My WordPress Blog
Daerah  

Banjir rob pesisir Pangkalpinang terparah 2 tahun terakhir

Wali Kota Pangkalpinang Tinjau Wilayah Pesisir yang Terdampak Banjir Rob

Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif atau akrab disapa Udin, melakukan peninjauan langsung ke kawasan pesisir Pangkalpinang yang terdampak banjir rob, pada Minggu (7/12). Dengan mengenakan kaus polos berwarna abu-abu dan celana jeans yang digulung setinggi lutut, Udin tampak berjalan tanpa alas kaki menyusuri genangan air yang mencapai lutut orang dewasa.

Di lokasi pertama, tepatnya di Jalan Teratai, Udin berjalan pelan sambil memperhatikan kondisi rumah warga yang terendam. Air yang menggenangi kawasan tersebut membuat warga berkumpul di teras rumah, sebagian dari mereka tengah berusaha menyelamatkan barang-barang dari banjir. Udin berhenti di beberapa rumah, berbincang dengan warga yang menghampirinya. Seorang ibu memanggil Udin untuk melihat keadaan lantai rumahnya yang sudah digenangi air sungai pasang.

“Pak, ini masuk sampai dalam, tolonglah kami ini, Pak, kalau bisa ada bantuan sementara,” kata salah satu warga sambil menunjukkan ruang tamu rumahnya yang basah. Udin lantas mendekat dan memperhatikan kondisi lantai rumah warga tersebut.

“Iya Bu, sudah kami data. Untuk beberapa hari ke depan, kita bantu apa yang bisa dibantu. Kondisi pasang seperti ini memang sedang puncaknya,” tuturnya.

Setelah berinteraksi dengan warga di Jalan Teratai, Udin melanjutkan perjalanan menuju gang-gang kecil yang juga terendam banjir. Ia berjalan perlahan, sesekali berhenti untuk melihat aliran air yang menggenangi ruas-ruas jalan sempit. Di sepanjang perjalanan menuju Kampung Senyum atau Kampung Seberang, Udin disapa warga sambil mengeluhkan banjir rob yang berulang.

“Ini hampir tiap tahun seperti ini, Pak. Kalau pasang tinggi, air pasti masuk,” ujar seorang pemuda sambil memindahkan motornya ke tempat lebih tinggi. “Saya paham betul kondisi di sini. Tadi kita sudah berkeliling hampir seluruh kawasan pesisir. Memang pasang air laut tahun ini sedang tinggi-tingginya. Biasanya berlangsung 4 sampai 5 jam sebelum surut lagi. Kami upayakan penanganannya sambil membantu kebutuhan warga selama beberapa hari ke depan,” kata Udin saat ditemui awak media di lokasi banjir.

Udin menyebutkan, ketinggian banjir rob kali ini bervariasi di sejumlah titik. Di beberapa titik hanya setinggi betis orang dewasa, sedangkan di titik terdalam mencapai sekitar 70 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa. Udin menuturkan, banjir rob di pesisir Pangkalpinang merupakan fenomena yang berulang setiap tahun, terutama saat fase puncak pasang maksimum air laut. Dalam beberapa hari terakhir, hampir seluruh wilayah pesisir Pangkalpinang merasakan dampaknya.

“Ini kejadian tahunan dan jumlah warga terdampaknya cukup banyak. Kita berharap pasang segera menurun. Untuk sementara, kita fokus membantu warga dan memastikan kondisi tetap aman,” ujar Udin.

Terparah dalam Dua Tahun

Banjir rob merendam sejumlah wilayah pesisir Pangkalpinang, kemarin. Genangan air yang mencapai betis hingga lutut orang dewasa membuat aktivitas warga terganggu dan memaksa sebagian dari mereka membersihkan rumah yang sudah dimasuki air. Pantauan Bangka Pos di kawasan Kampung Senyum atau Kampung Seberang, air mulai merendam rumah warga sejak pagi. Pada beberapa titik, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

Sejumlah warga terlihat beraktivitas di depan rumah, sebagiannya mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, sedangkan lainnya tetap bertahan untuk membersihkan sisa air dan sampah yang terbawa air sungai pasang. Marlina, warga Kampung Senyum, mengatakan, banjir rob kali ini merupakan yang terparah dalam dua tahun terakhir. Dia menyebutkan, air mulai terlihat naik sekitar pukul 07.00 WIB. Sekitar dua jam kemudian, atau pukul 09.00 WIB, air sudah masuk ke dalam rumah.

“Tahun ini paling parah, sebelumnya air tidak sampai masuk (rumah), hanya menggenang di halaman. Padahal, rumah kami sudah dibuatkan tanggul cukup tinggi, tetapi tetap jebol juga,” kata Marlina saat ditemui Bangka Pos di depan rumahnya, Minggu (7/12). Marlina dan suaminya tampak membersihkan lantai dan perabotan rumah tangga yang terendam air. Marlina berharap banjir cepat surut agar mereka bisa kembali beraktivitas secara normal.

Tiga Kecamatan Terdampak

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, banjir rob tersebut berdampak ke tiga kecamatan dengan sebaran wilayah cukup luas. Tiga kecamatan yang terdampak adalah Pangkalbalam (Ketapang, Ampui, Rejosari), Taman Sari (Opas Indah, Kampung Seberang, Pasar Trem, jalur Sungai Rangkui), dan Bukit Intan (Pasir Putih, Pasar Padi, kawasan wisata Pantai Pasir Padi, Temberan).

Kepala BPBD Kota Pangkalpinang, Dedy Revandi, mengatakan, banjir rob kali ini dipicu oleh fase pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan kondisi angin dan gelombang laut yang sedang menguat. “Kita sudah memonitor sejak dini. Pasang maksimum hari ini memang cukup tinggi sehingga sejumlah titik pesisir terdampak cukup signifikan. Petugas BPBD sudah turun membantu warga dan memantau kondisi sampai air benar-benar surut,” kata Dedy, kemarin. Ia juga mengimbau warga pesisir untuk tetap waspada dalam beberapa hari ke depan karena puncak pasang air laut diperkirakan masih berlanjut.

220 Rumah Terendam Banjir Rob

Banjir rob merendam sedikitnya 220 rumah di Kelurahan Gedung Nasional, Kecamatan Taman Sari, Pangkalpinang, Minggu (7/12). Ratusan rumah tersebut tersebar di RT 5, 6, 7, dan 8. “Kurang lebih sekitar 220 rumah terendam banjir rob. Ini data awal dari Kelurahan Gedung Nasional dan akan kami perbarui untuk wilayah pesisir lainnya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Dedy Revandi, kepada Bangka Pos, Minggu (7/12). Dedy menyebutkan, banjir rob tersebut belum mencapai puncaknya. Berdasarkan informasi resmi dari BMKG, 8–9 Desember 2025 merupakan puncak pasang maksimum air laut sehingga banjir rob pesisir diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Dedy menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh fase perigee, yaitu jarak terdekat bulan dengan Bumi, yang bertepatan dengan fenomena bulan purnama pada 4 Desember 2025. Kombinasi kedua faktor ini meningkatkan gaya tarik bulan terhadap massa air laut dan memicu kenaikan air pasang secara signifikan. “Fenomena ini membuat pasang air laut lebih tinggi dari biasanya. Karena itu, kami mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap waspada, terutama pada jam-jam puncak pasang,” ujar Dedy.

Pihaknya sendiri terus memantau perkembangan di seluruh wilayah pesisir, mengingat genangan masih berpotensi terjadi secara berulang hingga fase pasang air laut tinggi berakhir. “Untuk wilayah-wilayah pesisir lainnya, kami masih mendata jumlah rumah yang terdampak. Namun, kami minta masyarakat tetap berhati-hati. Jika butuh bantuan, BPBD selalu siaga 24 jam,” tutur Dedy. Pihaknya pun mengimbau warga agar mengamankan barang-barang penting, memantau informasi resmi cuaca dan pasang air laut, serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *