My WordPress Blog
Daerah  

PT STS dan Pemkab Aceh Selatan Kuatkan Pengelolaan Sampah Terpadu di Ladang Rimba

Pemkab Aceh Selatan dan PT Sawit Trumon Sejati Berikan Bantuan CSR Pengelolaan Sampah

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bersama PT Sawit Trumon Sejati (STS) melakukan inisiatif penting dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah di wilayah terdampak bencana. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan menyalurkan bantuan sarana pengelolaan sampah kepada Gampong Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, pada Sabtu (31/1/2026). Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Humas PT STS, Heffy Putra, kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan, Baital Mukadis.

Bantuan yang diberikan berupa 10 tong sampah, satu becak motor viar, dan 100 kompos bag. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi fondasi awal sistem pengelolaan sampah terpadu di tingkat gampong, khususnya di kawasan yang sebelumnya terdampak banjir bandang. Penjabat (Pj) Keuchik Ladang Rimba, Marjaya, menerima bantuan tersebut disaksikan oleh Wakil Ketua TP PKK Aceh Selatan, Hj Ery Baital Mukadis, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Selatan Teuku Masrizar, Direktur POLTAS Nuzuli Fitriadi, serta unsur Forkopimcam setempat.

Perubahan Paradigma Pengelolaan Sampah

Plt Bupati Aceh Selatan, Baital Mukadis, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi perusahaan, pemerintah, dan masyarakat yang dinilai langsung menjawab kebutuhan riil warga. Ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi investasi jangka panjang. Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Jika pola ini berjalan baik, dampaknya besar terhadap kesehatan dan kualitas lingkungan.

Ladang Rimba dipilih karena memiliki pengalaman pahit akibat bencana. Menurutnya, kerusakan lingkungan dan tata kelola sampah yang buruk dapat memperbesar risiko bencana serupa di masa mendatang. “Kita ingin Ladang Rimba bukan hanya pulih, tapi bangkit menjadi contoh desa yang peduli lingkungan,” tegasnya.

Komitmen Perusahaan dan Edukasi Masyarakat

Humas PT STS, Heffy Putra, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar wilayah operasional. “Ini bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Kami berharap sarana ini dimanfaatkan optimal dan menjadi awal kerja sama jangka panjang dalam menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

Sejalan dengan penyerahan bantuan, DLH Aceh Selatan juga menggelar sosialisasi pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Kepala DLH Teuku Masrizar menyebut setiap warga Aceh Selatan rata-rata menghasilkan 0,7 kilogram sampah per hari, dengan sekitar 22,2 persen berupa plastik. “Jika tidak dikelola dari sumbernya, beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) akan terus meningkat dan memicu persoalan lingkungan baru,” jelasnya.

DLH mengedukasi warga untuk memilah sampah ke dalam lima kategori utama, yakni organik, anorganik daur ulang, guna ulang, residu, serta limbah B3. Skema ini sejalan dengan regulasi nasional tentang pengelolaan sampah.

Langkah Menuju Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan

Meski tantangan masih besar mulai dari keterbatasan sarana, luasnya jangkauan layanan hingga rendahnya kesadaran masyarakat peluang perbaikan tetap terbuka. DLH mendorong pemanfaatan Dana Desa 2026 untuk pembentukan bank sampah di tiap gampong, pengolahan organik melalui komposter, maggot, hingga biogas, serta penguatan ekonomi sirkular berbasis desa.

Langkah ini diproyeksikan mampu menekan timbulan sampah rumah tangga hingga 50 persen sekaligus membuka peluang ekonomi baru. “Pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga ketahanan lingkungan, ekonomi desa, dan kesiapsiagaan bencana,” pungkas Masrizar.

Komitmen Pemerintah dalam Pengelolaan Sampah

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menegaskan komitmennya memperkuat regulasi, pengawasan, dan penegakan hukum demi mencapai target pengurangan sampah daerah. Tanpa kolaborasi semua pihak, persoalan sampah dikhawatirkan menjadi “bom waktu” ekologis di tengah upaya pemulihan pascabencana.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *