My WordPress Blog
Daerah  

Alam Rusak, Bencana Mengancam, Warga Banten Diminta Waspada

Kewaspadaan Terhadap Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Banten

Memasuki musim penghujan, warga Provinsi Banten diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Hal ini diduga dipicu oleh kerusakan lingkungan yang terjadi akibat penambangan ilegal dan penebangan hutan secara liar di sejumlah wilayah.

Stasiun Maritim Merak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa delapan zona musim (ZOM) di Provinsi Banten sudah memasuki musim hujan pada Dasarian I Desember 2025. Prakirawan BMKG Serang, Trian Asmarahadi, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

BMKG juga menyebut bahwa Indeks Dipol Samudera Hindia (IOD) saat ini berada pada fase negatif, sementara fenomena La Nina lemah masih aktif hingga awal 2026. Hal ini meningkatkan potensi hujan di wilayah Banten.

Wilayah yang telah memasuki musim hujan meliputi:
* Kabupaten Pandeglang
* Kabupaten Lebak
* Kabupaten Serang
* Kabupaten Tangerang
* Kota Tangerang
* Kota Tangerang Selatan

Potensi hujan lebat pada awal Desember terpantau di beberapa wilayah seperti Kabupaten Lebak, Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, dan wilayah Tangerang Raya.

Kabupaten Lebak Paling Rawan Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut Kabupaten Lebak sebagai wilayah dengan intensitas bencana hidrometeorologi tertinggi. Mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga cuaca ekstrem sering terjadi di wilayah ini.

Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi topografi pegunungan, tingginya intensitas hujan, serta aktivitas manusia yang menyebabkan degradasi lingkungan.

Peristiwa banjir bandang terbesar di Lebak terjadi pada awal 2020, merusak ratusan rumah, memutus akses infrastruktur, mengubah alur sungai, serta menelan sembilan korban jiwa. Hampir setiap tahun Lebak mengalami banjir dan longsor.

Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama, mengatakan pihaknya terus meningkatkan sosialisasi mitigasi kepada masyarakat. “Kami rutin setiap pekan melakukan sosialisasi dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat karena daerah ini masuk kategori rawan bencana,” ujarnya.

Kota Serang: 87 Kejadian Banjir Sepanjang 2025

BPBD Kota Serang mencatat periode Januari–November 2025 terjadi 87 kejadian banjir, 68 kejadian pohon tumbang, serta 8 kejadian longsor. Banjir paling banyak terjadi di Kecamatan Serang (49 kejadian), Kecamatan Kasemen (27 kejadian), Cipocok Jaya (9 kejadian), dan Walantaka (2 kejadian).

Penyebab utama banjir adalah tumpukan sampah rumah tangga di aliran Sungai Cibanten, serta banyaknya vegetasi liar yang menghambat arus air. Plt Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, berharap sampah tidak lagi ada di aliran Sungai Cibanten.

BPBD menyebut Kota Serang masuk kategori kebencanaan sedang dengan tujuh potensi bencana: banjir, kekeringan, puting beliung, longsor, gempa bumi, gelombang tinggi, dan kegagalan teknologi.

Kabupaten Serang: Banjir, Longsor, dan Tambang yang Perlu Dikontrol

Beberapa wilayah di Kabupaten Serang menjadi langganan banjir, antara lain Padarincang, Citasuk, Kramatwatu, Baros, Tirtayasa, Jalan Raya Serang–Jakarta, dan Jalan Raya Pandeglang–Serang. Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Serang, Hotman Siregar, mengingatkan pentingnya revitalisasi, reboisasi, dan pemulihan lingkungan pada setiap pembukaan lahan tambang.

Ia menilai proses perizinan tambang harus memperhatikan klausul pemulihan lingkungan.

Kerusakan Lahan dan Lingkungan

Penyuluh Lingkungan DLH Kabupaten Serang, Deni Hardiana, menyebut lahan kritis di Serang mencapai 8.443,99 hektare (kritis) dan 12.727,39 hektare (sangat kritis). Rehabilitasi 2025 dilakukan melalui penanaman 2.750 bibit tanaman hingga 7.000 bibit bakau untuk konservasi pesisir.

Warga Puloampel, Lucky Sosiawan, menyebut aktivitas tambang di Bojonegara–Puloampel sudah berlangsung 20 tahun dan merugikan masyarakat karena debu saat kemarau dan banjir saat hujan.

Upaya Penertiban Tambang Ilegal

Kepala DLH Provinsi Banten, Wawan Gunawan, menyatakan tambang emas ilegal di Lebak telah menyebabkan kerusakan lingkungan, pencemaran air, dan gangguan sosial. Penertiban dilakukan secara kolaboratif oleh pemerintah dan aparat penegak hukum.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Banten, Ari James Faraddy, menyebut sekitar 55 titik penambangan ilegal di Lebak telah ditutup. “Aktivitas penambangan yang tidak termasuk dalam daftar berizin dapat dipastikan ilegal dan harus ditutup,” ujarnya.

Pandeglang Tingkatkan Kesiapsiagaan

Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Provinsi Banten, Beni Madsira, menginstruksikan seluruh personel KSB meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di akhir 2025. Zona rawan banjir rob dan longsor di Pandeglang meliputi Carita, Labuan, Panimbang, Sumur, Sukaresmi, Patia, dan Pagelaran.

Penegasan DLH Kota Serang

DLH Kota Serang memastikan tidak ada aktivitas pertambangan di wilayahnya sesuai RTRW. “Tidak ada satu izin pun yang dikeluarkan untuk pertambangan di Kota Serang,” tegas Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi.

Seruan Bersama: Jaga Lingkungan untuk Cegah Bencana

Pencinta alam Fery mengingatkan pentingnya menjaga kawasan hutan di tiga gunung — Asepan, Karang, dan Pulosari (Akarsari) — agar terhindar dari risiko bencana pada cuaca ekstrem.

Potensi bencana hidrometeorologi di Provinsi Banten meningkat pada Desember 2025. Pemerintah daerah dan instansi kebencanaan menegaskan kesiapsiagaan sudah dilakukan, namun upaya pencegahan kerusakan lingkungan menjadi kunci utama agar banjir dan longsor tidak berulang setiap tahun.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *