My WordPress Blog

Batu Bara Kaltim Tumbuh Pelan, Ekspor Turun 8 Persen di September 2025

Perkembangan Sektor Perdagangan Luar Negeri Kalimantan Timur pada September 2025

Pada bulan September 2025, sektor perdagangan luar negeri Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan dinamika yang berbeda antara ekspor dan impor. Di satu sisi, nilai ekspor mengalami penurunan signifikan, sedangkan di sisi lain, impor justru meningkat tajam.

Penurunan Ekspor Kaltim

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, nilai ekspor Kaltim pada September 2025 tercatat sebesar US$1,67 miliar, turun dibandingkan dengan nilai ekspor Agustus 2025 yang mencapai US$1,83 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan nilai ekspor migas dan nonmigas masing-masing sebesar 16,37% dan 7,37%.

Komoditas hasil tambang, khususnya batu bara, masih menjadi tulang punggung ekspor Kaltim. Kontribusi batu bara mencapai 69,82% selama periode Januari hingga September 2025. Selain itu, hasil industri menempati posisi kedua dengan pangsa 20,50%, diikuti sektor migas sebesar 9,58%.

Dari sisi golongan barang, penurunan paling dalam terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati yang merosot drastis sebesar US$150,95 juta atau 57,74%. Namun, ekspor berbagai produk kimia justru mengalami kenaikan terbesar dengan nilai US$19,95 juta atau naik 85% dibanding Agustus.

Pelabuhan Balikpapan, Samarinda, dan Bonthan Bay menjadi tiga pintu keluar utama komoditas ekspor Kaltim pada September 2025. Nilai ekspor masing-masing pelabuhan tersebut adalah US$384,63 juta, US$338,22 juta, dan US$283,25 juta.

Negeri Tirai Bambu, yaitu China, masih mempertahankan posisinya sebagai tujuan ekspor terbesar Kaltim. Selama Januari sampai September 2025, ekspor ke China mencapai US$4,44 miliar atau menguasai 32,23% pangsa pasar. India menyusul di peringkat kedua dengan nilai US$2,34 miliar (16,98%), diikuti Filipina sebesar US$1,19 miliar (8,67%).

Namun, ekspor ke China pada September 2025 mengalami kontraksi sebesar 14,12% dibanding Agustus, turun dari US$640,58 juta menjadi US$550,10 juta. Penurunan serupa juga dialami ekspor ke Filipina yang susut 20,16% dan Jepang yang merosot 13,85%.

Lonjakan Impor Kaltim

Sementara itu, nilai impor Kaltim pada September 2025 meningkat signifikan sebesar 41,21% dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai impor mencapai US$438,38 juta, naik dari US$310,45 juta pada Agustus 2025.

Lonjakan impor ini terutama didorong oleh kenaikan impor migas yang naik hampir 60% menjadi US$374,87 juta. Sebaliknya, impor nonmigas justru terkoreksi 16,55% menjadi US$63,51 juta.

“Peningkatan impor migas ini terjadi pada semua komoditas, dengan gas mencatat kenaikan tertinggi sebesar 49,30%, diikuti minyak mentah 47,42%, dan hasil minyak 16,55%,” ujar Yusniar Juliana, Kepala BPS Kaltim.

Dari sisi golongan barang, kapal, perahu, dan struktur terapung mencatat kenaikan impor terbesar dengan nilai US$5,05 juta atau naik 61,36%. Sementara itu, impor kendaraan dan bagiannya anjlok 47,91% atau berkurang US$4,02 juta.

China mendominasi negara asal impor nonmigas dengan kontribusi 35,55% atau senilai US$315,96 juta selama Januari–September 2025. Jerman dan Amerika Serikat menyusul dengan pangsa masing-masing 8,79% dan 7,92%.

Neraca Perdagangan Kaltim Tetap Surplus

Meski ekspor turun dan impor naik, neraca perdagangan Kaltim pada September 2025 tetap mencatatkan surplus sebesar US$1,24 miliar. Angka ini ditopang oleh surplus sektor nonmigas sebesar US$1,46 miliar, yang mampu menutupi defisit sektor migas senilai US$228,76 juta.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari hingga September 2025 membukukan surplus US$11,72 miliar. Adapun, nilai ekspor kumulatif periode tersebut masih lebih rendah 14,67%, yaitu hanya senilai US$15,24 miliar dibanding periode yang sama tahun 2024 yang mencapai US$17,86 miliar.

Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *