My WordPress Blog
Daerah  

Banjir Pekalongan Gagalkan Perjalanan Ayu ke Jakarta

Genangan Air Mengganggu Aktivitas di Stasiun Pekalongan

Genangan air masih menggenangi Stasiun Pekalongan pada Sabtu (17/1/2026) siang. Air setinggi mata kaki mengalir pelan di area luar hingga masuk ke dalam stasiun, memaksa penumpang melangkah hati-hati sambil mengangkat barang bawaan. Beberapa sudut peron tampak basah, sementara rel kereta api ikut terendam, membuat aktivitas perjalanan tidak berjalan normal.

Di ruang tunggu, penumpang terlihat duduk berderet dengan wajah lelah. Sebagian sibuk memantau ponsel, berharap ada kabar keberangkatan kereta, sementara lainnya mengantre di loket untuk mengurus pengembalian tiket. Sesekali terdengar petugas stasiun memberikan informasi terkait keterlambatan perjalanan akibat banjir yang melanda wilayah Pekalongan.

Meski hujan telah reda sejak siang hari, genangan belum sepenuhnya surut. Aktivitas di stasiun berjalan terbatas, dengan petugas dan penumpang sama-sama menunggu situasi kembali normal.

Dampak Banjir pada Transportasi Kereta Api

Banjir yang melanda wilayah Pekalongan berdampak pada aktivitas transportasi kereta api (KA). Sejumlah penumpang terpaksa membatalkan perjalanan akibat kondisi jalur yang tidak memungkinkan untuk dilalui. Salah satunya adalah penumpang KA Menoreh tujuan Pasar Senen, Jakarta.

Ayu (21), warga Kota Pekalongan, mengaku membatalkan tiket kereta karena perjalanan tidak dapat dilanjutkan akibat banjir. Dia seharusnya berangkat menggunakan KA Menoreh, pada Sabtu pukul 19.50, namun pembatalan dilakukan karena keberangkatan kereta dibatalkan oleh operator.

“Saya habis membatalkan tiket karena kondisinya lagi banjir, jadi keretanya dibatalkan dari sananya dan tidak bisa berangkat,” ujar Ayu saat ditemui di Stasiun Pekalongan, Sabtu.

Ayu mengatakan, rencana perjalanannya ke Jakarta hanya untuk berlibur. Dia pun memilih membatalkan perjalanan demi keselamatan. Meski demikian, ia menilai proses pembatalan tiket berjalan cukup cepat dan tidak menyulitkan penumpang.

“Prosesnya cepat, cuma agak lama di antreannya saja,” katanya.

Penumpang Menunggu Kebijakan Baru

Sementara itu, salah seorang penumpang KA Argo Sindoro tujuan Gambir, Sundari mengaku, telah menunggu sejak pukul 08.00. Hingga Sabtu siang, kereta yang ditunggunya belum juga diberangkatkan.

“Sudah hampir empat jam saya menunggu. Saya sampai stasiun pun lokasi sudah banjir,” ujar Sundari saat ditemui di Stasiun Pekalongan.

Menurutnya, pihak PT KAI sempat memberikan informasi yang berbeda kepada penumpang. Sebagian penumpang diarahkan untuk menunggu keberangkatan, sementara lainnya memilih melakukan pembatalan tiket.

Senada, Ali mengaku baru mengetahui adanya informasi banjir setelah tiba di stasiun. Ia mengatakan, sesuai jadwal awal, KA Argo Sindoro seharusnya berangkat dari Stasiun Pekalongan, pada pukul 08.15. Dia yang melakukan perjalanan dari Pekalongan ke Gambir menyebutkan bahwa meskipun mengalami keterlambatan cukup lama, perjalanan kereta tidak dibatalkan dan tetap dilanjutkan.

Ia juga mengaku, tidak mendapatkan informasi sebelumnya terkait kondisi banjir di sekitar Stasiun Pekalongan.

“Sampai di stasiun baru tahu, kalau ada informasi banjir,” tambahnya.

Pengembalian Tiket dan Layanan Overstapen

Win Winarno, warga Semarang, mengatakan rencana kunjungan keluarga menggunakan KA Kaligung harus tertunda setelah perjalanan kereta tersebut dibatalkan secara mendadak. Pembatalan keberangkatan yang diumumkan di Stasiun Poncol, Semarang, memaksa penumpang mengurungkan niat bepergian dan memilih mengurus pengembalian tiket.

Win mengaku semula hendak melakukan kunjungan ke rumah keluarganya di wilayah Pekalongan. Dia dijadwalkan berangkat menggunakan KA Kaligung dari Stasiun Poncol, pada pukul 08.30. Namun, sesaat sebelum keberangkatan, pihak stasiun mengumumkan bahwa kereta tidak diberangkatkan.

“Tidak ada penjelasan rinci mengenai penyebab pembatalan. Kami hanya mendapat pengumuman bahwa KA Kaligung tidak berangkat dan diminta untuk melakukan pengembalian tiket,” kata Win.

“Akhirnya melakukan perjalanan ke Pekalongan menggunakan grab,” lanjutnya.

Setelah menerima informasi tersebut, Win menuju Stasiun Pekalongan untuk mengurus proses refund. Dia mengatakan, meskipun pembatalan perjalanan cukup mengecewakan, proses pengembalian tiket berjalan cepat dan tanpa kendala.

“Prosesnya cepat dan tiket dikembalikan 100 persen,” katanya.

Kebijakan Overstapen dan Pengembalian Tiket

PT KAI Daop 4 Semarang menyediakan layanan overstapen serta pengembalian bea tiket bagi pelanggan yang perjalanannya terdampak banjir di antara Stasiun Pekalongan-Stasiun Sragi. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan serta menjaga kenyamanan pelanggan di tengah gangguan operasional perjalanan KA.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif menjelaskan, genangan air menutup jalur hulu dan hilir rel di petak jalan Stasiun Pekalongan-Stasiun Sragi, tepatnya di KM 88+6/7, membuat perjalanan kereta api di lintasan tersebut sementara tidak dapat dilalui, sejak Sabtu dini hari. Kondisi itu berdampak pada tujuh perjalanan kereta api yang mengalami gangguan.

Luqman mengungkapkan, overstapen diberikan kepada pelanggan yang perjalanannya harus dialihkan atau berjalan memutar akibat kondisi jalur yang belum dapat dilalui. Layanan pengalihan perjalanan tersebut disediakan, menggunakan moda transportasi bus tanpa dikenakan biaya tambahan.

“KAI Daop 4 menyiagakan lima bus besar di Stasiun Tegal, serta dua kendaraan di Stasiun Comal untuk melayani pelanggan yang memilih melanjutkan perjalanan melalui skema overstapen,” ujarnya.

Selain layanan overstapen, KAI Daop 4 Semarang juga memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen bagi pelanggan yang memilih membatalkan perjalanan kereta api akibat dampak genangan air di wilayah Pekalongan.

Menurut Luqman, pengajuan pengembalian bea tiket dapat dilakukan maksimal tujuh hari sejak tanggal keberangkatan yang tertera pada tiket. Kebijakan refund tersebut berlaku bagi pelanggan yang terdampak pengalihan perjalanan, perjalanan memutar, maupun keterlambatan kereta api akibat gangguan genangan.

“Pengembalian bea tiket mencakup seluruh harga tiket, termasuk tiket terusan maupun tiket pulang-pergi yang dikelola oleh KAI Group,” katanya.

“Prosesnya dapat dilakukan melalui loket layanan pelanggan di stasiun maupun Contact Center KAI 121,” imbuhnya.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *