Perpustakaan Ngudi Kawruh SMAN 1 Karangkobar: Ruang Kreatif dan Literasi yang Menarik
Perpustakaan Ngudi Kawruh SMAN 1 Karangkobar tidak hanya menjadi tempat untuk membaca, tetapi juga menjadi ruang yang mendorong pengembangan literasi siswa serta menumbuhkan karakter yang gemar membaca dan kreatif. Dalam wawancara dengan Elly Lindiawati SIP, guru penjaga perpustakaan sejak 14 tahun lalu, terungkap bagaimana perpustakaan ini berhasil bertransformasi menjadi tempat yang dinamis dan menarik bagi siswa.
Perpustakaan sebagai Ruang Kreatif
Menurut Elly, perpustakaan bisa menjadi ruang kreatif jika memiliki fasilitas yang memadai. “Perpustakaan itu harus menyediakan sarana prasarana yang mendukung kreativitas siswa, bukan hanya sekadar buku atau ruang baca,” ujarnya. Hal ini penting karena keberadaan perpustakaan yang menarik dapat memicu minat siswa untuk lebih aktif dalam menggunakan layanan yang disediakan.
Perubahan Sikap Siswa Terhadap Perpustakaan
Elly mengatakan bahwa selama 14 tahun ia mengelola perpustakaan, ia melihat adanya perubahan sikap siswa. “Dulu, fasilitasnya masih manual, sekarang sudah beralih ke digital. Ini membuat siswa lebih tertib dalam meminjam dan mengembalikan buku,” katanya. Perubahan ini juga membantu meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap buku-buku di perpustakaan.
Kolaborasi antara Perpustakakaan dan Sekolah
Untuk membangun budaya literasi yang berkelanjutan, kolaborasi antara perpustakaan dan sekolah sangat penting. Berikut beberapa poin yang ditekankan oleh Elly:
-
Dukungan dari Sekolah
Sekolah harus mendukung kegiatan yang dilakukan oleh perpustakaan, seperti memberikan fasilitas agar perpustakaan dapat menjalankan berbagai kegiatan. -
Pengembangan Koleksi Buku
Sekolah juga perlu memberikan dana untuk pengembangan koleksi buku. Tujuannya adalah agar siswa memiliki banyak pilihan buku untuk dibaca, sehingga tidak merasa bosan dengan koleksi yang tersedia. -
Tugas dari Guru
Guru harus memberikan tugas kepada siswanya agar mereka berkunjung ke perpustakaan dan mencari referensi di sana.
Perpustakaan yang Ramah Anak
Sebelumnya, perpustakaan sering dikaitkan dengan istilah “serem” karena pelayanan yang dianggap galak dan suasana yang tidak menarik. Namun, saat ini perpustakaan Ngudi Kawruh SMAN 1 Karangkobar telah berubah. “Pelayanannya ramah, fasilitasnya tidak membosankan, ada layanan anak dan layanan baca di tempat,” ujar Elly.
Fasilitas yang Memadai Membentuk Karakter Siswa
Perpustakaan yang memiliki fasilitas memadai dapat membantu tumbuhnya karakter siswa yang cinta pada literasi dan gemar berkunjung ke perpustakaan. Dengan fasilitas yang lengkap, siswa akan lebih mudah menemukan buku yang sesuai dengan minat mereka, sehingga meningkatkan minat baca.
Kesimpulan
Perpustakaan Ngudi Kawruh SMAN 1 Karangkobar merupakan contoh perpustakaan yang berhasil bertransformasi menjadi ruang yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menjadi tempat kreatif dan inspiratif bagi siswa. Melalui kolaborasi yang baik antara perpustakaan dan sekolah, serta pengembangan fasilitas yang memadai, perpustakaan ini mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan literasi siswa secara berkelanjutan.











