Sinergi Lintas Sektor dalam Membangun Ekosistem Bulion Indonesia
Forum strategis “Bullion Connect 2025: Linking Mines to Markets” menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan antara sektor hulu dan hilir di industri emas nasional. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan World Gold Council (WGC), serta melibatkan Kementerian Keuangan, Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara, dan para pelaku industri emas.
Tujuan utama dari forum ini adalah untuk membangun ekosistem bulion yang inklusif, transparan, dan berdaya saing global. Dengan menghadirkan para pemangku kepentingan dari berbagai sektor, forum ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan keterlibatan seluruh pihak terkait.
Peran Strategis Sektor Emas dalam Perekonomian Nasional
Sektor emas memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, baik sebagai sumber devisa maupun instrumen keuangan. Indonesia memiliki potensi besar dalam industri ini, baik dari sisi sumber daya alam maupun permintaan pasar domestik. Dengan demikian, penguatan hubungan antara sektor hulu dan hilir diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian.
Sejalan dengan hal tersebut, penyelenggaraan Bullion Connect 2025 juga menjadi momentum peluncuran WGC Indonesian Gold Consumer Insights Report. Laporan ini memberikan pandangan strategis tentang perilaku konsumen emas di Indonesia dan potensi pengembangan pasar bulion ke depan.
Laporan ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi sebagai salah satu pasar emas paling potensial di dunia. Hal ini didukung oleh tingginya permintaan konsumen dan besarnya cadangan komoditas yang dimiliki. Minat masyarakat terhadap emas cukup tinggi, yang menjadi peluang signifikan bagi pertumbuhan dan kemajuan industri emas dan ekosistem bulion nasional.
Komitmen Pelaku Industri dalam Memperkuat Ekosistem Bulion
Sebagai tuan rumah penyelenggaraan Bullion Connect 2025, PT Pegadaian menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem emas nasional melalui sinergi dan integrasi layanan keuangan berbasis emas. Hingga Oktober 2025, total kelolaan emas PT Pegadaian tercatat sebesar 129 Ton.
PT Pegadaian berupaya mengoptimalkan aset emas masyarakat agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembiayaan yang produktif. Selain itu, perusahaan juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam ekosistem bulion formal yang terpercaya.
“Kami telah merancang strategi komprehensif untuk mengintegrasikan seluruh layanan, mulai dari transaksi tradisional di outlet hingga digital untuk mempercepat dan memudahkan masyarakat mengakses produk dan layanan emas di Pegadaian, terutama dengan hadirnya aplikasi Tring!,” ujar Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan.
Bank Syariah Indonesia (BSI) juga berkomitmen memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas melalui pengembangan kegiatan usaha bulion. Hingga Oktober 2025, total kelolaan emas Bank BSI mencapai 19,77 Ton. Melalui kemudahan transaksi digital, fleksibilitas pencetakan emas fisik mulai dari dua gram, serta keamanan penyimpanan emas di smart vault, BSI berupaya memberikan layanan yang lebih mudah dan aman bagi masyarakat.
Peran ANTAM dalam Mengembangkan Industri Emas Nasional
PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), anggota MIND ID – Holding BUMN Pertambangan, juga menegaskan upaya dalam memperkuat tata kelola industri emas nasional. ANTAM fokus pada pengembangan hilirisasi dan pemenuhan pasokan bahan baku yang berkelanjutan.
Perusahaan berperan aktif bersama para pemangku kepentingan dalam menjaga ketersediaan emas nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Langkah-Langkah Strategis dalam Membangun Ekosistem Bulion
Melalui berbagai langkah strategis, Pemerintah bersama otoritas terkait dan pelaku industri emas berkomitmen untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, mendorong inovasi, dan mempercepat pengembangan ekosistem bulion.
“Sinergi lintas lembaga dan badan usaha, pengembangan produk sesuai amanat Undang-Undang P2SK, penyusunan roadmap jangka menengah oleh OJK, perluasan pasar dan kerja sama internasional, serta peningkatan literasi masyarakat menjadi pilar penting dalam membangun ekosistem bullion,” ungkap Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan kementerian/lembaga, pelaku industri pertambangan, produsen emas, lembaga jasa keuangan, asosiasi, akademisi, serta mitra internasional.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











