My WordPress Blog
Daerah  

Pemkot Gorontalo Bantu Korban Kebakaran Huangobotu dengan Pangan dan Pakaian

Bantuan Darurat untuk Korban Kebakaran di Gorontalo

Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo telah menyalurkan bantuan darurat bagi korban kebakaran yang terjadi di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai langkah awal dalam proses pemulihan pasca-kehilangan tempat tinggal. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid, bersama sejumlah instansi terkait.

Bantuan yang diberikan merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pihak terkait. Ismail Madjid menjelaskan bahwa bantuan tersebut bersifat sementara dan bertujuan utama untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban. Ia menyatakan:

“Bantuan ini sifatnya sementara dulu, jangka pendek. Paling tidak ada kepedulian dari pemerintah untuk membantu mereka bertahan di kondisi saat ini.”

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi bahan pangan seperti beras dan makanan siap konsumsi, serta perlengkapan rumah tangga dasar. Selain itu, pemerintah juga memberikan peralatan seperti kompor, pakaian layak pakai, dan kebutuhan lainnya melalui Dinas Sosial.

Perhatian Khusus untuk Anak-Anak

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak korban kebakaran yang masih bersekolah. Melalui Dinas Sosial, pemerintah akan membantu penyediaan seragam sekolah agar anak-anak tersebut tetap bisa bersekolah seperti biasa.

“Untuk anak-anak yang masih sekolah, nanti akan dibantu seragamnya. Ini penting supaya mereka tetap bisa bersekolah seperti biasa,” ujar Ismail.

Meski bantuan telah disalurkan, Ismail menegaskan bahwa bantuan tersebut belum mampu sepenuhnya memulihkan kondisi para korban, terutama dalam hal pembangunan kembali rumah yang terbakar. Menurutnya, pemerintah masih akan terus berupaya mencari solusi melalui koordinasi lintas pihak, termasuk Baznas dan pemerintah provinsi.

Koordinasi dengan Baznas

Ismail menyebut bahwa ada program dari Baznas yang berpotensi membantu rehabilitasi rumah korban, meski masih menunggu proses dan ketersediaan program di tingkat pusat.

“Kita sudah koordinasi, termasuk dengan Baznas. Insyaallah kalau ada program dari pusat, kita akan kolaborasi untuk rehab rumah yang terbakar,” ujarnya.

Ismail juga mengakui bahwa kebakaran tidak sepenuhnya masuk dalam kategori bencana tertentu yang memiliki skema bantuan besar seperti bencana alam. Namun demikian, pemerintah tetap hadir untuk memberikan dukungan.

“Memang kebakaran ini bukan kategori bencana tertentu yang langsung ada bantuan besar, tapi pemerintah tetap hadir untuk membantu dan memfasilitasi korban,” jelasnya.

Pentingnya Kewaspadaan Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Ismail turut mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh kelalaian penggunaan peralatan listrik di rumah. Ia mencontohkan kebiasaan sederhana seperti mencabut colokan listrik sebelum meninggalkan rumah sebagai langkah pencegahan yang penting.

“Hal-hal kecil seperti colokan charger, kipas angin, atau peralatan listrik lainnya harus diperhatikan. Kalau keluar rumah, sebaiknya dicabut semua untuk menghindari risiko,” katanya.

Selain itu, kondisi rumah yang sudah tua juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

“Rumah-rumah yang sudah tua juga perlu dicek dan diperbaiki. Ini bagian dari upaya pencegahan,” ujarnya.

Ismail berharap kejadian kebakaran ini menjadi pelajaran bersama agar ke depan masyarakat lebih waspada dan kejadian serupa tidak terulang.

“Ini sudah kejadian yang kelima di tahun 2026. Mudah-mudahan ini jadi yang terakhir. Kita semua berharap ke depan tidak ada lagi kebakaran seperti ini,” katanya.

Di tengah musibah yang dialami, pemerintah juga menyampaikan harapan agar para korban tetap kuat dan mampu melewati cobaan tersebut. Ismail menegaskan, pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan, meski secara bertahap dan sesuai kemampuan yang ada.

“Kita berharap mereka tetap sabar menghadapi cobaan ini. Insyaallah akan ada jalan keluar dan pengganti yang lebih baik,” tutupnya.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *