My WordPress Blog
Daerah  

Nasib Beruang Madu yang Serang 4 Warga di Pasaman Barat, BKSDA Sumbar Ungkap Kondisi Terkini

Beruang Madu Kembali ke Hutan Lalu Menyerang Warga

Pasca peristiwa beruang madu yang konflik dengan manusia di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyatakan bahwa satwa tersebut telah kembali ke hutan. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumatera Barat, Ade Putra saat dikonfirmasi pada Rabu (18/2/2026).

Ade menjelaskan bahwa pihaknya membantu proses penangkapan beruang madu usai melukai empat orang, tiga warga dan satu petugas BKSDA Pasaman Barat. Sebelumnya, pemasangan kandang jebak besi sudah dilakukan pada Senin (16/2/2026), usai petugas BKSDA menjadi korban. Namun hingga saat ini, hasilnya nihil.

Penelusuran juga dilakukan di area terakhir kemunculan beruang madu. “Tanda jejak terakhir yang kami temui, beruangnya sudah masuk ke dalam hutan lindung di sekitar kawasan Labuah Barulak,” ungkap Ade memberikan keterangan. Untuk perangkap yang sebelumnya dipasang, pada hari ini dibuka kembali. Selain itu, para petugas juga sudah meninggalkan lokasi.

Kurang lebih pemantauan, penyisiran serta pemasangan kandang jebak sudah berlangsung tiga hari. Karena hasilnya nihil, upaya penangkapan diakhiri oleh BKSDA. “Hasilnya nihil, kami juga sudah meninggalkan lokasi,” tambahnya.

Penyebab Kemunculan Beruang Madu

Usai kemunculan beruang madu di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (15/2/2026) siang, BKSDA Pasaman Barat membeberkan beberapa penyebab. Berdasarkan keterangan Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo menyebut kemunculan beruang madu diterima pihaknya pada Sabtu (14/2/2026) lalu.

Beruang itu muncul di sawah, saat warga sedang memanen padi. Alhasil, hewan buas tersebut menyerang warga yang beraktivitas dan melukai tiga orang. Keesokan harinya, beruang madu kembali muncul setelah sebelumnya sempat melarikan diri. Sehingga, satu orang petugas BKSDA menjadi korban.

“Total ada empat korban, tiga dari warga yang setempat,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026) malam. Ia lantas membeberkan beberapa kemungkinan beruang madu memasuki dan menyerang warga. Mulai dari mencari makan, mendapat perlawanan di habitatnya hingga ingin keluar dari habitat yang sudah rusak.

Namun beruang madu yang memasuki kawasan masyarakat di Labuah Barulak, kemungkinan kata Edi dipicu karena ingin mencari makan. “Kemungkinan mencari makan, namun tersesat di sawah. Karena sawah di tempat tersebut luas, dia berputar-putar hingga akhirnya lari ke arah bukit akibat dikejar masyarakat,” terangnya.

Hingga saat ini, BKSDA sudah melakukan pemasangan perangkap untuk beruang madu tersebut agar tidak lagi meresahkan masyarakat.

Petugas Terluka Akibat Serangan Beruang

Seorang petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pasaman Barat terluka akibat diserang beruang madu di Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (15/2/2026). Diketahui, sebelumnya beruang madu menyerang dan melukai tiga warga yang sedang panen padi di daerah tersebut pada Sabtu (14/2/2026) sekira pukul 08:00 WIB.

Beruang itu sempat lari ke bagian bukit, setelah warga mengejarnya. Namun, pada Minggu (15/2/2026) kembali muncul sekira pukul 14:00 WIB dan menyerang seorang petugas BKSDA Pasaman Barat. Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo saat dikonfirmasi mengatakan, saat penyerangan beruang madu kemarin, warga melaporkan ke BKSDA Pasaman Barat dan langsung menelusuri lokasi.

Dalam pencarian kemarin, beruang madu lari ke bagian bukit di kawasan Labuah Barulak. Bahkan, petugas dan warga juga melihat secara langsung saat penelusuran tersebut. “Beruang madu ini dikejar masyarakat, karena sudah sangat meresahkan, tadi sekira pukul 14:00 WIB kembali muncul dan menyerang satu orang petugas kami,” ucapnya.

Total saat ini ujar Edi, terdapat sebanyak empat orang korban akibat serangan beruang madu tersebut. Tiga di antaranya warga dan satu petugas BKSDA. Setelah penyerangan ke petugas, warga juga kembali melakukan pengejaran dan beruang melarikan diri ke arah bukit.

Namun, Edi merekomendasikan untuk tidak melakukan pengejaran. Sebab binatang buas jika berhadapan, akan beresiko. Sementara itu, petugas yang terkena serangan mendapatkan luka di bagian kaki kiri, di atas pergelangan. Ia mengalami serangan saat penelusuran beruang madu ke bagian bukit, hendak membiusnya dengan tembakan namun diserang secara mendadak.

“Petugas ini luka di bagian kaki kiri, harus mendapat lima jahitan akibat serangan beruang tersebut,” tambahnya.

Tiga Orang Terluka Akibat Serangan Beruang

Tiga orang warga terluka akibat diserang oleh seekor beruang madu di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu (14/2/2026) sekira pukul 08:00 WIB kemarin. Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026).

Ia membenarkan terkait kemunculan beruang madu di daerah tersebut, katanya muncul pada Sabtu kemarin dan melukai tiga orang warga. Menurut keterangannya, kejadian berawal saat warga yang sedang melaksanakan panen padi di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman.

Sekira pukul 08:00 WIB, seekor beruang madu tiba-tiba muncul di lokasi tersebut dan langsung menyerang. “Saat kejadian, para korban tengah beraktivitas di area persawahan. Seekor beruang tiba-tiba muncul dari sekitar lokasi dan menyerang warga yang berada di tempat tersebut,” ungkapnya.

Mendapati serangan tersebut, warga lainnya di lokasi langsung memberikan pertolongan dan sekaligus mengamankan situasi. Akibat peristiwa tersebut, tiga orang warga mengalami luka-luka, dengan identitas sebagai berikut:
* Aidil Putra (20 tahun), warga Barulak.
* Sabri (65 tahun), warga Talu.
* Maijasman (63 tahun), warga Barulak.

“Usai kejadian, sebagian warga menelusuri jejak beruang di sekitar lokasi sambil menunggu kedatangan pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut,” pungkasnya. Para korban kata Edi, dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis ke rumah sakit dan puskesmas terdekat.

Saat ini korban dirawat di RSUD Pasaman Barat dan Puskesmas Talu. Sementara itu, situasi di lokasi berangsur kondusif dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat. “Petugas BKSDA, termasuk dari BKSDA Agam, COP, wali nagari setempat beserta masyarakat melakukan penelusuran arah larinya beruang,” tambahnya.

Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *