My WordPress Blog
Daerah  

Ayah jual bakso, adik beradik kumpulkan botol hingga lapar, kini dapat rezeki

Kisah Pilu Kakak Beradik di Bandung Barat yang Viral dan Dibantu oleh Polisi serta Mantan Kapolres

Momen mengharukan terjadi di kawasan Bandung Barat, Jawa Barat. Sebuah kisah viral tentang dua kakak beradik yang harus mencari botol bekas untuk bertahan hidup hingga akhirnya mendapatkan bantuan dari pihak berwajib. Mereka adalah Yadi dan Siska, yang kini menjadi sorotan publik setelah tindakan baik dari Bripka Rizky Hikmat dan mantan Kapolres Cimahi, Kombes Tri Suhartanto.

Awal Mula Kehidupan yang Sulit

Yadi, yang berusia 13 tahun, dan adiknya Siska, yang baru berusia 7 tahun, tinggal bersama orang tua mereka di sebuah kontrakan sempit di daerah Cimahi pojok. Ayah mereka bekerja sebagai penjual bakso, sementara ibunya tidak bekerja. Penghasilan ayah mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga Yadi memutuskan untuk berhenti sekolah dan membantu mencari nafkah dengan mengumpulkan botol bekas di jalanan.

Setiap hari, Yadi mulai bekerja sejak pukul 08.00 pagi, menjelajahi wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, hanya untuk menemukan botol bekas yang bisa dijual ke pengepul. Meski lelah dan kehilangan kesempatan belajar, ia tetap melanjutkan pekerjaannya karena keadaan.

Pertemuan dengan Bripka Rizky Hikmat

Suatu hari, Bripka Rizky Hikmat, anggota Polres Cimahi, melihat dua anak itu berdiri di pinggir jalan sambil membawa karung berisi botol bekas. Saat itu, mereka sedang kehujanan dan tampak sangat lapar. Salah satu dari mereka, Siska, menangis dan merengek kepada kakaknya.

Bripka Rizky langsung tergerak hatinya dan memutuskan untuk membawa mereka makan. Meskipun makanan yang tersedia hanya telur dan nasi, mereka tampak sangat lapar dan lahap setelah seharian berjalan di jalanan.

Keinginan untuk Kembali Sekolah

Saat berbincang, Yadi mengungkapkan bahwa ia putus sekolah dan belum duduk di kelas 6 SD atau kelas 1 SMP. Ia mengaku ingin kembali bersekolah. Sementara itu, Siska juga menyatakan keinginannya untuk bersekolah meski belum pernah masuk sekolah sebelumnya.

Bripka Rizky pun berjanji akan kembali menemui mereka di rumah dan membujuk orang tua untuk memberi kesempatan bagi Yadi dan Siska agar kembali bersekolah.

Tindakan Mantan Kapolres Cimahi

Kisah pilu Yadi dan Siska akhirnya sampai ke telinga mantan Kapolres Cimahi, Kombes Tri Suhartanto. Ia langsung turun tangan dan membagikan video momen menemui Yadi dan Siska di kontrakannya. Setelah mengetahui alasan Yadi putus sekolah, ia langsung menawarkan bantuan untuk menyekolahkan kembali anak tersebut.

Kombes Tri kemudian menghubungi pihak terkait untuk membantu Yadi kembali bersekolah. Pihak tersebut menawarkan program PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang gratis dan fleksibel, cocok untuk anak-anak yang putus sekolah.

Bantuan dan Harapan Masa Depan

Selain bantuan pendidikan, Kombes Tri juga memberikan sejumlah uang kepada keluarga Yadi untuk membayar kontrakan selama setahun. Ia berharap Yadi dan Siska tidak lagi turun ke jalan dan fokus pada belajar demi masa depan yang lebih baik.

Kisah ini menjadi contoh bagaimana tindakan baik dari pihak berwajib dapat memberikan harapan baru bagi anak-anak yang hidup dalam kesulitan. Dengan dukungan dari polisi dan mantan Kapolres, Yadi dan Siska kini memiliki peluang untuk kembali mengejar impian mereka.




Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *