My WordPress Blog
Daerah  

Warga Pangkalpinang Khawatir Batal Umrah Akibat Ketegangan Timur Tengah

Rasa Khawatir dan Harapan Jemaah Umrah di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Resti (28) terus memperhatikan layar ponselnya. Setiap notifikasi yang muncul membuat jantungnya berdebar sedikit lebih cepat. Di sudut rumahnya di Kampung Asam, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, ia duduk dengan wajah yang menyimpan kecemasan.

Tanggal 25 Maret ini seharusnya menjadi momen paling membahagiakan dalam hidupnya, yaitu berangkat umrah bersama suaminya. Perjalanan yang telah mereka rencanakan sejak tahun lalu. Namun, konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran membuat rasa khawatir itu tak terelakkan.

“Saya jujur khawatir,” ujarnya saat ditemui. Resti bukan hanya khawatir pada situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, namun juga kekhawatiran yang lebih personal. Ia berharap, keberangkatan umrah yang sudah lama dinanti jangan sampai batal.

Bagi Resti dan suaminya, umrah yang dijadwalkan bertepatan dengan momen Idulfitri 1447 Hijriah tersebut bukan sekadar perjalanan ibadah biasa, namun juga impian yang mereka susun pelan-pelan sejak setahun silam. “Yang paling saya takutkan kalau sampai di-cancel. Sedih sekali rasanya karena ini momen yang sudah kami tunggu-tunggu,” katanya lirih.

Meski begitu, Resti mengaku tetap ingin menjalankan ibadah umrah dalam kondisi aman dan nyaman. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pemerintah Indonesia demi keselamatan jemaah, baik yang sudah berada di tanah suci maupun yang masih menunggu jadwal keberangkatan umrah. “Kami ikut arahan pemerintah saja. Yang penting aman,” ucapnya.

Resti merupakan satu dari sekian banyak calon anggota jemaah umrah yang menggantungkan harapan pada stabilitas kawasan dan kebijakan pemerintah. Di tengah derasnya informasi yang beredar, Resti mengaku terus memantau kabar terbaru, baik dari media massa maupun dari pihak travel tempat ia dan suaminya mendaftar umrah.

Menurutnya, travel tersebut telah mengeluarkan rilis resmi terkait kondisi penerbangan internasional. Pihak travel menyampaikan bahwa mereka aktif memantau perkembangan operasional penerbangan umrah melalui berbagai maskapai. “Hingga saat ini belum ada perubahan jadwal keberangkatan maupun kepulangan. Belum ada informasi pembatalan,” ujar Resti.

Kabar itu sedikit menenangkannya meski belum sepenuhnya menghapus kegelisahannya. Sebab, situasi geopolitik bisa berubah sewaktu-waktu. “Kami tetap berharap bisa berangkat sesuai jadwal. Semoga tidak ada perubahan. Sampai sekarang belum ada informasi pembatalan dari pihak travel,” tutur Resti.

Kata Resti, ia dan suaminya memilih memperbanyak doa. Di antara rasa waswas dan harapan, mereka mencoba menenangkan diri. “Sekarang kami hanya bisa terus berdoa semoga diberikan yang terbaik,” katanya.

Imbauan untuk Menunda Keberangkatan Umrah

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mengimbau jemaah menunda keberangkatan umrah menyusul dinamika situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Imbauan ini disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta pada Minggu (1/3/2026). Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian untuk menjamin keselamatan dan pelindungan jemaah.

Pemerintah juga memastikan bahwa persiapan ibadah haji 1447 H/2026 M tetap berjalan sesuai rencana. Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dinilai makin dinamis dan tidak menentu dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mengeluarkan imbauan resmi terkait penundaan keberangkatan umrah.

Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat preventif demi melindungi warga negara Indonesia. “Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya makin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil di Jakarta, Minggu (1/3), dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com.

Imbauan tersebut ditujukan bagi jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat hingga situasi kembali kondusif. Pemerintah juga meminta jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi serta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik.

Koordinasi dengan Otoritas dan Maskapai Penerbangan

Kementerian Haji dan Umrah RI bersama Kementerian Luar Negeri RI terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). “Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” kata Dahnil.

Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan jemaah yang mengalami penundaan penerbangan atau kepulangan tetap mendapatkan akomodasi yang aman dan layak. Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Seluruh pihak diminta merujuk pada sumber resmi pemerintah untuk menghindari kesimpangsiuran informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Data Jemaah Umrah di Kabupaten Bangka

Di Kabupaten Bangka, pada Februari 2026 sedikitnya terdapat 66 orang yang terdaftar untuk menjalani ibadah umrah. Adapun pada Maret 2026, terdata ada 2 orang yang mendaftar umrah. Jumlah itu mengacu pada SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu).

“Kalau kami datanya hanya yang ada berdasarkan di SISKOHAT. Kalau dari data itu, di bulan Februari ini ada 66 orang yang terdaftar umrah. Cuma kita enggak tahu mana yang udah berangkat dan pulang, mana yang belum,” kata Plt Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Bangka Giapul Prabungga kepada Bangka Pos, Senin (2/3/2026).

Giapul memperkirakan ada puluhan calon anggota jemaah umrah asal Kabupaten Bangka yang ditunda keberangkatan maupun kepulangannya akibat konflik di Timur Tengah. Sebab, seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan ibadah umrah di bulan Ramadan menjadi salah satu yang diminati jemaah.

Pendataan dan Persiapan Jemaah Umrah di Bangka Selatan

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Bangka Selatan Agus Sadimin mengatakan, pihaknya belum memperoleh data pasti, khususnya mengenai ada tidaknya warga Bangka Selatan yang sedang berada di Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umrah.

“Saat ini kami masih melakukan pendataan ada tidaknya masyarakat Kabupaten Bangka Selatan yang sedang melaksanakan ibadah umrah,” kata Agus kepada Bangka Pos, Senin (2/3/2026). Di Bangka Selatan, lanjut Agus, terdapat dua travel umrah yang masih aktif, masing-masing berada di Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, dan Desa Bencah, Kecamatan Airgegas.

Namun, aktivitas pemberangkatan jamaah saat ini lebih banyak dilakukan oleh travel umrah yang berada di Tanjung Ketapang. Secara kedinasan, pihaknya telah meminta kepada seluruh travel agar menyampaikan laporan resmi, terutama terkait jumlah anggota jemaah yang berangkat, sedang menjalankan ibadah, hingga jadwal kepulangan mereka.


Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *