Gubernur Jakarta: Banjir Rob Masih Akan Terjadi dalam Beberapa Bulan Mendatang
Jakarta, gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa banjir rob akan terus terjadi di beberapa bulan mendatang. Meski demikian, puncak dari banjir rob telah terjadi pada Jumat (5/12/2025) pekan lalu.
“Rob-nya untuk bulan depan atau bulan-bulan ke depan pasti masih ada, tetapi puncaknya memang kemarin ini,” ujar Pramono usai meninjau pembangunan tanggul pengaman lantai di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (8/12/2025).
Oleh karena itu, Pramono meminta agar penanganan potensi banjir rob di kawasan Muara Angke, Muara Baru, Sunda Kelapa, Green Bay Pluit, RE Martadinata, Ancol, dan Cilincing Marunda dikoordinasikan dengan lebih matang. Pada Selasa (9/12/2025), akan ada pertemuan antara pemerintah provinsi Jakarta, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta PT Pelindo (Persero). Pertemuan tersebut dalam rangka koordinasi bersama penanganan rob di Jakarta Utara.
“Untung di Jakarta kemarin kami sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari, penyiapan pompa dan sebagainya. Sehingga ketika air rob-nya naik, yang oleh Pak Ahok (Mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) diperkirakan kalau jebol bisa sampai banjir di Monas, waktu itu saya jawab dengan, ya serius juga, bahwa mudah-mudahan enggak terjadi,” jelas Pramono.
“Dan alhamdulillah tidak terjadi,” imbuh dia.
Penyebab Banjir Rob Akibat Supermoon
Pemprov Jakarta sebenarnya sudah mengantisipasi potensi banjir rob sejak awal. Namun, kondisi kenaikan air laut di Muara Angke jauh lebih tinggi. “Kemarin memang rob yang terjadi karena apa, bulan supermoon. Jadi supermoon itu bulan penuh, dan dari 15 hari yang lalu kami sudah mempersiapkan di Pemerintah Jakarta, termasuk di beberapa titik terutama di tempat ini,” tutur Pramono.
“Kemudian di Muara Baru, di Muara Angke, di Martadinata, dan sebagainya,” lanjut dia. Pramono juga menyebut persoalan tanggung jawab masing-masing kawasan di Jakarta Utara juga menjadi persoalan tersendiri untuk menangani banjir rob. Karena ada titik yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Pelindo, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pemprov Jakarta.
Tanggul Laut Bocor
Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara Heria Suwandi mengatakan, kebocoran air laut di tanggul wilayah Muara Baru, Kecamatan Penjaringan karena usianya sudah menua, yakni mencapai 10 tahun, sehingga konstruksi mulai melemah. “Ada celah pada sheet pile yang menyebabkan air laut masuk ke belakang tanggul,” kata Heria di Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Penanganan yang dilakukan saat ini bersifat sementara yaitu menyumpal celah dengan karung pasir. Hingga hari ini, sekitar 500 karung sudah digunakan dan kemungkinan akan bertambah. “Selain itu, struktur beton yang mengalami korosi juga ditambal untuk mengurangi laju rembesan,” kata dia.
Kondisi tanggul masih mampu menahan tekanan air saat tinggi muka laut mencapai 2,65 meter pasang purnama (cmPP). Namun, kekuatan tersebut tidak dapat bertahan lama, sehingga penanganan permanen akan dilakukan oleh Dinas SDA dengan memperkuat struktur baru. “Perencanaan teknisnya sedang disusun dan mudah-mudahan bisa direalisasikan pada tahun anggaran 2026 dan selesai pada 2027,” kata Heria.
Perbaikan jangka panjang kemungkinan dilakukan dengan menambah konstruksi tanggul di sisi luar menggunakan metode yang lebih kuat, seperti spun pile seperti yang telah digunakan di kawasan Pelabuhan Nizam Zachman.
Faktor Penyebab Kebocoran
Kebocoran terjadi akibat kombinasi berbagai faktor, seperti tekanan air laut yang tinggi, korosi beton akibat paparan klorin, kenaikan muka air laut, serta penurunan muka tanah (land subsidence). Menurut dia, segmen yang mengalami kebocoran cukup parah diperkirakan memiliki panjang sekitar 500 meter. Sementara total jalur tanggul dari area Batang hingga titik pertemuan dengan tanggul Kementerian PUPR mencapai sekitar 2 kilometer.
“Sudin SDA juga menangani limpasan air laut di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman yang terjadi karena elevasi dermaga lebih rendah dari tinggi rob,” kata dia. Sementara itu, Ketua RT 15 Penjaringan, Dewi mengatakan, kondisi tanggul memang sudah lama memprihatinkan dan kerap menyebabkan air masuk ke permukiman saat pasang tinggi.
“Kami berharap tanggul yang bocor bisa segera diperbaiki dan penanganan akan dilakukan,” kata dia. Rembesan air laut yang bocor melalui tanggul ini berdampak pada sedikitnya tujuh RT, yaitu RT 04, 05, 06, 11, 12, 14, dan 15.











