My WordPress Blog

Panglima TNI Bentuk 37 Kodam, 15 Kodaeral, dan 8 Pasmar



MAGELANG – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan perhatiannya terhadap dinamika lingkungan strategis global yang masih dipengaruhi oleh berbagai konflik di beberapa wilayah dunia, khususnya di kawasan Teluk. Ia juga menyoroti perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung serta ketegangan di berbagai kawasan lain yang bisa memengaruhi stabilitas global.

Jenderal Agus menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan nasional serta memperkuat sinergi antara seluruh komponen bangsa, termasuk pemerintah daerah dan DPRD, dalam menghadapi tantangan global tersebut. Menurutnya, TNI tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan daerah melalui kerja sama dengan pemerintah setempat.

Ia mendorong adanya kolaborasi aktif antara TNI dan DPRD di tingkat daerah untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Silakan (TNI) diajak membangun wilayah-wilayah Bapak-Ibu sekalian untuk mempercepat pembangunan di wilayah dan bisa menyejahterakan masyarakat,” ujarnya dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) bagi Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Akademi Militer, Kota Magelang, Ahad (19/4/2026).

Agus menjelaskan bahwa penguatan struktur pertahanan saat ini dilakukan melalui pembentukan satuan-satuan baru. Termasuk rencana pembentukan 37 Komando Daerah Militer (Kodam), 15 Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral), serta delapan Pasukan Marinir (Pasmar) di berbagai wilayah Indonesia. Di samping itu, TNI juga sedang mengembangkan pembentukan batalyon baru secara bertahap.

Menurut Agus, target pembangunan 150 batalyon infanteri teritorial pembangunan (Yonif TP) setiap tahun merupakan bagian dari penguatan pertahanan sekaligus dukungan terhadap pembangunan daerah. Yonif TP dirancang tidak hanya untuk fungsi pertahanan, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung kegiatan produktif masyarakat seperti:

  • Pertanian
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Konstruksi
  • Pelayanan kesehatan

“Ini sesuai dengan tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang, salah satunya ada membantu tugas Pemda untuk membantu percepatan pembangunan, jadi jangan ada persepsi yang lain-lain,” jelas Agus.

Sementara itu, Gubernur Lemhannas Tubagus Ace Hasan Syadzily menegaskan pentingnya peran DPRD dalam mengawal pembangunan nasional. Ia menyebutkan bahwa DPRD bukan hanya sekadar institusi politik, melainkan garda terdepan arah pembangunan nasional agar selaras dengan Asta Cita.

“DPRD, baik provinsi, kabupaten, maupun kota, bukan hanya institusi politik, tetapi harus menjadi garda terdepan dalam memastikan arah pembangunan nasional yang selaras dengan visi besar pemerintah pusat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Ace saat memberikan sambutan penutupan KPPD Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Akmil, Kota Magelang, Ahad.

Ace mengingatkan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya peran peserta KPPD sebagai patriot bangsa yang mengawal pembangunan nasional di tengah tantangan geopolitik dan pengaruhnya terhadap bangsa. Patriotisme itu bukan sekadar simbol, melainkan sikap negarawan yang solid, berintegritas, dan mampu diwujudkan dalam setiap pengambilan keputusan yang berpihak pada rakyat.

“Jadilah patriot bangsa yang tidak hanya menjaga arah pembangunan, namun tetap mengedepankan kepentingan bangsa sebagai yang utama. Mari kita wujudkan Asta Cita guna mencapai cita-cita bangsa menyongsong Indonesia Emas 2045,” ucap Ace.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *