joko, Selasa, 24 Maret 2026.
Joko menjelaskan bahwa meski masa cuti bersama akan segera berakhir, antusiasme pengunjung tetap stabil hingga akhir libur Lebaran. Menurutnya, daya tarik utama yang membuat pengunjung datang adalah hadirnya zona satwa baru serta penguatan program edukasi konservasi yang disajikan secara menarik.
Di tengah keramaian pengunjung, Joko menekankan bahwa pengalaman yang diberikan lebih berkesan dan memiliki unsur edukasi dibanding sekadar rekreasi melihat binatang. Melalui berbagai presentasi edukasi, wisatawan diajak memahami pentingnya pelestarian alam secara langsung. Contohnya, edukasi tentang bagaimana satwa dapat sejahtera di habitat alaminya dan memberikan manfaat jangka panjang bagi manusia.
“Harapan kami, pengunjung yang datang bisa pulang membawa kesadaran baru untuk melestarikan alam dan menyayangi binatang,” katanya.
Zona hiburan dan edukasi
Sebagai satu-satunya kebun binatang yang meraih akreditasi Mutu A dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan skor 84,47, Gembira Loka menyajikan beragam zona menarik selama masa libur Lebaran. Seperti Zona Cakar yang menampilkan koleksi satwa unik seperti Painted Dog dan Red Fox.
Selain daya tarik satwa baru, atmosfer perayaan semakin meriah karena kebun binatang juga merayakan ulang tahun ke-6 gajah Arinta, seekor gajah yang lahir di lingkungan kebun binatang tersebut.
Berbagai aktivitas seperti fun booth dan edukasi juga menarik perhatian pengunjung selama periode libur Lebaran yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 29 Maret. Harga tiket khusus untuk periode ini sebesar Rp 85.000.
Joko menambahkan bahwa kebun binatang yang telah memiliki sertifikasi internasional dari Southeast Asian Zoos and Aquariums Association (SEAZA) tetap menerapkan standar tinggi dalam konservasi satwa, baik dalam kondisi normal maupun saat ramai kunjungan.
“Kami tetap menerapkan prinsip Five Domains atau lima pilar kesejahteraan satwa yang sangat ketat,” ujarnya. Joko juga mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang berupaya masuk dalam organisasi dunia WAZA (World Association of Zoos and Aquariums).
Langkah bergabung dengan WAZA bertujuan untuk meningkatkan standar manajemen populasi dan riset genetik satwa ke level global, sekaligus memperkuat posisi Gembira Loka sebagai lembaga konservasi kelas dunia.
Adapun Wakil Manajer Pemasaran GL Zoo, Yosi Hermawan, menyampaikan bahwa keramaian pengunjung kali ini didominasi oleh warga luar kota dan para pemudik yang sedang pulang kampung ke wilayah Yogyakarta. Dalam masa libur Lebaran ini, pengelola menyajikan sentuhan budaya lokal di kawasan kebun binatang untuk menciptakan suasana hangat.
“Kami hadirkan hiburan tradisional seperti cokekan untuk mengobati kerinduan pemudik,” ujar Yosi.
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."











