My WordPress Blog
Daerah  

Kakek Sidoarjo Tutup Jalan untuk Cucu, Bukan Fasilitas Umum

Penutupan Jalan di Perumahan Sidokare Asri, Sidoarjo

Seorang warga bernama Mashuda di Perumahan Sidokare Asri, Sidoarjo, melakukan tindakan yang menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Ia memutuskan untuk menutup sebagian akses jalan di depan rumahnya, dengan alasan keamanan keluarganya, terutama cucunya. Namun, tindakan ini menimbulkan protes dari warga lain yang merasa terganggu karena tidak bisa melintas.

Aksi Penutupan Jalan yang Menimbulkan Protes

Penutupan jalan tersebut terjadi setelah pemasangan plang serta alat jemuran digunakan sebagai penghalang kendaraan. Kejadian ini terekam dalam kamera pengawas (CCTV) dan kemudian viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan bagaimana warga yang ingin melewati jalan tersebut harus mencari rute alternatif yang lebih jauh. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi para pengguna jalan.

Mashuda menjelaskan bahwa tindakannya dilakukan atas dasar kekhawatiran akan keselamatan anggota keluarganya. Ia menegaskan bahwa tujuannya hanya untuk mengantisipasi risiko jika cucunya keluar rumah. “Tujuan saya cuma satu, mengantisipasi keselamatan cucu saya kalau keluar. Enggak ada saya membenci seseorang, saya mengerti aturan kok,” ujarnya.

Klaim Jalan Bukan Fasilitas Umum

Selain itu, Mashuda juga menyatakan bahwa jalan yang ditutup bukan merupakan jalan umum, melainkan jalan swadaya yang dibangun oleh warga setempat. Ia mengklaim bahwa ia sudah berdiskusi dengan pengacara dan mendapat persetujuan bahwa tindakannya tidak melanggar aturan. “Saya sudah musyawarah dengan pengacara, katanya enggak apa-apa Pak, karena itu bukan jalan umum. Dari jalan umum lewat sini bisa, lewat depan juga bisa. Saya tidak mengubah fasilitas,” jelasnya.

Video Viral dan Tindakan Hukum

Aksi penutupan jalan ini akhirnya menjadi viral setelah rekamannya tersebar di media sosial. Berbagai reaksi muncul dari masyarakat, termasuk kekecewaan terhadap tindakan Mashuda. Ia mengaku keberatan atas penyebaran video tersebut dan berencana mengambil langkah hukum terhadap pihak yang merekam dan mengunggah kejadian tersebut.

“Saya jelas melakukan tempuh hukum. Saya nanti ke Polresta, mau ketemu sama Kanit Reskrim bagian IT untuk menindaklanjuti kronologi fakta yang sudah diambil kepada saya,” tegasnya.

Kronologi Percekcokan di Lapangan

Ketua RT 53, Abdul Rofik, membenarkan bahwa kejadian dalam video tersebut bermula secara spontan. Ketegangan muncul saat seorang warga tidak bisa melintas karena akses jalan tertutup. “Benar memang kejadian tersebut yang lagi viral. Kejadian itu memang spontan ya, jadi salah satu warga yang hendak mau keluar, jadi melewati gang tersebut dan mengalami kejadian tersebut dan langsung merekamnya,” ungkapnya.

Menurut keterangan warga, aksi penutupan jalan ini sebenarnya sudah beberapa kali terjadi. Namun, pada kejadian terakhir, penutupan dilakukan secara total hingga menutup seluruh badan jalan, sehingga memicu emosi pengguna jalan.

Upaya Mediasi untuk Redam Konflik

Melihat situasi yang memanas, pengurus lingkungan segera mengambil langkah untuk meredakan konflik. Proses mediasi pun telah dilakukan guna mencari solusi yang dapat diterima semua pihak. “Sudah, tadi malam sudah ada mediasi dan rencananya besok sudah diselesaikan sama pihak kelurahan,” pungkas Abdul Rofik.

Antara Hak Pribadi dan Kepentingan Umum

Peristiwa ini menjadi gambaran nyata tentang bagaimana kepentingan individu bisa berbenturan dengan kebutuhan bersama. Di satu sisi, ada kekhawatiran akan keselamatan keluarga, namun di sisi lain terdapat hak masyarakat untuk mengakses fasilitas lingkungan secara bebas.

Kini, penyelesaian melalui mediasi diharapkan mampu menjadi jalan tengah agar konflik serupa tidak kembali terulang.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *