My WordPress Blog
Daerah  

Peresmian Jembatan Noemeto, Harapan Baru untuk Warga Linamnutu

Peresmian Jembatan Noemeto, Harapan Baru bagi Masyarakat Desa Linamnutu

Penggunaan jembatan Noemeto di Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) telah menjadi perhatian besar bagi masyarakat setempat. Jembatan ini resmi diresmikan pada 27 Februari 2026 dan menjadi solusi untuk berbagai tantangan yang selama ini dihadapi oleh warga.

Jembatan gantung sepanjang ±40 meter dengan lebar 1 meter ini dibangun menggunakan dana bantuan keuangan Provinsi NTT sebesar Rp1,02 miliar. Sebelum adanya jembatan ini, warga sering terisolasi akibat banjir Sungai Noelmina, sehingga akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi terganggu.

Pergumulan yang Terjawab

Peresmian jembatan ini dilakukan langsung oleh Bupati TTS Eduard Markus Lioe, bersama Wakil Bupati TTS Johny Army Konay, dan Anggota DPRD Provinsi NTT, Ince Sayuna. Hadir juga pimpinan OPD, Kapolsek Amanuban Selatan, Camat, Tokoh Agama, serta masyarakat Desa Linamnutu.

Sejak dibangun sejak akhir November 2025, jembatan ini memberikan akses penting bagi masyarakat untuk melintasi aliran kali tanpa harus masuk ke dalam air. Dengan demikian, risiko terseret banjir menjadi lebih kecil dan tidak perlu basah saat menyeberang.

Harapan Baru bagi Masyarakat

Bupati TTS menyebut jembatan ini sebagai simbol harapan dan konektivitas. Ia menekankan bahwa jembatan ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga representasi dari kemajuan daerah yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Desa Linamnutu terletak di bagian tengah dan tepat di pinggir aliran sungai Noelmina. Ketika musim hujan tiba, akses ke kota kecamatan, kabupaten, dan provinsi menjadi sulit. Siswa-siswi SMA dan SMK kesulitan bersekolah, masyarakat mengalami kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan dan pasar.

Pengakuan dari Masyarakat

Kepala Desa Linamnutu melalui Sekretaris Desa, Marten Kause, menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya jembatan ini. Ia menjelaskan bahwa sebelum ada jembatan, masyarakat kesulitan untuk akses pendidikan dan kesehatan, terutama saat musim hujan.

“Sebelum ada jembatan ini, kami masyarakat desa Linamnutu kesulitan untuk akses pendidikan, juga kesehatan, untuk keluar ke kecamatan, kabupaten bahkan provinsi. Apalagi jika musim hujan itu, terjadi banjir jadi kami tentu tidak bisa menyebrang,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa jembatan ini sangat membantu, baik untuk anak sekolah maupun warga yang sakit. Hasil pertanian musim hujan juga tetap bisa dijual keluar karena jembatan ini memudahkan akses.

Fasilitas Umum yang Harus Dirawat

Bupati TTS juga mengajak seluruh masyarakat untuk merawat dan menjaga keberlanjutan jembatan tersebut. Ia menekankan bahwa fasilitas umum adalah milik kita bersama dan harus dirawat dengan penuh tanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Ungkapan syukur masyarakat Desa Linamnutu diwujudkan dalam ibadah syukur bersama yang dipimpin Pdt. Yosanti D Benu-Boimau, S.Th. Kini, jalan terbuka meski masih terbatas, keberadaannya sangat disyukuri oleh masyarakat Desa Linamnutu untuk tetap menjangkau kehidupan dan melaksanakan harapan.


Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *