Penjelasan Polisi Mengenai Kehadiran Aparat di Kantor Pemenang Tender Motor Listrik
Polsek Grogol Petamburan memberikan penjelasan mengenai kehadiran puluhan personel kepolisian di kantor PT Yasa Artha Trimanunggal, Jakarta Barat, pada Jumat (10/4/2026). Keberadaan aparat tersebut bukan untuk penjagaan khusus perusahaan, melainkan sebagai pengamanan atas rencana aksi unjuk rasa dari kelompok Koalisi Mahasiswa Hukum Nusantara.
PT Yasa Artha Trimanunggal tengah menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai penyedia sepeda motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan program pemerintah yang menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat dengan dukungan logistik ramah lingkungan. Hal ini memicu berbagai tanggapan dan spekulasi di kalangan masyarakat.
Kapolsek Grogol Petamburan, AKP Reza Aditya, menjelaskan bahwa kehadiran polisi di lokasi adalah bagian dari proses pengamanan terhadap rencana aksi unjuk rasa yang telah diberitahukan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa tidak ada penjagaan eksklusif terhadap perusahaan tersebut.
“Jadi, pada waktu itu, hari Jumat tanggal 10, ada rencana aksi di PT Yasa Artha. Rencana aksi ini dari Koalisi Mahasiswa Hukum Nusantara. Nah, kita dari Polsek ada kegiatan pengamanan di sana untuk rencana aksi tersebut karena sudah ada pemberitahuan sebelumnya,” ujar Reza saat dihubungi.
Diduga Foto Hasil Rekayasa AI
Reza juga mengklarifikasi mengenai visual yang beredar luas di media sosial, termasuk unggahan yang menampilkan personel kepolisian berjaga dengan senjata lengkap di depan kantor tersebut. Ia menduga visual itu merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Saya juga sempat lihat itu di Instagram. Ada yang mengunggah foto, tapi saya rasa itu foto AI. Jadi, ada polisi yang berjaga sambil membawa senjata di sana. Padahal, kita berjaga di sana hanya pada saat hari itu saja karena ada rencana aksi,” tambahnya.
Meski personel telah bersiaga sejak pukul 13.00 WIB, massa unjuk rasa tidak kunjung hadir hingga sore hari. “Massanya tidak hadir. Kita tunggu sampai jam setengah 6 sore (17.30), kita konsolidasi, massanya tetap tidak hadir,” jelas Reza.
Puluhan Polisi Berjaga di Sekitar Kantor
Pada Jumat (10/4/2026), puluhan anggota polisi berjaga di sekitar kantor PT Yasa Artha Trimanunggal yang beralamat di Jalan Indraloka II No. 1850, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Pantauan Tribunnews.com di lokasi, aparat kepolisian bersama unsur Babinsa sempat melakukan apel sebelum menempati titik pengamanan di area perusahaan.
Petugas tak berseragam juga terlihat memantau situasi hingga sekitar pukul 15.42 WIB. Seorang perwira di lapangan, AKP Madi, membenarkan aktivitas tersebut dengan menyatakan singkat, “Ada pengamanan.”
PT Yasa Artha Trimanunggal diketahui merupakan induk perusahaan dari PT Adlas Sarana Elektrik, yang disebut sebagai pemenang tender penyedia sepeda motor listrik bagi Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perusahaan yang berdiri sejak 2016 ini bergerak di bidang jasa logistik, pengadaan, serta ekspor-impor.
Nama perusahaan mencuat setelah viral video puluhan ribu unit motor listrik merek Emmo berlogo BGN di media sosial. Berdasarkan data pengadaan nasional, motor listrik yang disediakan adalah tipe Emmo JVX GT dengan harga sekitar Rp49,95 juta per unit. Harga tersebut sudah termasuk pajak, namun statusnya masih off the road (belum termasuk biaya pengurusan surat kendaraan).
Sorotan publik terhadap nilai pengadaan dan proses tender inilah yang diduga memicu rencana aksi massa, meski akhirnya tidak terealisasi di lapangan.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











