My WordPress Blog
Daerah  

Laut Sampit Kotim Diprediksi Ramai, 5 Kapal Siap Layani 12 Keberangkatan

Kesiapan Pelabuhan Sampit Menghadapi Arus Mudik Lebaran 2026

Pelabuhan Sampit, yang terletak di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mulai menunjukkan tanda-tanda kenaikan aktivitas penumpang seiring datangnya musim angkutan Lebaran. Sejak posko angkutan laut Lebaran 2026 dibuka pada 13 Maret lalu, kegiatan di terminal pelabuhan semakin ramai. Banyak penumpang telah membeli tiket kapal, sehingga kondisi ini menjadi indikasi awal dari lonjakan arus mudik.

Gusti Muchlis, Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 Pelabuhan Sampit, menjelaskan bahwa pemerintah tidak menambah armada kapal selama masa angkutan Lebaran tahun ini. Namun, kapasitas penumpang akan ditingkatkan melalui kebijakan dispensasi dari Kementerian Perhubungan.

“Pada prinsipnya Kementerian Perhubungan tidak menambah armada kapal. Yang ada hanya penambahan kapasitas penumpang melalui dispensasi sekitar 60 persen,” ujar Gusti Muchlis.

Selama masa posko yang berlangsung dari 13 hingga 30 Maret 2026, lima armada kapal disiapkan untuk melayani arus mudik dan balik melalui Pelabuhan Sampit. Kelima kapal tersebut adalah KM Leuser, KM Lawit, dan KM Kelimutu milik PT Pelni, serta KM Kirana III dan KM Dharma Rucitra VI yang dioperasikan oleh PT Dharma Lautan Utama.

Secara keseluruhan, kapal-kapal tersebut akan melakukan 12 kali call atau keberangkatan selama periode angkutan Lebaran. Berikut rincian jadwal dan kapasitas penumpang masing-masing kapal:

  • KM Leuser: Dijadwalkan dua kali sandar dengan kapasitas 1.438 penumpang.
  • KM Lawit: Dijadwalkan dua kali sandar dengan kapasitas 1.484 penumpang.
  • KM Kelimutu: Dijadwalkan satu kali sandar dengan kapasitas 1.334 penumpang.
  • KM Kirana III: Akan melakukan empat kali call dengan kapasitas sekitar 800 penumpang.
  • KM Dharma Rucitra VI: Akan melakukan tiga kali call dengan kapasitas sekitar 600 penumpang.

Jika ditotal, kapasitas penumpang yang dapat dilayani selama periode angkutan Lebaran mencapai 12.178 penumpang.

Berdasarkan data tahun sebelumnya, jumlah penumpang yang berangkat melalui Pelabuhan Sampit pada 2025 mencapai 10.551 orang, sedangkan penumpang yang tiba sebanyak 5.285 orang. Untuk tahun ini, pihaknya memproyeksikan adanya kenaikan sekitar 10 persen dari jumlah tersebut.

“Dengan proyeksi itu, jumlah penumpang yang naik diperkirakan mencapai sekitar 11.606 orang, sedangkan penumpang yang turun sekitar 5.813 orang,” ujarnya.

Lonjakan penumpang bahkan diperkirakan sudah mulai terasa dalam dua gelombang utama selama masa angkutan Lebaran. Gelombang pertama diprediksi terjadi pada 14 hingga 15 Maret 2026, sementara gelombang kedua diperkirakan berlangsung pada 18 hingga 19 Maret 2026.

Di tengah meningkatnya jumlah penumpang, pihak posko juga menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi penumpukan penumpang di terminal pelabuhan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menerapkan sistem boarding lebih awal bagi penumpang. Jika kapal dijadwalkan berangkat sekitar pukul 10.00 WIB, proses check-in dan boarding akan dimulai sejak pukul 06.00 hingga 07.00 WIB agar arus penumpang dapat terurai dengan baik.

Selain itu, sekitar 60 personel dari berbagai instansi juga disiagakan untuk membantu pengaturan arus penumpang selama masa angkutan Lebaran. “Kami menyiagakan sekitar 60 personel yang dibantu instansi terkait untuk melakukan rekayasa pelayanan agar penumpang bisa terurai dengan baik,” jelas Gusti Muchlis.

Ia juga mengungkapkan, lonjakan penumpang sebenarnya sudah mulai terasa bahkan sebelum posko resmi dibuka. Hal itu terjadi karena sebagian besar tiket kapal untuk periode mudik telah terjual habis lebih awal. “Kalau melihat tren yang ada, sebenarnya sejak sebelum tanggal 13 lonjakan penumpang sudah mulai terjadi karena tiketnya rata-rata sudah habis terjual,” katanya.

Karena itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat yang belum mendapatkan tiket dari Pelabuhan Sampit untuk mempertimbangkan pelabuhan alternatif sebagai titik keberangkatan mudik. Menurutnya, dengan kondisi tiket yang hampir habis untuk seluruh jadwal keberangkatan selama masa angkutan Lebaran, arus mudik melalui Pelabuhan Sampit saat ini sudah mendekati puncaknya.

“Kalau melihat kapasitas yang ada dan tiket yang sudah habis, sebenarnya kondisi sekarang sudah bisa dibilang puncak arus mudik,” tandasnya.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *