My WordPress Blog

Mengharukan! Dias Rizki, Anak Penjual Sate Keliling Lulus Terbaik di Untidar

Kisah Dias Rizki, Wisudawan Terbaik dari Latar Belakang Sederhana

Di tengah pesta perayaan wisuda Universitas Tidar (Untidar) Periode ke-72 Tahun 2025, satu nama menarik perhatian: Dias Rizki. Mahasiswa S1 Pendidikan Biologi ini dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan IPK mencapai 3,87 dan masa studi hanya 3 tahun 9 bulan 10 hari. Namun, yang membuat kisah Dias begitu menginspirasi adalah latar belakang hidupnya yang sederhana. Ia adalah anak seorang penjual sate keliling.

Prosesi wisuda diadakan pada Sabtu, 13 Desember 2025, di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Untidar Magelang. Sebanyak 425 lulusan dari 18 program studi turut hadir dalam acara tersebut. Dari 22 wisudawan berpredikat pujian, Dias menjadi simbol bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih prestasi.

Dias berasal dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Ayahnya, Hanudin (43), bekerja sebagai penjual sate ayam keliling di sekolah-sekolah dasar. Dengan motor tua, Hanudin berangkat pagi hingga siang, menjajakan sate seharga seribu rupiah per tusuk. Dalam sehari, sekitar tiga kilogram ayam habis terjual dengan pendapatan kotor kurang lebih Rp250 ribu. “Sedikit, makanya ibunya berangkat jadi TKI,” ucap Hanudin jujur.

Ibu Dias, Nani Pujiatun (40), bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) sebagai perawat lansia di Taiwan sejak Dias duduk di kelas 11 SMA. Keputusan itu diambil bukan tanpa berat hati. “Saya ingin anak saya kuliah. Jangan seperti kami,” katanya. Jarak ribuan kilometer dan komunikasi yang hanya lewat telepon harus dijalani bertahun-tahun demi satu tujuan: pendidikan anak.

Keinginan kuliah sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun kondisi ekonomi keluarga nyaris memupus mimpi itu. “Ibu saya nekat berangkat ke Taiwan supaya saya bisa kuliah,” tutur Dias. Selama kuliah di Untidar, ia tidak lolos beasiswa KIP-K. Biaya pendidikan sepenuhnya ditopang orang tua, terutama dari hasil kerja sang ibu di luar negeri.

Untuk meringankan beban keluarga, Dias memilih mandiri. Sejak semester tiga, ia bekerja sambilan: pernah menjaga warung pecel lele hingga mengajar di sejumlah bimbingan belajar seperti Savana Course, Bimbel Hilmi, dan Ruangguru di Cacaban Magelang. Ia mengajar Biologi SMA dan IPA SMP. Dari penghasilan itu, Dias belajar menabung, bahkan berinvestasi saham. “Bukan karena kurang uang jajan, tapi saya ingin punya tabungan sendiri,” ujarnya.

Pilihan Dias menekuni Pendidikan Biologi bukan kebetulan. Ketertarikan itu tumbuh sejak kelas 10 SMA Negeri 1 Sidareja, Cilacap. Ia terinspirasi oleh guru biologinya, Bu Kaswitem. “Cara beliau mengajar dan mengelola kelas membuat saya ingin jadi guru,” kata Dias. Cita-cita itu mengantarnya lolos SNMPTN dan resmi menjadi mahasiswa Untidar.

Setelah lulus pada 27 Mei 2025, Dias sempat menunda wisuda karena diterima program beasiswa wirausaha hasil kerja sama PT Pegadaian dan Young Entrepreneur Academy (YEA) di Bandung. Program itu menjadi bekal Dias mengembangkan minatnya di bidang kewirausahaan. “Ke depan saya ingin buka usaha. Kalau sudah mapan, saya ingin lanjut PPG,” katanya mantap.

Bagi Dias, gelar sarjana bukan sekadar pencapaian pribadi. “Ini kemenangan untuk orang tua saya,” ucapnya lirih. Momen wisuda kali ini terasa istimewa karena sang ibu pulang khusus dari Taiwan. Ia mengambil cuti lebih dari sebulan demi menyaksikan langsung anak sulungnya diwisuda. “Saya terharu, tidak menyangka anak saya bisa sampai di titik ini,” ujar Nani dengan mata berkaca-kaca.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si, menegaskan bahwa kisah Dias adalah cerminan nilai Untidar Unggul Berbudaya. “Lulusan Untidar harus cerdas, berintegritas, dan berdampak,” katanya. Lebih lanjut Rektor menyampaikan bahwa semakin banyak mahasiswa berasal dari berbagai penjuru nusantara. “Ini berarti bahwa Universitas Tidar sudah dikenal di penjuru Indonesia dan kita patut bangga. Ananda adalah bukti keberagaman lintas budaya,” tuturnya. Ia juga menegaskan bahwa keberagaman tersebut harus dapat dimanfaatkan sebagai jaringan untuk kolaborasi lintas budaya, serta disiplin ilmu.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *