Tiga Desa di Jawa Tengah Bagikan THR kepada Warga Sebelum Lebaran 2026
Menjelang Hari Raya Idulfitri, Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi momen yang dinantikan masyarakat. Biasanya, THR diberikan oleh perusahaan kepada para pekerjanya. Namun di sejumlah desa di Jawa Tengah, pemerintah desa justru mengambil langkah berbeda dengan membagikan THR kepada warganya.
Program ini menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat, terutama menjelang Lebaran ketika kebutuhan rumah tangga meningkat. Beberapa desa bahkan mampu menyalurkan THR dari pendapatan asli desa dan hasil pengelolaan potensi wisata. Berikut tiga desa di Jawa Tengah yang membagikan THR kepada warganya pada tahun 2026:
1. Desa Bonyokan Klaten Bagikan THR Rp150 Ribu per KK
Pemerintah Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten mulai menyalurkan THR kepada warganya sejak Senin (2/3/2026). Penyaluran ini dijadwalkan berlangsung hingga 10 Maret 2026. Sebanyak 1.122 kepala keluarga (KK) di desa tersebut menerima bantuan uang tunai sebesar Rp150 ribu per KK. Pembagian dilakukan secara bertahap berdasarkan wilayah RW.
Kepala Desa Bonyokan, Surono, mengatakan program ini baru pertama kali dijalankan oleh pemerintah desa. “Tahun ini 2026, kami ada sisa untuk mengucurkan THR ini. Semua sama (menerima) Rp150.000,” kata Surono saat ditemui TribunSolo.com, Selasa (3/3/2026).
Anggaran sebesar Rp170 juta berasal dari Pendapatan Asli Desa (PADes) yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes Bonyokan mengembangkan beberapa usaha, antara lain penyewaan ruko, pengelolaan Pasar Sapi Jatinom, serta Pasar Legen di Lapangan Desa Bonyokan. Dari sektor yang dikelola Bumdes sendiri, pendapatannya mencapai sekitar Rp750 juta setahun.
Program ini diberikan kepada seluruh warga yang tercatat secara administratif di Desa Bonyokan tanpa memandang kondisi ekonomi. Namun ada 12 warga yang memilih tidak mengambil THR karena merasa kondisi ekonomi mereka sudah cukup baik. Dana yang tidak diambil tersebut rencananya akan dibicarakan bersama pengurus RT sebelum dialihkan untuk keperluan lain.
Surono berharap bantuan ini dapat membantu warga memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran sekaligus menjadi bukti bahwa pengelolaan desa yang baik dapat berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
2. Desa Wunut Klaten Beri THR Rp250 Ribu per Orang
Desa lain di Klaten yang juga membagikan THR adalah Desa Wunut, Kecamatan Tulung. Pemerintah Desa Wunut menyalurkan THR kepada warganya di Gedung Serbaguna Desa Wunut pada Kamis (5/3/2026). Total anggaran yang disiapkan untuk program ini mencapai Rp585.250.000. Setiap warga menerima bantuan sebesar Rp250 ribu.
Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistiya Setiawan, menyebut nilai THR tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. “Tahun kemarin kita memberikan per jiwa per orang Rp 200.000. Untuk tahun ini kita naikkan jadi Rp 250.000,” kata Kamis (5/3/2026), dilansir Kompas.com.
Menurut Iwan, dana THR berasal dari hasil pengelolaan objek wisata Umbul Pelem yang menjadi salah satu sumber pendapatan desa. Pada tahun 2025, objek wisata tersebut mencatat pendapatan sebesar Rp5,1 miliar, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp4,7 miliar.
Jumlah penerima THR di desa ini juga meningkat. Tahun 2025 tercatat sebanyak 2.289 jiwa menerima bantuan, sedangkan tahun ini bertambah menjadi 2.341 jiwa. Iwan mengajak warga untuk bersama-sama menjaga keberadaan Umbul Pelem agar manfaat ekonominya bisa terus dirasakan masyarakat desa.
Salah satu warga Desa Wunut, Hesti Mulyani (35), mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah desa. Ia mengatakan uang tersebut akan digunakan untuk kebutuhan anak-anak menjelang Lebaran. “Alhamdulillah bisa buat beli baju baru lebaran buat anak-anak besok. Saya dapat Rp 1.250.000 karena di rumah ada lima orang,” kata Hesti. Karena dalam satu rumah terdapat lima anggota keluarga, Hesti menerima total THR sebesar Rp1.250.000.
3. Desa Berjo Karanganyar Salurkan THR Rp500 Ribu per KK
Program serupa juga dilakukan Pemerintah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Sebanyak 1.446 kepala keluarga di desa tersebut menerima THR sebesar Rp500 ribu per KK menjelang Lebaran tahun ini.
Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto, mengatakan bantuan tersebut menjadi agenda tahunan pemerintah desa. “Ini agenda tahunan, tahun ini merupakan kali kedua pemberian THR, ada 1.446 KK yang menerima THR Rp 500 ribu,” jelasnya.
Total anggaran yang digunakan mencapai Rp723 juta, berasal dari Pendapatan Asli Desa (PAD) yang masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Penyaluran dilakukan selama dua hari, yaitu Senin (2/3/2026) dan Selasa (3/3/2026) di Balai Desa Berjo.
Setiap warga penerima diwajibkan membawa undangan, KTP, serta Kartu Keluarga. Uang tunai kemudian diberikan setelah data diverifikasi oleh tim desa melalui dua meja pelayanan. Program tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran sekaligus mendorong perputaran ekonomi warga yang sebagian besar bekerja sebagai petani.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











