My WordPress Blog

Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat, Wamensos: Perintah Presiden



Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menekankan pentingnya pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Ia menyatakan bahwa program pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Agus Jabo saat menerima audiensi Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Banggai Nur Djalal, serta Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Banggai Ronal Putje di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, pada Kamis (16/4).

Menurut Agus Jabo, presiden meminta setiap kota atau kabupaten memiliki minimal satu Sekolah Rakyat. Ia menegaskan bahwa meskipun saat ini proses pembangunan sedang berjalan di Banggai, tidak perlu khawatir karena ini adalah perintah presiden.

“Jadi prinsipnya, presiden mintanya setiap kota/kabupaten minimal punya satu (Sekolah Rakyat). Saya ingin mengatakan, walaupun sekarang di Banggai sedang berproses, enggak usah khawatir karena itu perintah presiden gitu loh, tinggal waktunya saja. Kalau tidak bisa mulai tahun ini ya mudah-mudahan karena sudah diusulkan awal-awal tahun depan sudah bisa dibangun,” ujar Agus Jabo.

Saat ini, Pemkab Banggai sedang dalam proses pecah lahan dan menunggu sertifikasi terkait status tanah di Desa Bumi Beringin, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai yang akan digunakan. Lahan milik pemda tersebut memiliki luas total 85 hektare. Dari jumlah tersebut, 10 hektare di antaranya diusulkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

Agus Jabo menjelaskan bahwa pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat kini masuk ke tahap kedua yang tersebar di 104 titik di seluruh Indonesia. Sekolah-sekolah ini ditargetkan beroperasi pada tahun ajaran baru 2026 untuk menggantikan gedung sekolah rintisan yang digunakan sejak Juli 2025 lalu.

Lebih lanjut, Agus Jabo menyampaikan bahwa jika pembangunan Sekolah Rakyat di Banggai tidak dapat dilakukan pada tahap kedua, maka bisa mengikuti tahap ketiga. Namun, status lahan yang diusulkan harus jelas dan memiliki sertifikat.

“Di Banggai kan tidak ada rintisan, jadi kalau kemudian slot untuk tahap yang ketiga karena Pak Presiden minta selain 104 (titik) ada 100 sekolah lagi (akan dibangun) di tahun ini. Kalau kuotanya masih ada, ya nanti (usulan Pemkab Banggai) masuk tahap ketiga dengan catatan harus definitif punya pemkab. Apa buktinya? Harus (punya) sertifikat atas nama pemkab,” jelasnya.

“Jadi untuk Pemkab Banggai silakan kekurangannya dilengkapi,” tambah Agus Jabo.

Agus Jabo menambahkan bahwa Prabowo menginstruksikan agar pemerintah pusat dan daerah bersinergi dalam menjalankan program-program prioritas presiden. Tujuannya salah satunya adalah menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia.

“(Target) Yang kedua, angka kemiskinan di Indonesia di tahun 2029 harus di bawah 2 persen, maka program-program pusat, seperti Sekolah Rakyat, terus kemudian Koperasi Desa Merah Putih, kampung nelayan, silakan semuanya segera diakses,” ungkap Agus Jabo.

Sementara itu, Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili menyebutkan bahwa proses sertifikasi pecah lahan diperkirakan selesai pada akhir bulan ini. Dia juga mengungkapkan bahwa tanah yang diusulkan telah dinyatakan memenuhi syarat pembangunan.

“Kementerian PU juga sudah melakukan peninjauan. Hasilnya, memenuhi syarat,” ujar Furqanuddin.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *