Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 177 Kurikulum Merdeka
Pada halaman 177 dari buku teks Bahasa Indonesia kelas 10 berdasarkan Kurikulum Merdeka, terdapat materi yang membahas penggunaan diksi, pengaturan rima, dan tata wajah (tipografi) dalam puisi. Setelah mempelajari puisi “Tapi” karya Soetardji Calzoum Bachri, siswa dapat melakukan latihan dengan menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan.
Penggunaan Kata Ganti “Aku” dan “Kau”
Pertanyaan pertama menanyakan tentang maksud dan efek penggunaan kata ganti “aku” dan “kau” dalam puisi. Jawaban menyebutkan bahwa penggunaan kedua kata ganti tersebut menciptakan hubungan yang intim dan langsung antara penyair dengan pembaca. Kata “aku” menempatkan pembaca sebagai saksi langsung dari pengalaman emosional penyair, sedangkan “kau” menciptakan dialog imajiner antara penyair dengan sosok lain. Efek dari penggunaan ini adalah membangun keterlibatan pembaca dan menciptakan dimensi psikologis serta makna ganda.
Ke tepatan Penggunaan Kata Ganti “Aku” dan “Kau”
Pertanyaan kedua menanyakan apakah penggunaan kata ganti “aku” dan “kau” sudah tepat. Jawaban menyatakan bahwa penggunaan kata ganti tersebut sangat tepat karena memenuhi fungsi dasar kata ganti, menciptakan efek estetika, dan memperkuat tema puisi.
Maksud dan Efek Pengulangan Kalimat
Pertanyaan ketiga menanyakan tentang maksud dan efek pengulangan kalimat “aku bawakan … padamu dan tapi kau bilang …”. Jawaban menyebutkan bahwa pengulangan ini berfungsi untuk penegasan, menunjukkan frustasi atau putus asa, menciptakan ritme, dan sebagai metafora untuk menggambarkan proses atau siklus yang berulang.
Ke tepatan Pengulangan Kalimat
Pertanyaan keempat menanyakan apakah pengulangan kalimat tersebut sudah tepat. Jawaban menyatakan bahwa pengulangan tersebut sudah tepat karena menunjukkan perbincangan yang berlawanan antara penyair dengan lawan bicaranya.
Makna Kata-Kata Konkret
Pertanyaan kelima menanyakan tentang makna kata-kata konkret seperti bunga, resah, darah, mimpi, duka, dan arwah. Jawaban menyebutkan bahwa meski kata-kata tersebut seolah-olah nyata, mereka memiliki makna tersirat yang mewakili perasaan dan pengalaman penyair.
Ke tepatan Penggunaan Kata Konkret
Pertanyaan keenam menanyakan apakah penggunaan kata-kata konkret tersebut sudah tepat. Jawaban menyatakan bahwa penggunaan kata-kata tersebut sudah tepat karena mereka nyata dan bisa dilihat, sehingga menjadi gambaran hati penyair.
Majas dalam Puisi
Pertanyaan ketujuh menanyakan tentang majas yang terkandung dalam puisi. Jawaban menyebutkan adanya majas metafora, seperti pada larik “Aku bawakan bunga padamu”, yang mengungkapkan perasaan penyair yang hanya dianggap rayuan.
Maksud dan Efek Tata Wajah (Tipografi)
Pertanyaan kedelapan menanyakan tentang maksud dan efek tampilan tata wajah baris pertama yang berbeda dengan baris kedua. Jawaban menyebutkan bahwa maksud tipografi tersebut adalah menunjukkan kontras antara “aku” dan lawan bicaranya.
Maksud dan Efek Pengaturan Bunyi
Pertanyaan kesembilan menanyakan tentang maksud dan efek pengaturan bunyi vokal a, i, u dan rima baris ganjil berakhiran -mu. Jawaban menyebutkan bahwa maksudnya adalah sebagai penanda bahwa ada seseorang yang dituju atau diajak bicara.
Makna dan Amanat Puisi
Pertanyaan kesepuluh menanyakan makna dan amanat puisi “Tapi” berdasarkan telaah diksi, rima, dan tipografi. Jawaban menyebutkan bahwa makna puisi ini adalah setiap perbuatan yang dilakukan, meski harus berkorban, ada saja orang yang tidak puas dan selalu mengatakan “tapi”.
Catatan Penting
Pembahasan di atas hanya sebagai referensi belajar. Soal-soal yang diberikan merupakan pertanyaan terbuka, sehingga jawaban bisa beragam. Artikel ini tidak mutlak menjamin kebenaran jawaban, dan siswa disarankan untuk mengembangkan jawaban yang lebih baik.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











