My WordPress Blog
Daerah  

Banjir Landa Wilayah Kalbar, BPBD Usulkan Status Siaga

Banjir Melanda Berbagai Wilayah Kalimantan Barat

Banjir yang terjadi di beberapa kabupaten dan kota di Kalimantan Barat telah memengaruhi ribuan warga. Berdasarkan laporan dari Pusdalops BPBD Kalbar, banjir telah melanda Kabupaten Sambas, Sekadau, Sintang, Melawi, Bengkayang, serta Kota Singkawang. Di Kabupaten Sambas, banjir mulai terjadi sejak 5 Januari 2026 di Kecamatan Galing. Sebanyak 406 kepala keluarga (KK) atau 1.724 jiwa dilaporkan terdampak oleh banjir tersebut.

Di Kabupaten Sekadau, banjir menyerang dua kecamatan. Di Kecamatan Nanga Taman, banjir merendam Desa Melati dengan 246 KK atau 902 jiwa terdampak, serta Desa Mongko dengan 530 KK atau 1.921 jiwa. Sementara itu, di Kecamatan Nanga Mahap, banjir juga terjadi di Desa Lembah Beringin dengan jumlah terdampak sebanyak 417 KK atau 1.382 jiwa.

Di Kota Singkawang, banjir dilaporkan terjadi di Jalan Kediri, tepatnya di belakang Kantor Wali Kota Singkawang. Namun hingga Jumat pagi, BPBD Kalbar belum menerima laporan resmi terkait jumlah warga maupun fasilitas umum yang terdampak. Menurut Daniel, Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar, banjir di Singkawang dipicu hujan lebat yang terjadi sejak 7–8 Januari 2026 serta dipengaruhi oleh banjir rob.

Daerah Lain Terkena Dampak Banjir

Untuk Kabupaten Sintang, banjir bandang terjadi di Desa Nanga Pari, Kecamatan Tempunak. Hingga saat ini, data jumlah warga dan fasilitas umum yang terdampak masih dalam proses pendataan karena BPBD setempat sedang melakukan kaji cepat di lapangan.

Selain itu, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bengkayang. Namun, data rinci masih menunggu laporan dari BPBD setempat. Di Kabupaten Melawi, banjir dan banjir bandang terjadi di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Tanah Pinoh, banjir merendam Desa Bata Luar dengan 88 KK atau 245 jiwa terdampak, Desa Maris Permai 55 KK atau 160 jiwa, Desa Bina Jaya 45 KK atau 120 jiwa, serta Desa Pelita Kenaya 51 KK atau 172 jiwa.

Di Kecamatan Tanah Pinoh Barat, banjir bandang melanda Desa Keluas Hulu, Harapan Jaya, Laja, Lintah Taum, Ulak Muid, Pelita Jaya, dan Bukit Raya. Sementara itu, di Kecamatan Belimbing, banjir terjadi di Desa Balai Agas dengan 179 KK terdampak dan Desa Upit sebanyak 70 KK. Adapun di Kecamatan Ella Hilir, tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Bemban Permai, namun data dampak masih dalam proses pendataan.

Langkah Pengurangan Risiko Bencana

Untuk mengantisipasi dampak banjir yang lebih luas, BPBD Kalbar mendorong pemerintah kabupaten/kota segera menetapkan status siaga bencana banjir dan tanah longsor. Dengan penetapan status siaga, penanganan bisa lebih masif karena melibatkan banyak pihak. Hingga saat ini, baru dua daerah yang telah menetapkan status siaga, yakni Kabupaten Mempawah dengan status siaga hingga 11 Maret 2026, dan Kabupaten Ketapang hingga 31 Maret 2026.

BPBD Kalbar juga mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, wilayah pesisir, dan daerah rawan banjir agar tetap waspada. Masyarakat diminta menyiapkan tas siaga berisi obat-obatan, perlengkapan evakuasi mandiri, serta dokumen penting keluarga. Selain itu, pengurus lingkungan seperti RT, RW, dan kepala dusun diminta berkoordinasi dengan PLN jika terjadi banjir yang merendam rumah warga, agar aliran listrik dapat diputus untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.


Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *