Gempa Magnitudo 4,7 Mengguncang Wilayah Flores Timur
Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah sekitar Larantuka pada kedalaman dangkal. Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini diduga disebabkan oleh aktivitas sesar aktif. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 9 April 2026, pukul 00.13 WITA.
Warga Desa Labelen Trauma dan Beraktivitas di Luar Rumah
Warga Desa Labelen, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT mengalami trauma akibat gempa tersebut. Mereka memilih untuk makan dan beraktivitas di luar rumah karena takut akan adanya gempa susulan. Bahkan, hampir semua warga mengambil nasi dan makan di luar rumah.
Ado M. Songge, salah satu korban gempa di Desa Labelen, mengungkapkan bahwa semua masyarakat di desa tersebut merasa takut. Ia menyebutkan bahwa saat gempa terjadi, seluruh anggota keluarganya sedang beristirahat, sementara ia dan tiga rekan sedang duduk bercerita. Tidak lama setelah ketiga rekannya pamit pulang, gempa mengguncang wilayah tersebut.
Dinding Rumah Roboh dan Berpotensi Runtuh
Saat itu, Ado sedang masuk ke dalam rumah untuk mencharge HP-nya. Tiba-tiba, gempa terjadi dan ia langsung lari keluar rumah. Ia menyaksikan dinding rumah besar yang ada di depannya runtuh sepenuhnya. Meskipun semua anggota keluarganya berhasil melakukan evakuasi mandiri, beberapa bagian dinding rumahnya mengalami retak dan berpotensi roboh jika terjadi gempa besar susulan.
Ado menyatakan bahwa gempa ini merupakan yang terbesar yang pernah dialami masyarakat setempat. Oleh karena itu, semua warga masih terkena trauma akibat kejadian ini.
Kerusakan Rumah dan Luka-luka
Dampak dari bencana gempa ini telah didata oleh pemerintah desa dan dilaporkan secara berjenjang ke pemerintah kecamatan. Selain itu, pihak pemerintah kecamatan juga telah meninjau langsung kerusakan yang dialami para korban. Sampai saat ini, gempa susulan terus terjadi berulang kali. Pada pukul 16.30 WITA, terjadi gempa susulan yang cukup besar.
Untuk mengantisipasi kemungkinan terulangnya kejadian serupa, masyarakat memutuskan untuk membangun tenda darurat di luar rumah untuk tidur.
Gempa Dirasakan di Flores Timur dan Lembata
Sebelumnya, gempa bumi magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Larantuka di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (9/4/2026) pukul 00.17 Wita. Lokasi episenter gempa terletak di koordinat 8.36 derajat Lintang Selatan dan 123.15 derajat Bujur Timur, tepatnya di laut pada jarak 21 kilometer tenggara Larantuka-NTT dengan kedalaman 5 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa gempa bumi ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Berdasarkan laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah seperti Flores Timur (Flotim) dengan intensitas III–IV MMI dan Lembata dengan intensitas III MMI.
Gempa Susulan Terus Terjadi
Hingga pukul 05.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 48 aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Hal ini membuat masyarakat tetap waspada dan tidak percaya sepenuhnya bahwa gempa sudah selesai.
Tidur di Luar Rumah
Di Dusun 3 Ebbo, Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur, warga juga mendirikan tenda darurat di luar rumah pasca gempa. Ria, salah satu warga, mengungkapkan bahwa getaran gempa membuat mereka langsung lari keluar dari rumah. Mereka memilih bertahan di luar rumah hingga pagi dengan membentang tikar dan kasur lipat.
Meski dampak di wilayahnya tidak separah Dusun 1 Aukoli, warga tetap waspada. Beberapa warga melaporkan luka ringan akibat tertimpa reruntuhan bangunan, termasuk seorang ibu hamil dan bayi yang masih duduk di depan halaman rumah.
Catatan Gempa di Wilayah Flores Timur
BMKG mencatat dua aktivitas gempa yang mengguncang wilayah Flores Timur dalam kurun waktu tersebut. Pertama, gempa terjadi pada Rabu (8/4/2026) pukul 23:17:47 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,7. Episenter terletak pada koordinat 8,43 LS dan 123,12 BT, tepatnya 22 km tenggara Larantuka dengan kedalaman 10 km. Kemudian gempa susulan terjadi pada Kamis pukul 04.54 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,8 pada kedalaman yang lebih dangkal, yakni 3 km.
Data Kerusakan Bangunan
Ratusan rumah warga di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT rusak akibat diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 4.7 pada Kamis (9/4/2026) dini hari. Akibat gempa ini, 20 warga di Desa Terong dan Desa Lamahala, Kecamatan Adonara Timur mengalami luka ringan dan berat akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat terjadi gempa.
Camat Adonara Timur, Ismail Daton Ban, menyebutkan bahwa korban luka di Lamahala sebanyak 5 orang, ditambah 15 warga di Terong. Ia juga melaporkan terdapat 150 rumah warga yang rusak, data ini bisa berubah karena proses pendataan masih berlangsung.
Warga terdampak mengungsi ke rumah kerabat untuk sementara waktu. Sementara warga lainnya membangun tenda darurat di depan rumah mereka. Hingga kini, pemerintah setempat masih melakukan pendataan terhadap jumlah kerusakan rumah akibat terdampak gempa.











