My WordPress Blog
Daerah  

Direktur RSUD Pontianak Utara Tertahan di Jeddah, Tiba-Tiba Dibatalkan ke Bandara

Pengalaman Direktur RSUD Pontianak Utara yang Tertahan di Jeddah

drg. Nuzulisa, seorang direktur rumah sakit di Pontianak, mengungkapkan pengalamannya saat menjalani ibadah Umrah bersama suaminya. Ia menggunakan paket Ramadan dari salah satu travel untuk perjalanan tersebut. Penerbangan dimulai dari Jakarta pada tanggal 21 Februari lalu dan direncanakan kembali ke Indonesia melalui Bandara Jeddah pada 1 Maret kemarin.

Namun, situasi berubah ketika penerbangan yang mereka tumpangi dibatalkan akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Pada hari pertama bulan Maret, ia dan rombongan sedang dalam perjalanan menuju bandara dari Madinah, namun mendapat kabar bahwa penerbangan mereka dibatalkan tanpa jadwal pasti. Hal ini terjadi karena jalur penerbangan melalui kawasan Timur Tengah tidak diberikan izin terbang.

Pihak travel kemudian mengambil langkah antisipatif dengan memindahkan rombongan ke hotel yang lebih dekat dengan Bandara Jeddah agar bisa segera berangkat jika ada perubahan jadwal. Maskapai yang digunakan adalah Air Arabia dengan rute transit Sharjah-Abu Dhabi. Meskipun pada hari yang sama masih ada penerbangan langsung Jeddah-Jakarta, semua kursi telah penuh hingga tanggal 3 Maret.

Nuzulisa menyatakan bahwa kondisi di Tanah Suci tetap aman dan kondusif. Ia menegaskan bahwa masjidil Haram dan Masjid Nabawi masih berjalan dengan baik, meskipun ada kendala dalam jadwal penerbangan. Ia juga memastikan dirinya dan seluruh jamaah dalam kondisi sehat. Di hotel tempatnya menginap, terdapat banyak jamaah dari negara lain yang mengalami situasi serupa.

Selama menunggu kepastian penerbangan, para jamaah dikenakan tambahan biaya akomodasi sebesar Rp2,5 juta per orang. Ia juga menyebut bahwa situasi di Jeddah terpantau aman, bahkan beberapa pesawat masih bisa terbang dengan jalur tertentu.

Nuzulisa berharap situasi segera mereda agar jamaah dapat kembali ke Tanah Air. Ia berdoa semoga konflik di Timur Tengah cepat berakhir dan kondisi keamanan kembali stabil. Ia juga berharap agar tidak terjadi konflik atau serangan lanjutan, terutama di bulan Ramadan ketika umat Muslim di seluruh dunia sedang menjalankan ibadah.

Penanganan oleh Wali Kota Pontianak

Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau informasi terkini tentang kondisi para jamaah Umrah. Ia mengatakan bahwa beberapa staf dan pejabat di kota tersebut sedang menjalani ibadah Umrah dan saat ini tertahan di Mekkah maupun Madinah.

Edi menjelaskan bahwa pembatalan penerbangan membuat para jamaah tidak dapat kembali ke Tanah Air sesuai jadwal. Saat ini, mereka masih berada di Mekkah dan Madinah sambil menunggu kepastian jadwal penerbangan. Ia berharap situasi konflik di Timur Tengah segera mereda agar para pejabat dan staf yang sedang menjalankan ibadah Umrah dapat kembali dengan selamat.

Situasi Terkini dan Harapan

Dengan situasi yang tidak pasti, para jamaah Umrah harus menghadapi tantangan dalam kembali ke Tanah Air. Meski demikian, mereka tetap berusaha menjalani ibadah dengan tenang dan tetap menjaga kesehatan serta keamanan. Semua pihak berharap agar konflik di kawasan Timur Tengah segera berakhir dan tidak mengganggu aktivitas ibadah serta perjalanan jamaah.


Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *