Desa Karang Mengubah Tanah Kas Menjadi Lapangan Sepak Bola yang Berdaya Saing
Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, telah melakukan transformasi besar-besaran dengan mengubah tanah kas seluas 2 hektare menjadi sebuah lapangan sepak bola yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sinar Abadi. Proyek ini dilengkapi dengan fasilitas lengkap dan tarif sewa yang menarik bagi masyarakat.
Fasilitas Lengkap untuk Penyewa
Masyarakat dapat menyewa lapangan sepak bola tersebut dengan dua cara, yakni sewa langsung atau menggunakan paket wisata yang disediakan pengelola. Untuk sewa langsung, biaya yang dikenakan adalah Rp5 juta per dua jam. Sementara itu, paket wisata dibanderol seharga Rp4,5 juta per paket. Fasilitas yang diberikan dalam kedua pilihan penyewaan mencakup tiga wasit, satu ball boy, dan air minum.
Kepala Desa Karang, Dwi Purwanto, menjelaskan bahwa masyarakat bisa menghubungi admin BUMDes Sinar Abadi untuk dijadwalkan. Ia juga menekankan bahwa penyewa akan mendapatkan fasilitas yang memadai untuk kebutuhan pertandingan maupun latihan.
Pembangunan yang Mencapai Miliaran Rupiah
Lapangan sepak bola bernama Gelora Desa Karang ini berdiri di atas tanah kas desa yang dulunya tidak produktif. Nilai pembangunan mencapai sekitar Rp1,6 miliar, dengan sumber dana berasal dari Dana Desa 2025 dan Pendapatan Asli Desa (PAD) selama dua tahun. Pembangunan dilakukan oleh pihak ketiga, yaitu PT Harapan Jaya Lestarindo, yang memiliki pengalaman dalam membangun stadion di Indonesia.
Proses pembangunan dimulai pada Juli 2025 dan selesai pada Februari 2026. Selain lapangan utama, rencananya akan dibangun jogging track, kamar mandi, serta tribun penonton. Dwi Purwanto menyebutkan bahwa dukungan dari pemerintah daerah dan pusat sangat penting untuk kelengkapan proyek ini.
Tantangan Awal dan Perubahan Signifikan
Sebelum pembangunan, tanah kas desa yang tidak produktif menjadi masalah bagi desa. Dengan pemangkasan Dana Desa, desa perlu mencari sumber pendapatan alternatif. Inisiatif untuk membangun lapangan baru muncul sebagai solusi. Lapangan ini dirancang tidak hanya sebagai tempat pertandingan, tetapi juga sebagai daya tarik wisata olahraga yang bisa meningkatkan pendapatan desa.
Dwi Purwanto menjelaskan bahwa tanah kas desa kemudian ditukar guling melalui peraturan desa setempat agar bisa dimanfaatkan secara optimal. “Kita ingin menjadikan lapangan ini sebagai magnet, bukan hanya untuk pertandingan, tetapi juga sebagai wisata olahraga,” ujarnya.
Permintaan Tinggi dari Klub Luar Negeri
Menariknya, sebelum peresmian besar digelar, lapangan ini sudah kebanjiran pemesanan. Klub-klub dari berbagai daerah di Indonesia mulai meliriknya sebagai lokasi training camp. Bahkan, pemesanan datang dari luar negeri. Salah satu contohnya adalah klub dari Malaysia yang sudah memesan lapangan tersebut.
Potret Lapangan yang Terawat
Lapangan sepak bola yang terletak di tengah perbukitan Desa Karang ini memiliki rumput hijau yang terawat dan garis-garis putih yang tegas. Dua gawang berdiri kokoh saling berhadapan, sementara latar belakangnya adalah rumah-rumah warga dan pepohonan. Di salah satu sudut, petugas sedang merawat permukaan lapangan dengan mesin pemotong rumput.
Masa Depan yang Cerah
Meski lapangan utama telah selesai, pengembangan belum berhenti. Rencana pembangunan tambahan seperti jogging track, kamar mandi, dan tribun penonton masih dalam proses. Dwi Purwanto berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat segera terealisasi untuk mempercepat pengembangan.
Di bawah langit yang kadang mendung, Gelora Desa Karang berdiri sebagai simbol transformasi desa, dari lahan tak produktif menjadi arena hijau yang menjanjikan sport tourism dan geliat ekonomi bagi warga sekitar.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











