My WordPress Blog
Bisnis  

Program UMKM BISA Ekspor Buka Peluang Produk Nusantara ke Luar Negeri

Peluang Globalisasi untuk UMKM Indonesia

Globalisasi telah membuka pintu bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia untuk tampil di panggung internasional. Berbagai produk lokal yang sebelumnya hanya dikenal di dalam negeri kini mulai menembus pasar global. Dari dapur sederhana di Sukabumi, tempe yang dulunya dianggap makanan rumahan kini sudah sampai ke Kanada dan Norwegia. Sementara dari bengkel kayu di pinggiran desa, alat masak buatan tangan pengrajin lokal kini hadir di dapur-dapur modern mancanegara.

Ini bukan sekadar kisah sukses individu, tetapi juga cermin kebangkitan UMKM Indonesia yang semakin percaya diri menembus batas negara. Banyak pelaku usaha kecil kini memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam perdagangan internasional melalui berbagai program pemerintah, termasuk UMKM BISA Ekspor.

Contoh Nyata Keberhasilan UMKM

Pasangan suami istri Vivi dan Handry asal Sukabumi menjadi contoh nyata keberhasilan UMKM di Indonesia. Mereka memulai usaha keripik tempe pada 2014 dengan modal terbatas dan tekad kuat. Tantangan muncul sejak awal, mulai dari penyesuaian standar mutu hingga strategi pemasaran.

Melalui pendampingan dan pelatihan dari program UMKM BISA Ekspor, mereka belajar memahami selera pasar luar negeri, menata ulang kemasan, memperoleh sertifikasi halal, hingga menyesuaikan kandungan gizi produk. Kini, renyahnya keripik tempe buatan tangan mereka sudah merambah ke 16 negara, dari Belanda, Australia, Malaysia, Hong Kong, hingga Swiss.

Setiap potongan tempe yang terkemas bukan hanya produk dagang, melainkan simbol ketekunan dan inovasi UMKM Indonesia.

Inovasi Pengrajin Kayu di Sukabumi

Sementara itu, para pengrajin kayu di Sukabumi juga membuktikan bahwa kerja keras dan inovasi mampu mengantarkan produk lokal ke pasar global. Usaha yang telah berjalan lebih dari tiga dasawarsa tersebut memproduksi berbagai peralatan dapur seperti talenan, cobek, sodet, hingga rolling pin dengan berbagai bentuk dan ukuran.

Bimbingan dari pemerintah membantu mereka menyesuaikan desain serta kualitas produk agar sesuai permintaan ekspor. Hasilnya, omzet tahunan usaha ini menembus Rp7 miliar dan ditargetkan meningkat menjadi Rp10 miliar pada 2025. Kisah ini menunjukkan bahwa kreativitas lokal, jika dikombinasikan dengan standar internasional, dapat menciptakan nilai ekonomi tinggi sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Peran Pemerintah dalam Mendukung UMKM

Kementerian Perdagangan melalui program UMKM BISA Ekspor terus memperluas peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah agar mampu bersaing di pasar global. Program ini menggandeng Atase Perdagangan serta Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara untuk memperkenalkan produk unggulan Indonesia.

Pendekatan dilakukan melalui tiga strategi utama: pengembangan produk agar sesuai standar global, peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan dan sertifikasi, serta perluasan pasar ekspor lewat promosi dan pameran internasional. Upaya ini menjadi langkah konkret pemerintah mendorong UMKM naik kelas dan masuk dalam rantai perdagangan dunia.

Kontribusi UMKM terhadap Ekonomi Nasional

UMKM masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional, menyumbang lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hingga 97 persen tenaga kerja. Peningkatan kapasitas ekspor bukan hanya soal memperluas pasar, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi yang tangguh dan inklusif.

Dari tempe hingga talenan, dari dapur kecil hingga rak toko internasional, UMKM Indonesia kini menorehkan kisah baru. Bukan sekadar usaha kecil, melainkan kekuatan besar yang membawa nama Indonesia ke kancah global.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *