My WordPress Blog

10 Fakta Menarik Evia Maria: Ujian Proposal 6 Januari 2026, Rencana Tunangan Setelah Wisuda

Ringkasan Berita tentang Evia Maria

Evia Maria, seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) yang ditemukan meninggal dunia pada Selasa (30/12/2025), ternyata memiliki banyak rencana untuk masa depannya. Mahasiswi asal Kepulauan Sitaro ini masih aktif menjalani perkuliahan dan sedang mempersiapkan ujian proposal skripsi yang dijadwalkan pada 6 Januari 2026. Selain itu, ia juga merencanakan pertunangan setelah lulus.

Peristiwa Kematian Evia Maria

Warga Sulawesi Utara (Sulut) kaget dengan kabar kematian Evia Maria (21 tahun). Ia adalah mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Psikologi (FIPP) Unima Tondano Minahasa yang ditemukan meninggal tak wajar di kosnya di Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulut. Wafatnya Evia membuat warga Sulut gempar dan berduka, terlebih karena ia akan mengikuti ujian proposal skripsi dalam waktu dekat.

Kronologi Penemuan Jasad

Dari informasi dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 Wita. Penemuan berawal saat pemilik kost berinisial YR menerima panggilan dari salah satu penghuni kost yang memberitahu bahwa ada seorang penghuni yang ditemukan meninggal. YR langsung bergegas menuju lokasi indekost dan melihat Evia Maria berada di depan pintu masuk kost dengan kondisi sudah meninggal. Selanjutnya, YR menghubungi pihak kelurahan untuk melaporkan kejadian tersebut.

Penyemayaman Jenazah

Jenazah Evia Maria disemayamkan di rumah kerabat di Perumahan CBA Gold, Teterusan, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Sulut. Jenazah kini disemayamkan di kediaman Kel. Pdt Roos Merry Kabuhung. Pendeta Roos merupakan tante Evi Maria yang melayani sebagai Pendeta di Jemaat GMIM Eden Mapanget. Keluarga berencana membawa pulang jenazah Evi Maria ke Ulu Siau, Kepulauan Sitaro, Sulut Rabu (31/12/2025) pagi ini. Namun, rencana ini batal menyusul keputusan jenazah Evi akan diotopsi.

Otopsi dan Luka Biru di Tubuh

Jenazah Evia Maria Mangolo, mahasiswi Unima yang meninggal di tempat kos di Tomohon, akan menjalani otopsi di RS Kandou Manado, pada Rabu (31/12/2025). Otopsi diputuskan oleh keluarga setelah ditemukan sejumlah luka yang membiru di tubuh jenazah. Ketsia, tante dari Evia, bercerita bahwa pada Selasa (30/12/2025) malam di rumah duka di Perum CBA Gold, Mapanget, Minut, Sulut ia memperoleh sebuah dorongan untuk memeriksa kaki dari jenazah. “Saat itulah ada tanda biru serta tanda seperti luka,” katanya. Beberapa saat kemudian, atas saran seseorang, pihaknya membuka tubuh jenazah dan ditemukan tanda biru di pinggang kiri dan di paha atas. “Dari situ lantas diputuskan untuk dilakukan otopsi,” katanya.

Pesan Menyentuh Sebelum Natal

Evia Maria, mahasiswi Unima yang ditemukan meninggal di Tomohon dikenal sebagai sosok yang baik, rajin, pintar dan agak pendiam. Hal ini diutarakan Ketsia, tante korban kepada Tribunmanado.com di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold, Teterusan, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Sulut, Rabu (31/12/2025). “Ia memang pendiam, tapi rajin,” katanya. Ia bercerita, Evia sangat rajin membuat tugas kelompok. Kadang, kata dia, saat menginap di rumahnya, Evia sering lupa makan karena kerjakan tugas. “Saya sering tegur makan dulu, dan ia tetap dengan laptopnya,” katanya. Sebut dia, Evia juga pintar. Selain itu baik hati. Meski pendiam, Evia punya semangat tinggi untuk belajar.

Rencana Tunangan Setelah Wisuda

Evia Maria ternyata sudah punya tambatan hati. “Ia sudah punya pacar,” kata Ketsia, tante korban kepada Tribun manado di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Rabu (31/12/2025). Sebut dia, sang pacar saat ini bertugas di Papua. Keduanya direncanakan akan tunangan setelah Evia wisuda. Ia ingat, Evia pernah mengantar pacarnya naik kapal di Bitung. “Evia juga pernah mengunggah foto sang pacar,” katanya.

Mimpi Tinggi untuk Jadi Pramugari

Di mata sahabatnya, Nadia, Evia adalah gadis ceria dengan mimpi besar untuk terbang tinggi dengan pesawat meninggalkan pulau kecil asalnya di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut). Evia Maria kerap berbicara tentang langit dan seragam pramugari yang suatu hari ingin ia kenakan. Kepada wartawan, Indri Panigoro, Nadia mengungkap cita-cita Evia Maria. Nadia mengenang Evia sebagai sosok yang ceria dan memiliki mimpi besar. Salah satu cita-cita Evia yang sering ia ceritakan adalah keinginannya untuk menjadi pramugari. “Dia sering bilang sebenarnya dia sangat ingin jadi pramugari,” katanya.

Curhatan ke Sahabat Sambil Menangis

Nadia juga mengungkap percakapan terakhirnya dengan almarhumah. Evia, kata Nadia kerap curhat soal kasus dugaan pelecehan seksual yang ia alami. Sosok yang kerap disebut Evia dalam curhatannya yakni salah satu oknum dosen di Unima. Beberapa waktu sebelum meninggal dunia, Evia sempat mendatangi kos Nadia. Saat itu, Evia mengatakan ingin ke kos Nadia untuk bercerita, sembari menunjukkan rencana foto studio seperti foto kelulusan SMA. “Waktu di kos, dia tiba-tiba curhat sambil menangis. Dia cerita tentang dosen yang diduga melecehkannya,” kata Nadia saat diwawancarai di akun Facebooknya bernama Nadia, Kamis 1 Januari 2026 sore. Nadia menuturkan, Evia juga pernah menyampaikan bahwa dirinya telah menerima perlakuan tidak pantas melalui pesan langsung (DM) dari dosen yang bersangkutan. Evia bahkan sempat mengirimkan pesan suara (voice note) kepada Nadia, mengaku telah melaporkan dugaan pelecehan itu kepada Wakil Dekan III (WD III).

Ujian Proposal Skripsi 6 Januari 2026

Evia Maria seharusnya tinggal beberapa langkah lagi menuntaskan kuliahnya di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Jurusan Pendidikan Guru SD Universitas Negeri Manado. Tapi harapan tinggal harapan. Beberapa hari jelang ujian, Evia ditemukan meninggal di tempat kosnya di Kaaten, Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Selasa 30 Desember 2025 pagi. Evia dijadwalkan ujian seminar proposal skripsi pada Selasa 6 Januari 2025. “Kasiang anak ini. Padahal tanggal 6 Januari somo ujian,” kata paman Evia, Jhonli Mangolo di rumah persemayaman, Perumahan CBA Gold, Mapanget, Minahasa Utara, Rabu (31/12/2025). Kata Jhonli, mungkin karena sudah terjadwal ujian tanggal 6 sehingga Evia memutuskan tidak pulang ke Ulu Siau, Kepulauan Sitaro.

Tangisan Revan Adik Evia Maria

Revan Mangolo, adik dari Antoineta Evia Maria Mangolo, tak kuasa menahan tangis. Ia histeris di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Sulut, Rabu 30 Desember siang ini. “Kakak, kenapa begini. Tuhan tolong,” ujar Revan dalam tangisnya. Seorang kerabat perempuan berusaha menghibur remaja yang duduk di kelas 2 SMP ini. Ia tak menyangka, komunikasi dengan sang kakak via WhatsApp pekan lalu jadi yang terakhir. “Bilang mau pulang setelah tahun baru. Bagaimana kak, kaaaak kaaak,” ujarnya lirih. Revan mengaku, ia sangat berharap bisa merayakan Natal dengan kakaknya.

Pemeriksaan DM Oknum Dosen

Universitas Negeri Manado (UNIMA) Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) membebastugaskan oknum dosen berinisial D.M. DM dibebastugaskan sebagai dosen imbas dugaan kasus kekerasan seksual yang ditulis Evia Maria melalui surat pernyataan. Wafatnya Evia Maria membuat warga Sulut menyoroti Unima. Menanggapi kasus ini, Unima langsung membebastugaskan DM. Kebijakan tersebut diambil menyusul pemeriksaan internal kampus terhadap dosen yang bersangkutan pada Rabu (31/12/2025). Kepala Humas Unima Titof Tulaka menyebut, setelah diperiksa di lingkungan kampus, oknum dosen tersebut langsung menuju kepolisian. “Setelah diperiksa, oknum tersebut langsung menuju ke polisi untuk pemeriksaan,” ujar Kepala Humas Unima saat diwawancara, Kamis (1/1/2026). Ia menjelaskan, pemeriksaan itu merupakan panggilan dari pihak kepolisian terhadap dosen tersebut terkait adanya dugaan pelecehan yang dialami mahasiswi. Namun, saat dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Tomohon Tengah, Iptu Stenly Tawalujan, mengatakan pihaknya tidak menerima laporan terkait kasus tersebut. “Laporan tidak masuk ke kami, dia diperiksa ke Polda Sulut,” ujar Iptu Stenly saat dihubungi via telepon, Jumat (2/1/2026). Hingga berita ini diturunkan, saat dihubungi, pihak Humas Polda Sulawesi Utara belum memberikan tanggapan.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *