Pertemuan Ahli Digital Forensik dengan Wakil Presiden
Ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jumat (13/3/2026). Pertemuan ini berlangsung sekitar 50 menit dan diakhiri dengan pemberian hampers Lebaran dari Gibran kepada Rismon. Hampers tersebut dibawakan oleh ajudan dari dalam Istana dan berisi makanan ringan atau snack.
Dokter Tifa Unggah Foto Bersama Rismon dan Roy Suryo
Sementara itu, Tifauzia Tyassuma (dr Tifa) mengunggah foto lama bersama Rismon Sianipar dan Roy Suryo saat mereka berada di Universitas Gadjah Mada. Dalam unggahan tersebut, dr Tifa menyebut bahwa ketiganya pernah bersama-sama meneliti dokumen terkait dugaan ijazah Jokowi.
Melalui akun X pribadinya @DokterTifa, dr Tifa mengunggah foto dirinya bersama Rismon Sianipar dan Roy Suryo. Ia menyebut foto tersebut sebagai momen bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Menurutnya, foto itu merupakan momen saat mereka bertemu di ruang 109 Fakultas Kehutanan UGM pada tanggal 15 April 2025. Saat itu, ketiganya mewakili TPUA yang terlambat hadir karena kecelakaan di tol.
Pada hari itu, dr Tifa menjelaskan bahwa terdapat sekitar 16 orang yang berasal dari Civitas Akademika UGM dan Para Pejabat Rektorat. Ia menyebut bahwa momen itulah dirinya bersama Roy Suryo bertemu Rismon Sianipar. Saat itu, dr Tifa mengatakan bahwa mereka diperlihatkan skripsi atas nama Joko Widodo. Yang membuat tiga pasang mata mereka terbelalak adalah melihat dokumen yang menurut keyakinan mereka adalah SKRIPSI PALSU.
Roy Suryo sigap memotret lembaran-lembaran skripsi tersebut dengan kamera canggihnya. Dengan demikian, foto-foto ini akan menjadi bukti tak terbantahkan bahwa seseorang yang tidak memiliki skripsi yang otentik tidak mungkin mendapatkan ijazah yang otentik.
Selain itu, dr Tifa menyebut adanya 709 dokumen lainnya yang dengan mandat Keputusan Sidang KIP menjadi dokumen yang terbuka secara publik. Dengan semangat, ia menyatakan akan menguji keasliannya bersama para pakar IT dan digital forensik, serta para doktor asli lulusan Amerika, Belanda, ITB, dan UNAIR.
Rismon Terima Hampers

Di Istana Wakil Presiden, Gibran tampak mengenakan jas sementara Rismon mengenakan kemeja pendek. Usai melakukan pertemuan secara tertutup, Gibran lalu mengantar Rismon ke lobi Istana Wapres sambil berbincang singkat. Gibran sempat merangkul Rismon dan mengatakan bahwa kini tidak ada lagi masalah di antara keduanya.
“Pokoknya kita ini saudaraan, sudah enggak ada apa-apa lagi,” kata Gibran. Setelah itu, Gibran memberikan bingkisan lebaran (hampers) kepada Rismon. Menerima bingkisan tersebut, Rismon lalu menyampaikan terimakasih. Usai memberikan hampers, Gibran lalu memberikan gestur pamit dengan merekatkan kedua telapak tangannya sambil sedikit membungkuk. Ia lalu masuk ke dalam istana Wapres.
Rismon Minta Maaf
Peneliti digital forensik, Rismon Hasiholan Sianipar memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo dan keluarganya terkait temuan yang sebelumnya ia sampaikan dalam buku Jokowi’s White Paper.
Dalam klarifikasinya secara terbuka, Rismon menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan hasil kompilasi dari beberapa penulis, yakni dirinya, Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa. Ia mengatakan dari lebih 700 halaman dalam buku tersebut, sekitar 400 halaman merupakan bagian yang ia tulis sendiri.
“Seperti yang kalian ketahui, bahwa RRT, Roy, Rismond, dan TIPA itu menuliskan buku Jokowi’s White Paper di mana 400 halaman lebih saya tuliskan dari 700 halaman di buku tersebut,” kata Rismon seperti dikutip dari YouTube Balige Academy yang tayang pada Rabu (11/3/2026).
Ia menegaskan bahwa setiap penulis melakukan penelitian secara independen tanpa saling bergantung satu sama lain. “Masing-masing tidak ada ketergantungan. Masing-masing melakukan penelitiannya secara independen,” ujarnya.
Namun, dalam proses penelitian tersebut, Rismon mengakui terdapat kekeliruan yang dipicu oleh keterbatasan data yang digunakan dalam analisisnya. “Karena independensi tersebut, maka saya sebagai peneliti secara terbuka mengatakan ada koreksi-koreksi akibat data yang tidak lengkap, akibat rotasi atau translasi maupun resolusi pada data yang saya uji,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa seorang peneliti harus berpegang pada objektivitas dan kebenaran ilmiah ketika menemukan kesalahan dalam hasil penelitian. “Oleh karena itu, sebagai peneliti yang bertanggung jawab terhadap kebenaran dan hanya kebenaran ilmiah, seorang peneliti harus bersandar pada objektivitas dalam temuan-temuan dalam kerja-kerja ilmiahnya,” kata Rismon.
Ia pun menyatakan secara terbuka bahwa temuan sebelumnya memang mengandung kekeliruan, meskipun menggunakan metodologi yang ia tuliskan dalam buku tersebut. “Oleh karena itu, temuan saya sebelumnya yang telah melukai, yang telah membuat commotion dalam perkembangan kita akhir-akhir ini melukai keluarga Pak Jokowi dan Pak Jokowi sendiri, saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi,” ujarnya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











