My WordPress Blog

Pameran Bakat Bahasa Inggris SMP Plus Jauharul Maknuun Tampilkan Hasil Pelatihan

Kegiatan English Talent Show di SMP Plus Jauharul Maknuun Menunjukkan Kemajuan Pesat dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

SMP Plus Jauharul Maknuun, yang berada di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, menyelenggarakan kegiatan English Talent Show yang penuh semangat dan penuh kebanggaan. Acara ini menjadi puncak dari program pembelajaran Bahasa Inggris yang dilaksanakan selama satu bulan. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara sekolah dengan Tim Akur Kampung Inggris Kediri.

Dalam acara tersebut, para siswa tampil memperlihatkan berbagai kemampuan mereka dalam berbahasa Inggris. Mereka menampilkan keterampilan seperti Movement Command, Story of Life (SOL), English Fashion Show, Story Telling, dan berbagai penampilan lainnya yang membuat para orang tua, guru, serta tamu undangan terkesan.

Ketua Umum Akur Kampung Inggris Kediri, Dwi Yudi Ardiansyah, menjelaskan bahwa program pembelajaran Bahasa Inggris di SMP Plus Jauharul Maknuun telah berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 10 Oktober hingga 8 November 2025. Tujuan utama dari program ini adalah untuk menciptakan lingkungan berbahasa Inggris di sekolah agar siswa terbiasa menggunakan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

“Alhamdulillah, Akur telah menyelesaikan pembelajaran selama satu bulan. Harapan kami, Ponpes dan SMP Plus Jauharul Maknuun dapat mempertahankan kualitas program serta metode pengajaran yang sudah dilaksanakan,” ujar Dwi Yudi saat ditemui seusai kegiatan.

Direktur Pondok Pesantren Jauharul Maknuun, Muhammad Fadlillah, mengungkapkan bahwa hasil dari program ini sangat menggembirakan. Ia menilai kemampuan berbahasa Inggris para siswa meningkat pesat hanya dalam waktu satu bulan pelatihan.

“Target utama kami adalah menumbuhkan kepercayaan diri anak-anak agar berani berbicara dalam Bahasa Inggris. Setelah mendapat pelatihan intensif dari Tim Akur Pare, perkembangan mereka luar biasa. Mereka kini lebih aktif berbicara dan tidak lagi takut melakukan kesalahan,” jelas Fadlillah.

Program pelatihan Bahasa Inggris ini disiapkan jauh-jauh hari agar tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. Pihak sekolah bahkan menyiapkan jadwal pembelajaran tambahan sebagai penyeimbang bagi mata pelajaran lain yang sempat dikurangi selama pelatihan berlangsung.

“Kami memang banyak mengorbankan jam pelajaran, tetapi hal itu tidak mengurangi kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Setelah program ini selesai, akan ada sistem pembelajaran tambahan untuk menjaga keseimbangan kurikulum,” tambahnya.

Fadlillah juga menegaskan bahwa sasaran pembelajaran tidak hanya tertuju pada siswa, tetapi juga kepada seluruh tenaga pendidik di sekolah. Para guru ikut mengikuti kelas Bahasa Inggris agar semangat berbahasa Inggris dapat hidup di seluruh lingkungan sekolah.

“Guru-guru kami ikut belajar dan berkomitmen menggunakan Bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari. Dengan begitu, budaya berbahasa Inggris bisa benar-benar menjadi kebiasaan, bukan sekadar kegiatan sementara,” tutupnya.

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *