My WordPress Blog
Daerah  

Hujan Turun di Titik Karhutla Bengkalis, Penanganan Masih Berlangsung

Hujan Berdampak Positif pada Penanganan Karhutla di Bengkalis

Hujan kembali mengguyur beberapa titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Bengkalis, Senin (30/3) siang. Hal ini disampaikan oleh Manager Pusdalops PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis, Erzansyah.

Menurutnya, hujan turun di Kecamatan Rupat serta Kecamatan Bengkalis pada pagi hari. “Hujan tadi beberapa titik kondisi hujan terjadi intensitas lebat dan sedang di beberapa titik,” jelas Erzansyah. Ia menambahkan bahwa hujan intensitas lebat terjadi di Kecamatan Rupat, khususnya di wilayah yang terbakar.

Hujan dengan intensitas lebat berlangsung cukup lama. “Dengan kondisi guyuran hujan semalam dan hari ini, bisa dikatakan hampir sembilan puluh persen padam. Tetapi memang masih ada beberapa titik yang mengeluarkan asap,” ujarnya.

Meskipun Kecamatan Rupat diguyur hujan, kondisi berbeda terjadi di Kecamatan Rupat Utara. Lokasi Karhutla Rupat Utara tepatnya di Dusun Hutan Ayu Desa Titik Akar hanya terjadi hujan gerimis dan berlangsung sebentar saja. “Kita lihat perkembangan sore ini, karena cuaca masih mendung, menunggu laporan lebih lanjut,” tambah Erzansyah.

Di Kecamatan Bengkalis, hujan juga menguyur di lokasi Karhutla Desa Padekik. Kondisi hujan terjadi dengan intensitas sedang, mudah-mudahan bisa membantu upaya pemadaman di lokasi tersebut.

Sementara itu, Karhutla di Kecamatan Bantan beberapa titik masih dalam penanganan pemadaman. Petugas masih berada di lokasi melakukan upaya pemadaman dan pendinginan.

Wilayah Terdampak Karhutla di Bengkalis

Beberapa wilayah Bengkalis masih mengalami Karhutla. Di antaranya adalah Kecamatan Rupat, Rupat Utara, Bengkalis, dan Bantan. Kebakaran sempat melanda Kecamatan Rupat tersebut terdapat di Desa Sukarjo Mesim, Pergam, dan Teluk Lecah.

Desa Sukarjo Mesim Karhutla, dengan luas lahan terbakar 25 hektare dan api sudah padam dibantu hujan terjadi. Begitu juga di Pergam Karhutla, dengan luas lahan terbakar sekitar sepuluh hektare dan api berhasil padam guyuran hujan hingga pagi tadi.

Selanjutnya Karhutla di Desa Teluk Lecah, yang sudah terjadi delapan hari ini. Lahan terbakar sekitar lima belas hektare, berhasil memadamkan sisa lahan yang masih pendinginan tersebut.

Di Kecamatan Rupat Utara, api masih dalam penanganan di Desa Titik Akar. Karhutla di sana terjadi dengan luas lahan terbakar sekitar 25 hektare. Sampai saat ini, masih dalam penanganan tim gabungan. Selain pemadaman melalui tim darat, upaya pemadaman juga dibantu melalui udara dengan water bombing.

Upaya Pemadaman di Pulau Bengkalis

Penanganan Karhutla juga masih berlangsung di Pulau Bengkalis. Upaya pemadaman dan pendinginan dilakukan di beberapa desa baik Kecamatan Bengkalis maupun Kecamatan Bantan.

Di Kecamatan Bantan, titik api yang masih dalam upaya pemadaman terdapat di Desa Muntai dan Desa Teluk Lancar. Lahan terbakar Kecamatan Bantan sekitar 6,5 hektare, yang terluas terjadi di Desa Teluk Lancar lahan terbakar sekitar 6 hektare. Upaya pemadaman di Desa Teluk Lancar lahan yang sudah padam sekitar dua hektare.

Sementara di Desa Muntai Karhutla membakar sekitar 1,5 hektare lahan yang di laporkan terjadi Sabtu kemarin, setengah hektare lagi masih dilakukan pemadaman.

Situasi di Kecamatan Bengkalis

Untuk Karhutla di Kecamatan Bengkalis juga masih dalam upaya pendinginan, titik api berada di Desa Padekik dan Desa Kalemantan. Luas lahan terbakar seluruhnya sekitar 42 hektare. Paling luas tebakar terjadi di Desa Padekik sekitar 27 hektare, petugas gabungan masih melakukan pendinginan.

Sementara di Desa Kalemantan Karhutla terjadi sejak Kamis kemarin dengan luas tebakar sekitar lima belas hektare. Delapan hektare diantaranya sudah berhasil padam, sisanya tujuh hektare masih dilakukan upaya pendinginan.


Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *