My WordPress Blog
Daerah  

Banjir Surut, Warga Kampung Ketiak Ulu Waspada

Banjir di Kampung Ketiak Ulu, Dusun 04 Bukit Berbulu Surut

Banjir yang sempat menggenangi delapan rumah di Kampung Ketiak Ulu, Dusun 04 Bukit Berbulu, Desa Tepus, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat (9/1/2026) kini telah surut. Meski kondisi air telah kembali normal, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan banjir susulan.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Bangka Selatan, Ardiansyah, menjelaskan bahwa kondisi banjir di wilayah tersebut saat ini sudah terkendali. Air mulai berangsur surut sejak sore hingga petang kemarin, sehingga hari ini air yang sempat merendam warga sudah mulai surut dan terkendali.

“Alhamdulillah banjir Kampung Ketiak Ulu, Dusun 04 Bukit Berbulu sudah surut,” kata dia kepada media.

Menurut Ardiansyah, surutnya genangan air tidak terlepas dari berkurangnya intensitas hujan yang sebelumnya mengguyur wilayah tersebut. Selain itu, kondisi aliran air yang mulai lancar turut membantu mempercepat penurunan debit air di kawasan pemukiman warga.

Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan terus waspada, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah. Ardiansyah menegaskan, kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan berada di sekitar aliran sungai maupun dataran rendah.

Warga turut diminta memperhatikan perkembangan cuaca, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi, serta menghindari aktivitas di lokasi rawan banjir. Masyarakat diharapkan segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi kenaikan debit air atau kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Hal ini penting guna mengantisipasi dampak yang lebih besar,” ucapnya.

Selain pemantauan lapangan, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat serta instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan bencana. Koordinasi tersebut meliputi penyampaian informasi cuaca, kesiapan personel, serta langkah-langkah penanganan darurat jika diperlukan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila melihat tanda-tanda peningkatan debit air atau kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga. Pelaporan dini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

“Keselamatan warga menjadi prioritas. Jika ada kondisi darurat, segera laporkan agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Ardiansyah.

Hujan Intensitas Tinggi Sebabkan Banjir di Desa Tepus

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, pada Kamis (9/1/2026), menyebabkan banjir di Desa Tepus, Kecamatan Airgegas. Luapan air sungai yang tidak mampu menampung debit hujan menggenangi permukiman warga di Kampung Ketiak Ulu, Dusun 04 Bukit Berbulu. Sejumlah rumah dilaporkan terdampak dalam peristiwa tersebut.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Bangka Selatan, Ardiansyah, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian banjir pada pukul 13.00 WIB. Informasi awal diterima oleh petugas Regu 1 dari setelah hujan lebat berlangsung cukup lama sejak dua hari terakhir.

Akibatnya, sungai meluap di sekitar pemukiman warga dengan ketinggian bervariasi mulai selutut hingga pinggang orang dewasa. “Curah hujan yang tinggi membuat sungai tidak mampu menampung air, sehingga terjadi luapan dan menggenangi pemukiman warga di Desa Tepus,” kata dia.

Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima, banjir terjadi secara bertahap seiring meningkatnya intensitas hujan. Air sungai yang meluap kemudian memasuki kawasan permukiman yang berada di sekitar aliran sungai. Kondisi tersebut membuat sejumlah rumah warga terdampak genangan air, meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Menindaklanjuti laporan tersebut, komandan regu segera meneruskan informasi kepada seluruh anggota. Tim gabungan dari unsur Damkar dan Penanggulangan Bencana (PB) langsung disiagakan untuk melakukan penanganan awal di lokasi kejadian. Sekitar pukul 14.00 WIB, tim bergerak menuju Desa Tepus. Namun, medan dan kondisi cuaca menyebabkan waktu tempuh menjadi cukup lama. Tim baru tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 16.00 WIB.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang terdampak banjir. “Hasil pendataan sementara, terdapat sekitar delapan rumah warga yang terdampak banjir di Kampung Ketiak Ulu, Dusun 04 Bukit Berbulu,” jelas Ardiansyah.

Meski demikian, Ardiansyah memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Baik korban meninggal dunia, luka berat, maupun luka ringan nihil. Selain itu, hingga saat ini belum ada laporan terkait kerugian materi yang dialami warga, karena proses pendataan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

“Untuk korban jiwa tidak ada. Kerugian materi masih dalam pendataan, belum bisa ditaksir,” jelasnya.

Penyebab utama banjir dipastikan berasal dari faktor alam, yakni hujan yang turun dengan intensitas sangat lebat dalam waktu relatif lama. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas sungai terlampaui, sehingga air meluap ke wilayah sekitarnya. Ardiansyah menambahkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memantau perkembangan situasi di lapangan.

Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Beruntung, sampai kini kondisi air mulai berangsur surut. Genangan yang sebelumnya merendam kawasan permukiman perlahan menyusut seiring meredanya intensitas hujan. Warga yang terdampak pun mulai melakukan pembersihan di lingkungan sekitar rumah masing-masing.

“Petugas tetap siaga dan memantau kondisi di lokasi,” ucapnya.

Ardiansyah menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama di musim hujan. Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas apabila terjadi kondisi darurat serupa di wilayahnya. Respons cepat sangat penting agar penanganan bisa segera dilakukan dan dampak banjir tidak meluas.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai,” pungkas Ardiansyah.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *