My WordPress Blog

100 Soal BMR Kelas 7 Semester 2 Budaya Melayu Riau Pilihan Ganda & Essay

Pengertian Pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR)

Dalam dunia pendidikan, pelajaran Budaya Melayu Riau adalah mata pelajaran yang secara khusus mempelajari dan mendalami berbagai aspek budaya Melayu yang berkembang di Provinsi Riau. Tujuan utamanya untuk memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai, tradisi, seni, dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas masyarakat Melayu Riau.

  • Budaya Melayu Riau: Mempelajari berbagai aspek budaya Melayu yang ada di Riau, termasuk sejarah, bahasa, adat istiadat, seni (musik, tari, teater, seni rupa), tradisi lisan (pantun, syair, cerita rakyat), kuliner, dan kearifan lokal.
  • Pelestarian: Berupaya untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Melayu Riau agar tidak punah dan tetap relevan di era modern.
  • Pengembangan: Mengembangkan potensi budaya Melayu Riau agar dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat.

Aspek-aspek yang dipelajari dalam Muatan Lokal atau Mulok Budaya Melayu Riau:

  1. Sejarah: Mempelajari sejarah Kerajaan Melayu Riau-Lingga, tokoh-tokoh penting dalam sejarah Melayu Riau, dan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk budaya Melayu Riau.
  2. Bahasa: Mempelajari bahasa Melayu Riau, termasuk dialek, kosakata, dan tata bahasa.
  3. Adat Istiadat: Mempelajari berbagai adat istiadat Melayu Riau, seperti adat perkawinan, adat kematian, adat kelahiran, dan upacara-upacara adat lainnya.
  4. Seni: Mempelajari berbagai seni tradisional Melayu Riau, seperti:
  5. Musik: Zapin, Ghazal, Kompang, dan alat musik tradisional lainnya.
  6. Tari: Zapin, Joget, dan tari tradisional lainnya.
  7. Teater: Mak Yong, Mendu, dan teater tradisional lainnya.
  8. Seni Rupa: Ukiran kayu, tenun songket, batik, dan kerajinan tangan lainnya.
  9. Tradisi Lisan: Mempelajari pantun, syair, cerita rakyat, legenda, dan mitos yang berkembang di masyarakat Melayu Riau.
  10. Kuliner: Mempelajari berbagai makanan dan minuman khas Melayu Riau, serta cara pembuatannya.
  11. Kearifan Lokal: Mempelajari nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang terkandung dalam budaya Melayu Riau, seperti gotong royong, musyawarah, toleransi, dan menjaga lingkungan.

Tujuan Pembelajaran Muatan Lokal Budaya Melayu Riau:

  • Meningkatkan pemahaman dan kecintaan siswa terhadap budaya Melayu Riau.
  • Menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas sebagai masyarakat Melayu Riau.
  • Meningkatkan keterampilan siswa dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Melayu Riau.
  • Membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi daerah.

Manfaat Mempelajari Muatan Lokal Budaya Melayu Riau:

  • Memperkuat identitas budaya.
  • Melestarikan warisan budaya.
  • Meningkatkan rasa cinta tanah air.
  • Mengembangkan potensi daerah.
  • Meningkatkan daya saing daerah.

Contoh Soal BMR Kelas 7 Semester 2

Berikut 100 contoh soal BMR kelas 7 semester 2 Mulok Budaya Melayu Riau SMP dan MTs mulai dari BAB 6 sampai BAB 11 dalam bentuk pilihan ganda dan essay serta kunci jawaban dan penjelasan sesuai buku paket Kurikulum Merdeka:

I. Contoh Soal Pilihan Ganda dan Kunci Jawaban

BAB 6

  1. Lirik nyanyian pengantar tidur dipenuhi nilai-nilai berupa, kecuali…
    a. ajaran-ajaran agama

    b. nasihat dan kasih sayang

    c. harapan-harapan dan kritikan

    d. kecurigaan dan ketidaksengajaan

    Jawaban: d. kecurigaan dan ketidaksengajaan

    Penjelasan : Nyanyian pengantar tidur biasanya berisi kata-kata positif dan menenangkan.

  2. Di beberapa wilayah di Riau, nyanyian pengantar tidur disebut dalam penamaan yang berbeda-beda. Di Inderagiri lagu ini disebut…

    a. nandung

    b. bagandhu

    c. nandong

    d. onduo

    Jawaban: a. nandung

    Penjelasan : Nandung adalah sebutan untuk nyanyian pengantar tidur di Inderagiri.

II. Contoh Soal Essay dan Kunci Jawaban

  1. Makanan langsung adalah makanan yang dapat dimakan tanpa melalui proses memasak. Makanan yang bisa dimakan langsung adalah, kecuali

    Kunci jawaban: Sayur-sayuran. Sayur-sayuran umumnya perlu dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

  2. Setelah anak yang tertangkap menentukan pilihan, maka ia berbaris di belakang salah seorang pintu gerbang yang dipilih. Penjelasan di atas merujuk kepada permainan…

    Jawaban: Ali Oma

  3. Daun sirih sering digunakan dalam tradisi…

    Kunci Jawaban: Makan sirih. Daun sirih sering digunakan dalam tradisi makan sirih, baik sebagai penyedap maupun obat.

  4. Biduk biasanya digunakan untuk mencari ikan atau untuk muatan barang. Biduk dipergunakan di perairan…

    Kunci Jawaban: Sungai. Biduk umumnya digunakan di sungai atau perairan kecil.

  5. Hutan-tanah dijaga oleh lembaga kekuasaan tradisional yang disebut tali berpilin tiga. Yang dimaksud tali berpilin tiga adalah…

    Kunci jawaban: Adat, Ulama, Pemerintah

  6. Jelaskan mengapa nyanyian pengantar tidur umumnya dituturkan oleh perempuan (ibu atau kerabat perempuan ibu) dalam masyarakat Melayu.

    Kunci jawaban: Nyanyian pengantar tidur umumnya dituturkan oleh perempuan karena beberapa faktor. Pertama, adanya kedekatan emosional antara ibu dan anak dalam pola pengasuhan. Kedua, harapan agar sifat-sifat kelembutan seorang ibu dapat mendominasi karakter anak. Ketiga, perempuan (ibu) dipandang sebagai sosok yang lebih dekat dengan anak dibandingkan lelaki (ayah), posisi yang sangat dimuliakan dalam lingkungan komunal dan sistem kekerabatan.

  7. Uraikan tiga aspek yang menentukan sifat makanan tradisional Melayu Riau. Berikan contoh makanan yang sesuai dengan aspek tersebut.

    Kunci jawaban: Tiga aspek yang menentukan sifat makanan tradisional Melayu Riau adalah:

  8. Ketetapan bahan: Bahan-bahan yang digunakan haruslah bahan lokal dan sesuai dengan tradisi. Contoh: Hasidah menggunakan tepung sagu sebagai bahan utama.
  9. Pengolahan: Cara pengolahan haruslah sesuai dengan teknik tradisional yang diwariskan. Contoh: Salai, yaitu pengawetan makanan dengan cara pengasapan.
  10. Disajikan dalam acara tradisi: Makanan tersebut biasanya disajikan dalam acara-acara adat atau perayaan tertentu. Contoh: Bubur Asyura disajikan pada perayaan 10 Muharram.

  11. Jelaskan perbedaan antara permainan tradisional untuk “bermain (play)” dan permainan tradisional untuk “bertanding (game)”. Berikan masing-masing contoh permainan dari Riau.

    Kunci jawaban: Permainan tradisional untuk “bermain (play)” adalah permainan yang dilakukan untuk mengisi waktu senggang dan bersenang-senang tanpa menekankan persaingan. Contoh: Ali Oma. Sedangkan permainan tradisional untuk “bertanding (game)” adalah permainan yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh kemenangan melalui persaingan. Contoh: Galah Panjang.

  12. Mengapa masyarakat Melayu selalu menjadikan tumbuhan obat sebagai bagian dari konsep pembangunan rumah? Sebutkan contoh tanaman obat yang sering ditanam di sekitar rumah.

    Kunci jawaban: Masyarakat Melayu menjadikan tumbuhan obat sebagai bagian dari konsep pembangunan rumah karena mereka meyakini bahwa tumbuhan obat memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit dan menjaga kesehatan keluarga. Selain itu, beberapa tanaman obat juga dianggap memiliki kekuatan spiritual. Contoh tanaman obat yang sering ditanam di sekitar rumah adalah jahe, lengkuas, kunyit, dan sirih.

  13. Jelaskan apa yang dimaksud dengan “Ekonomi Tapak Lapan” dalam masyarakat Melayu Riau dan mengapa konsep ini penting?

    Kunci jawaban: Ekonomi Tapak Lapan adalah konsep delapan mata pencaharian yang dilakukan oleh masyarakat Melayu Riau sebagai strategi untuk menghindari ketergantungan pada satu jenis pekerjaan dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada secara berkelanjutan. Konsep ini penting karena mendorong masyarakat untuk lebih mandiri, kreatif, dan tangkas dalam menghadapi tantangan ekonomi, serta menjaga keseimbangan antara kebutuhan hidup dan kelestarian lingkungan.


















Zaiful Aryanto

Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *