My WordPress Blog

Rekam Jejak Abubakar, Bupati Bener Meriah Tegaskan Bantuan 80 Ton Tak Hilang: Tanya ke Mualem

Klarifikasi Bupati Bener Meriah Mengenai Isu Hilangnya 80 Ton Bantuan Logistik

Bupati Bener Meriah, Aceh, Tagore Abubakar, memberikan penjelasan terkait isu yang beredar mengenai dugaan hilangnya 80 ton bantuan logistik. Isu ini muncul setelah Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, menyampaikan laporan bahwa ada bantuan yang disalurkan ke Kabupaten Bener Meriah yang dikabarkan raib.

Tagore Abubakar, seorang politikus Gayo yang lahir di Takengon, Aceh Tengah pada 20 April 1954, menegaskan bahwa semua bantuan yang masuk ke wilayahnya telah tercatat dengan baik dan telah disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.

“Kami tidak pernah menggelapkan bantuan. Semua yang masuk ke Bener Meriah tercatat, bisa dilihat dari mana bantuan itu berasal dan untuk siapa,” ujar Tagore Abubakar dalam pernyataannya kepada awak media. Ia juga menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menikmati bantuan logistik tersebut.

“Tanya saja kepada Mualem, karena dia yang mengatakan (hilangnya 80 ton bantuan logistik). Menurut saya, selama saya menjadi Bupati Bener Meriah, tidak ada kehilangan bantuan,” tambahnya.

Tagore merasa terganggu dengan berkembangnya isu tersebut karena dinilai tidak didasari bukti yang jelas. Ia khawatir informasi ini dapat menciptakan persepsi negatif terhadap pemerintah daerah.

“Kami ingin masyarakat tetap tenang. Bantuan sudah sampai ke seluruh desa, termasuk melalui jalur darat dan helikopter dari Jakarta. Jika ada bantuan yang belum sampai, kami akan segera mengirimkannya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat Bener Meriah menunjukkan sikap kooperatif dan gotong royong dalam membantu proses distribusi bantuan. Tagore mengajak seluruh pihak untuk tidak saling menyalahkan dan fokus pada pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor.

“Alhamdulillah rakyat kita kooperatif, bergotong royong membantu pemerintah menyampaikan bantuan-bantuan. Di sini, kita tidak boleh saling menyalahkan. Media bisa langsung ke lokasi untuk melihat kondisi nyata,” kata Tagore.

Lebih lanjut, ia mengkhawatirkan isu ini dapat memengaruhi kepercayaan para donatur yang ingin membantu masyarakat di Aceh Tengah dan Bener Meriah.

“Isu ini bisa membuat para donatur kehilangan kepercayaan untuk membantu Aceh Tengah dan Bener Meriah,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Tagore kembali menegaskan bahwa dirinya tidak menikmati bantuan logistik tersebut.

“Demi Allah, satu sen pun kita tidak makan,” tegas Tagore Abubakar.

Pernyataan Gubernur Aceh

Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengungkapkan adanya laporan terkait dugaan hilangnya 80 ton bantuan logistik di Bener Meriah. Namun, ia mengakui informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kalau Bener Meriah dan Aceh Tengah sudah sangat maksimal. Tinggal di lapangan mereka menyalurkan tepat sasaran atau tidak,” ujarnya.

Mualem menyatakan pihaknya akan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kebenaran laporan tersebut. Ia juga mengingatkan seluruh relawan dan pihak terkait di wilayah Tengah Aceh agar menyalurkan bantuan secara amanah dan tepat sasaran.

Rekam Jejak Tagore Abubakar

Tagore Abubakar lahir di Takengon, Aceh Tengah, pada 20 April 1954. Ia dilantik sebagai Bupati Bener Meriah pada Selasa (18/2/2025). Tagore dikenal sebagai politikus yang telah bergelut lama dalam dunia politik, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Pendidikan dasar ditempuh di SD Negeri 1 Takengon, kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Takengon dan Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Takengon. Setelah itu, ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Sumatera Utara untuk jenjang Strata Satu (S1) pada tahun 1972.

Sebelum terjun ke dunia politik, Tagore pernah bekerja sebagai kepala UPP PJM Seulimum Aceh Besar tahun 1975 dan menjabat kepala UPP ITR Blangkejeren tahun 1986. Ditahun yang sama ia juga menjabat sebagai koordinator OPSUS Gelora Pertanian BANPRES, Blangkejeren.

Setelah itu, ia pulang ke Aceh Tengah dengan menjabat sebagai kasi usaha tani pada Dinas Perkebunan Cabang V Aceh Tengah tahun 1988 dan sekretaris Korpri Dinas Perkebunan Provinsi Daerah Istimewa Aceh tahun 1988. Jabatan terakhir sebelum terjun ke dunia politik, ia menjabat sebagai kepala cabang V Dinas Perkebunan Takengon pada tahun 1993.

Beberapa tahun menjabat sebagai kepala cabang perkebunan, pada tahun 1999 akhirnya Tagore memutuskan terjun ke dunia politik. Karier politiknya cukup mentereng, kali pertama ia terjun politik langsung berhasil meraih kursi wakil ketua DPRD Aceh Tengah periode tahun 1999-2004. Di periode selanjutnya, ia menjabat sebagai ketua DPRD Bener Meriah periode 2004-2007.

Dua periode menjabat di legislatif, Tagore kemudian melebarkan sayapnya ke eksekutif, pada periode 2007-2012 Tagore Abubakar mampu merebut kursi sebagai Bupati Bener Meriah. Setelah bermain di daerah, Tagore lalu melangkah ke tingkat Nasional, ia juga mampu meraih kursi DPR RI di Dapil II Aceh lewat partai PDI Perjuangan pada periode 2014-2019.

Setelah beberapa tahun tidak terlibat politik, Tagore kemudian kembali terjun politik dan mampu merebut kembali kursi Bupati Bener untuk periode 2025-2030. Tagore akan dilantik sebagai Bupati Bener Meriah oleh Gubernur Aceh pada Selasa, 18 Februari 2025.

Selain aktif di dunia politik, kader Golkar dan PDI Perjuangan tersebut juga pernah menjabat beberapa jabatan strategis di bidang organisasi. Seperti pernah menjabat sebagai wakil ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah tahun 1975 sampai 1983. Menjabat wakil ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Aceh Tengah tahun 1980-1983 dan menjabat sebagai ketua Keluarga Gayo Alas Aceh Tengah (KGAAT) tahun 1982-1983.

Lalu menjabat ketua PPM tahun 1993- 1998 dan menjabat wakil ketua DPD II KNPI 1989-1992 dan selanjutnya ia menjabat sebagai wakil ketua DPD Golkar Aceh Tengah tahun 1993 sampai tahun 1998. Selanjutnya ia kemudian menjabat sebagai ketua Golkar Aceh Tengah dua periode dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2013.

Kemudian ia juga pernah menjabat sebagai ketua Perkemi Bener Meriah tahun 2006-2011 dan menjabat Pembina di Himabiah pada tahun 2024-2008. Selanjutnya, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua KONI, dan Ketua Dewan Adat Gayo sampai saat ini.

Sekedar informasi pada Pilkada Bener Meriah 2024, Tagore Abubakar maju sebagai Bupati Bener Meriah berpasangan dengan Armia Ahmad. Pasangan yang diusung oleh lima partai politik ini berhasil meraih suara mencapai 50,086 atau 5,08 persen dari surat suara sah.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *