My WordPress Blog
Daerah  

Fenny, Pemimpin Tak Tergantikan RW Baji Mappakasunggu Sejak 1999

Perjalanan Fenny dalam Pengabdian kepada Masyarakat

Sejak tahun 1999, Fenny telah aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial di Kelurahan Baji Mappakasunggu, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar. Selama lebih dari dua dekade, ia terlibat dalam berbagai bidang, mulai dari kader kesehatan hingga menjadi penyelenggara pemilu. Perempuan yang lahir pada 2 Oktober 1973 ini juga pernah memimpin warga sebagai Ketua Rukun Warga (RW) di wilayah tersebut.

Fenny tercatat menjabat sebagai Ketua RW 004 sejak awal tahun 2000-an melalui mekanisme pergantian antar waktu (PAW). Ia menggantikan kakaknya yang tidak lagi aktif karena sakit. Seiring waktu, ia kemudian ditetapkan secara definitif sebagai Ketua RW dan menjalankan amanah tersebut hingga tahun 2020. Pada tahun 2020, ia sempat berhenti, namun pada 2025 ia kembali dipercaya memimpin warga. Fenny dilantik kembali oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin pada 29 Desember 2025.

Sebelum aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, Fenny pernah bekerja di berbagai bidang pada tahun 1990-an. Ia pernah bekerja di perusahaan ekspedisi udara sebagai sekretaris pengiriman barang. Saat itu, ia adalah satu-satunya perempuan di situ, tetapi pekerjaannya banyak dilakukan di lapangan. Selain itu, ia juga pernah menjadi beauty advisor produk kosmetik dan bekerja sebagai surveyor di sejumlah lembaga survei.

Pekerjaan tersebut membuatnya sering turun langsung ke lapangan untuk mewawancarai pedagang maupun konsumen. “Saya sering mewawancarai pedagang atau konsumen untuk melihat tingkat kepuasan mereka,” ujarnya. Namun, keadaan berubah ketika ia harus merawat anggota keluarga yang sakit, sehingga lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Situasi ini justru membuka jalan baginya untuk terlibat lebih jauh dalam kegiatan sosial. Karena rumahnya berada dekat kantor kelurahan, aparat kelurahan melihat Fenny memiliki waktu dan kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat. Akhirnya, ia diajak aktif dalam berbagai kegiatan kelurahan.

Sejak saat itu, ia mulai aktif dalam berbagai kegiatan kelurahan, terutama di bidang kesehatan dan pemberdayaan keluarga. Ia menjadi kader posyandu, kader kesehatan, serta kader keluarga berencana (KB). “Awalnya saya hanya membantu keluarga yang juga aktif di kegiatan kelurahan. Lama-lama saya diminta ikut aktif sebagai kader kesehatan dan PKK sejak tahun 1999,” katanya.

Pengalaman panjang tersebut membuatnya sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk penyelenggaraan pemilu. Sejak sekitar tahun 2006, Fenny beberapa kali dipercaya menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). “Kalau ada pemilu biasanya saya dilibatkan. Dari sekitar tahun 2006 saya beberapa kali jadi KPPS,” ujarnya.

Kini Fenny tinggal di Jalan Baji Ati 1 Nomor 19. Di wilayah RW 004 yang dipimpinnya terdapat tujuh RT dengan jumlah sekitar 130 kepala keluarga. Sebagai Ketua RW, ia juga mendorong berbagai program lingkungan untuk warga. Salah satunya adalah program urban farming dengan memanfaatkan lahan sempit di lingkungan sekitar.

Warga menanam berbagai sayuran seperti kangkung, sawi, kacang panjang hingga daun ubi. Tanaman tersebut ditanam menggunakan botol bekas yang dijadikan pot. “Kami memanfaatkan lahan sempit di sekitar lingkungan untuk menanam sayuran. Biasanya pakai botol bekas sebagai pot,” jelasnya.

Warga juga mengelola sampah organik melalui fasilitas “teba” atau lubang kompos yang dibuat secara swadaya. Sampah dapur seperti sisa makanan dan ranting pohon dimasukkan ke dalam lubang tersebut untuk diolah menjadi pupuk. “Sampah dapur seperti sisa makanan dan ranting pohon kami masukkan ke teba. Dari situ bisa jadi pupuk untuk tanaman,” ujarnya.

Di bidang keamanan, Fenny mengatakan kondisi lingkungan relatif kondusif. Hal itu juga didukung pemasangan kamera pengawas atau CCTV di beberapa titik. “CCTV sangat membantu untuk keamanan lingkungan. Walaupun tetap kembali lagi pada niat orang, tapi setidaknya bisa membantu memantau kondisi sekitar,” katanya.

Bagi Fenny, mengurus warga bukan sekadar tugas. Lebih dari itu, ia menganggapnya sebagai bentuk pengabdian kepada lingkungan tempat ia tinggal.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *