My WordPress Blog

Jawaban Pelatihan Konsep Gender dalam Islam, Modul 3.1-3.10 Pintar Kemenag 2025

Pelatihan Pemahaman Konsep Gender dalam Islam: Modul 3.1-3.10

Pelatihan Pemahaman Konsep Gender dalam Islam merupakan program yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Pendidikan dan Keagamaan Sumber Daya Manusia, Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Agama Republik Indonesia. Program ini diadakan dalam bentuk MOOC (Massive Open Online Course) secara asinkron dan full online, tanpa keharusan mengikuti jadwal zoom atau tatap muka.

Pelatihan ini berlangsung selama lima hari, yaitu dari tanggal 11 hingga 15 Desember 2025, dengan total durasi pelatihan sebesar 18 jam pelatihan (JP). Selama pelatihan, peserta akan mempelajari sepuluh modul yang terdiri dari lima topik utama. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai isi modul-modul tersebut:

  • Modul 3.1 dan 3.2: Nilai-Nilai Dasar dan Prinsip Islam tentang Keadilan dan Kesetaraan serta Penghormatan terhadap Sesama – Bagian 1 dan 2
  • Modul 3.3 dan 3.4: Manusia Diciptakan Berpasangan untuk Bekerjasama dan Setara – Bagian 1 dan 2
  • Modul 3.5 dan 3.6: Hak dan Tanggung Jawab yang Setara antara Laki-Laki dan Perempuan – Bagian 1 dan 2
  • Modul 3.7 dan 3.8: Membedah Mitos & Realitas Penafsiran Al-Qur’an tentang Perempuan: Reinterpretasi Menuju Kesetaraan Perspektif Islam – Bagian 1 dan 2
  • Modul 3.9 dan 3.10: Nilai-Nilai Kesetaraan dalam Islam – Bagian 1 dan 2

Setelah menyelesaikan setiap modul, peserta diwajibkan menjawab sejumlah pertanyaan. Berikut ini adalah jawaban lengkap dari modul-modul tersebut, yang bisa menjadi referensi bagi guru-guru yang mengikuti pelatihan.


Jawaban Modul 3.2: Nilai-Nilai Dasar dan Prinsip Islam tentang Keadilan dan Kesetaraan serta Penghormatan terhadap Sesama – Bagian 2

  1. Pendekatan tafsir yang mempertimbangkan konteks sosial dan zaman disebut.
  2. Jawaban: D Tafsir kontekstual dan tematik

  3. Ayat 34 surat al-Nisa tidak secara eksplisit melarang perempuan menjadi memimpin. Jadi, hal ini lebih merupakan persoalan adalah…

  4. Jawaban: A Interpretasi

  5. Apa tujuan utama dari pendekatan tafsir kontekstual dan tematik?

  6. Jawaban: A Mencapai keadilan, kasih sayang, dan kesetaraan manusia

  7. Dalam konteks penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an, apa yang dimaksud penafsiran secara tekstual?

  8. Jawaban: C Menafsirkan secara literal tanpa mempertimbangkan konteks turun ayat

  9. Dalam pemaporan materi, diingatkan pentingnya melakukan dialog yang bersifat

  10. Jawaban: B Saling menghormati dan memahami perbedaan pandangan

  11. Apa tujuan dari Maqashid Syari’ah?

  12. Jawaban: B Keadilan dan kemaslahatan

  13. Penggunaan pendekatan tafsir inklusif dan kontekstual bertujuan untuk

  14. Jawaban: D Reinterpretasi menuju kesetaraan hak dan tanggung jawab

  15. Mengapa penting memahami konteks sejarah dan sosial budaya saat ayat Al-Qur’an diturunkan?

  16. Jawaban: B Agar pemahaman tidak terjebak pada pretold Metal dan parasatuna.web.id

  17. Apa prasyarat yang disebutkan dalam ayat tersebut agar laki-laki dapat memiliki posisi qowwam terhadap perempuan?

  18. Jawaban: C Memiliki kelebihan dan kontribusi finansial

  19. Dari materi di atas, Islam seharusnya menjadi agama yang …

  20. Jawaban: C Keadilan tanpa diskriminasi dan saling menghormati

Jawaban Modul 3.4: Manusia Diciptakan Berpasangan untuk Bekerjasama dan Setara – Bagian 2

  1. QS. Al-Hujurat:13 menekankan /ta’arafu (saling mengenal). Ayat ini relevan untuk relasi berpasangan karena…..
  2. Jawaban: C. Relasi dibangun dengan saling mengenal kebutuhan dan kelebihan

  3. Sikap yang sesuai dengan semangat kesetaraan dalam Islam adalah…

  4. Jawaban: D. Memberi kesempatan yang sama untuk berkontribusi

  5. Tujuan penciptaan pasangan menurut QS. Ar-Rum: 21 adalah…

  6. Jawaban: C Ketenangan, kasih sayang, dan harmoni

  7. Dalam pandangan Islam, keunggulan seseorang tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh

  8. Jawaban: C Ketakwaannya

  9. Pasangan suami istri berdialog sebelum mengambil keputusan penting, memastikan pendapat masing-masing dihargai. Tindakan Ini menunjukkan nilai

  10. Jawaban: B Tawazun

  11. Perempuan dalam sejarah Islam (seperti Sayyidah Khadijah, Nusaibah dan Aisyah) memainkan peran publik yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa…

  12. Jawaban: B Perempuan memiliki kapasitas besar di berbagai bidang

  13. Jika di tempat kerja terdapat pembagian tugas yang adil antara laki-laki dan perempuan, nilai islam yang tercermin adalah…

  14. Jawaban: D Musawah

  15. Dalam keadilan gender islam, prinsip al-musawah menekankan martabat manusia kesetaraan tanpa diskriminasi. Sikap paling sesuai dengan prinsip tersebut adalah…

  16. Jawaban: B Menilai seseorang berdasarkan kapasitas, bukan jenis kelamin

  17. Rani dan Dimas memiliki dua anak. Ketika Rani mengikuti beasiswa luar negeri selama 8 bulan, Dimas mengurus anak-anak sambil bekerja dari rumah. Namun keluarga besar menganggap Rani “egois” dan “tidak pantas meninggalkan suami.”

  18. Jawaban: C Orang tua mengasumsikan bahwa pengembangan kapasitas salah satu pihak adalah kebaikan bagi seluruh keluarga

  19. Dalam QS. At-Taubah: 71, laki-laki dan perempuan digambarkan sebagai

  20. Jawaban: A Penolong bagi sebagian yang lain

Jawaban Modul 3.6: Hak dan Tanggung Jawab yang Setara antara Laki-Laki dan Perempuan – Bagian 2

  1. Sakinah dicapai melalui dua pilar, yaitu…
  2. Jawaban: C Mawaddah dan Rahmah.

  3. Relasi suami istri seharusnya didasarkan pada prinsip…

  4. Jawaban: C Relasi kemitraan untuk saling menolong

  5. Kata awliyâu dalam QS. At-Taubah: 71 diterjemahkan sebagai….

  6. Jawaban: A Penolong.

  7. Prinsip relasi dalam pernikahan yang ditekankan adalah…

  8. Jawaban: D Menolong, Bukan Menguasai.

  9. Tawadhu’ dalam konflik suami istri diwujudkan dengan fokus pada…

  10. Jawaban: A Bagaimana kita bisa lebih baik.

  11. Makna libas sebagai “Saling menutupi kekurangan” merujuk pada…

  12. Jawaban: C Saling menutupi aib dan kekurangan.

  13. Relasi tolong-menolong (awliyau ba’dh) dalam pernikahan meliputi kemitraan untuk saling menolong dalam…

  14. Jawaban: B Kebaikan, ibadah, dan perjuangan hidup.

  15. Dalam keadilan gender islam, prinsip al-musawah menekankan kesetaraan martabat manusia tanpa diskriminasi. Sikap paling sesuai dengan prinsip tersebut adalah

  16. Jawaban: B Menilai seseorang berdasarkan kapasitas, bukan jenis kelamin.

  17. Bagaimana hak dan kewajiban suami-istri seharusnya dijalankan dalam pernikahan?

  18. Jawaban: D Hak dan kewajiban tidak berdiri sendiri, tetapi selalu berpasangan secara adil dan penuh empati.

  19. Dampak dari kesetaraan Derajat (diciptakan dari jiwa yang satu) adalah…

  20. Jawaban: B Keduanya memiliki derajat yang sama di hadapan Allah.

Jawaban Modul 3.8: Membedah Mitos & Realitas Penafsiran Al-Qur’an tentang Perempuan: Reinterpretasi Menuju Kesetaraan Perspektif Islam – Bagian 2

  1. Salah satu kata kunci dalam ayat 34 surat al-Nisa yang perlu diperhatikan adalah “Qowwam.” Kata ini memiliki arti yang beragam. kecuali..
  2. Jawaban: B Pendiri negara

  3. Dalam konteks penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an, apa yang dimaksud penafsiran secara tekstual?

  4. Jawaban: D Menafsirkan secara literal tanpa mempertimbangkan konteks turun ayat

  5. Ayat 34 surat al-Nisa tidak secara eksplisit melarang perempuan menjadi memimpin. Jadi, hal ini lebih merupakan persoalan adalah…

  6. Jawaban: B Interpretasi

  7. Salah satu dampak negatif dari penggunaan ayat tertentu secara tekstual sebagai dalih melarang perempuan berpartisipasi adalah..

  8. Jawaban: B Menimbulkan ketidakadilan dan peminggiran peran perempuan

  9. Al-Qur’an surat al-Nisa ayat 34 sering disalahtafsirkan sebagai bukti bahwa kepemimpinan laki-laki bersifat….

  10. Jawaban: D Absolut

  11. Apa faktor utama yang menyebabkan perempuan masih dipinggirkan dalam masyarakat?

  12. Jawaban: D Faktor sosial budaya dan agama

  13. Relasi tolong-menolong (awliyau ba’dh) dalam pernikahan meliputi kemitraan untuk saling menolong dalam…

  14. Jawaban: B Kebaikan, ibadah, dan perjuangan hidup.

  15. Apa prasyarat yang disebutkan dalam ayat tersebut agar laki-laki dapat memiliki posisi qowwam terhadap perempuan?

  16. Jawaban: C Memiliki kelebihan dan kontribusi finansial

  17. Apa tujuan dari Maqashid Syari’ah?

  18. Jawaban: B Keadilan dan kemaslahatan

  19. Apa tujuan utama dari pendekatan tafsir kontekstual dan tematik?

  20. Jawaban: C Mencapai keadilan, kasih sayang, dan kesetaraan manusia

Jawaban Modul 3.10: Nilai-Nilai Kesetaraan dalam Islam – Bagian 2

  1. Amal shaleh berarti tindakan yang
  2. Jawaban: C Tidak merusak dan membawa kebaikan

  3. Salah satu pandangan tradisional terhadap perempuan yang ditampilkan dalam PPT adalah perempuan dianggap sebagai

  4. Jawaban: B Makhluk inferior

  5. Salah satu jenis amal shaleh menurut PPT adalah

  6. Jawaban: A Amal duniawi dan ukhrowi

  7. Menjadi khalifah fil ardh berarti manusia…

  8. Jawaban: D Diuji melalui perbuatannya

  9. Jargon “Swargo Nunut Neroko Katut dalam budaya Jawa menggambarkan bahwa perempuan dianggap sebagai..

  10. Jawaban: A Makhluk yang mengikuti laki-laki dalam segala hal

  11. Kata shalih berarti…

  12. Jawaban: D Terhindar dari kerusakan

  13. Salah satu ciri amal shaleh ukhrawi adalah..

  14. Jawaban: D Ekspresi ketaatan kepada Allah

  15. Perbedaan utama antara keshalehan duniawi dan ukhrowi menurut PPT adalah…..

  16. Jawaban: A Unsur imannya

  17. Amal shaleh ukhrowi lahir dari…

  18. Jawaban: B Keimanan

  19. Kesimpulan utama PPT adalah bahwa setiap manusia..

  20. Jawaban: A Bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing


Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *