Nus Kei, yang juga dikenal sebagai Agrabrinus Rumatora, dinyatakan meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Maluku, pada hari Minggu, 19 April 2026. Nus Kei merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Maluku Tenggara. Insiden ini menimbulkan kekacauan di kalangan masyarakat dan politik lokal.
Sebelum bergabung dengan Partai Golkar, Nus Kei pernah menjadi rekan dekat John Refra Kei atau lebih dikenal sebagai John Kei. Laporan dari Tempo pada 1 Agustus 2020 berjudul “Sengketa di Ambon, Darah di Jakarta” menyebut bahwa keduanya pernah dipercaya mengelola lahan seluas 3,1 hektare di Ambon, Maluku. Namun, konflik antara John Kei dan Nus Kei kemudian memuncak di lokasi lahan tersebut.
Pada tanggal 22 Juni 2020, kelompok John Kei menyerang anak buah Nus Kei. Penyerangan terjadi di kediaman Nus Kei di Jalan Raya Kresek, Duri Kosambi, Jakarta Barat. Dalam serangan itu, seorang anak buah Nus Kei bernama Yustus Dorwing Rakbau tewas akibat luka bacokan benda tajam. John Kei tidak membantah aksi penyerangan tersebut, tetapi ia menyangkal perintah untuk menewaskan Yustus. Menurutnya, penyerangan tersebut dilakukan sebagai cara untuk menagih utang.
“Kamu (Nus Kei) meminjam uang, janji 6 bulan. Tanpa uang, kita tidak ada masalah. Coba belajar berkata jujur, jangan kebohongan di atas kebohongan,” ujar John Kei saat berbicara di Polda Metro Jaya, 19 Oktober 2020. Ia juga membantah klaim Nus Kei bahwa dirinya adalah pamannya. John Kei menegaskan bahwa Nus adalah mantan anak buahnya yang ia bawa ke Jakarta dari Maluku. “Dia itu bukan siapa-siapa saya, saya buat hidup dia,” katanya.
Menurut John, akar masalah dari kasus ini adalah utang Nus Kei sebesar Rp 1 miliar. Nus Kei datang untuk berutang ketika John masih dalam penjara. Saat itu, Nus menjanjikan pengembalian uang sebesar Rp 2 miliar dalam waktu 6 bulan. Namun, hingga John bebas bersyarat pada tahun 2019, Nus tidak pernah membesuk atau menunjukkan itikad baik untuk membayar utang. “Saya kirim anak-anak dari kampung sendiri untuk tagih dia, tapi tetap tidak datang,” kata John.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengimbau kader partai untuk menjaga emosi agar tidak tersulut oleh peristiwa ini. “Kepada kader tetap waspada tapi jangan terpancing situasi. Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut,” ujar Ketua Fraksi Golkar itu saat dihubungi pada Ahad kemarin.
Polisi telah menangkap dua orang terduga pelaku penikaman Nus Kei. Kedua pelaku tersebut memiliki inisial HR berusia 28 tahun dan FU berusia 36 tahun. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Maluku, Komisaris Besar Rositah Umasugi, menjelaskan bahwa insiden penusukan Nus Kei terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Maluku Tenggara, pukul 11.25 WIT, Ahad, 19 April 2026. Saat itu, Nus Kei tiba-tiba ditikam oleh orang tak dikenal menggunakan sebilah pisau.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











