My WordPress Blog

Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditangkap, Terima Rp 1,5 M Saat Jadi Komisioner

Penangkapan Ketua Ombudsman RI Hery Susanto

Ketua Ombudsman Republik Indonesia (RI), Hery Susanto, ditangkap dan ditahan oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada hari Kamis (16/4/2026). Ia baru saja menjabat sebagai ketua ombudsman selama enam hari setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 April 2026. Penangkapan ini terkait dengan dugaan korupsi dalam tata kelola tambang nikel di Sulawesi Tenggara periode 2013–2025.

Hery diduga menerima uang sebesar Rp 1,5 miliar saat masih menjabat sebagai Komisioner Ombudsman RI pada tahun 2025. Kasus ini berawal dari perusahaan PT TSHI yang memiliki masalah dalam perhitungan PNBP dengan Kementerian Kehutanan. Perusahaan tersebut kemudian meminta bantuan Hery untuk mencari solusi. Dalam prosesnya, Hery diduga ikut mengatur agar kebijakan Kemenhut dikoreksi melalui rekomendasi Ombudsman, sehingga perusahaan dapat melakukan penghitungan sendiri kewajiban pembayaran.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menyatakan bahwa Hery ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tersebut. Atas perbuatannya, Hery dijerat sejumlah pasal dalam Undang-Undang Tipikor dan langsung ditahan di Rutan Salemba selama 20 hari pertama.

Profil Hery Susanto

Hery Susanto pernah menjadi anggota Ombudsman RI periode 2021–2026. Ia kemudian dipilih sebagai Ketua Ombudsman RI periode 2026–2031. Lahir pada 9 April 1975 di Cirebon, Hery pernah menjadi tenaga ahli Anggota DPR RI Komisi IX 2014–2019 pada Bidang Kesra, Kesehatan, Ketenagakerjaan, BKKBN, dan BPOM. Ia menamatkan pendidikan S1 Budidaya Perikanan di Universitas Lambung Mangkurat pada 1998 serta S2 Lingkungan Hidup di Universitas Indonesia pada 2005. Selanjutnya, ia lulus S3 Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup pada Universitas Negeri Jakarta pada 2024.

Sebelum menjabat sebagai anggota Ombudsman, Hery pernah menjadi Direktur Eksekutif KomunaL selama 2004–2009 dan 2009–2014. Ia juga menjabat Ketua Umum Kornas MP BPJS 2016–2021, serta Ketua Bidang Kesehatan PMN KAHMI pada 2017–2022.

Selama bertugas di Ombudsman RI, Hery fokus pada pengawasan sektor kemaritiman, investasi, dan energi. Ia juga aktif mendorong upaya pencegahan maladministrasi serta peningkatan kualitas pengawasan pelayanan publik. Selain itu, Hery dikenal aktif menyuarakan penguatan kelembagaan Ombudsman melalui revisi Undang-Undang Ombudsman.

Harta Kekayaan Hery Susanto

Kini, harta kekayaan Hery Susanto menjadi sorotan. Tercatat ia memiliki harta kekayaan sebesar Rp 4,1 miliar. Informasi ini diketahui dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diunggah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diakses Tribunnews.com, Kamis (16/4/2026). Tepatnya, harta kekayaan Hery Susanto mencapai Rp 4.170.588.649 dalam LHKPN yang disampaikan ke KPK pada 17 Maret 2026.

Harta kekayaan yang dilaporkan kepada lembaga anti-rasuah setiap tahunnya, Hery Susanto memiliki dua bidang tanah di Jakarta Timur dan Cirebon. Nilai kedua bidang tanah itu mencapai Rp 2,3 miliar. Di garasinya, Hery Susanto memiliki satu unit motor dan mobil senilai Rp 595 juta. Aset lain yang dimiliki peraih gelar S3 Doktor Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup tahun 2024 itu adalah harta bergerak lainnya serta kas dan setara kas. Masing-masing, nilainya Rp 685 juta dan Rp 539 juta.

Berikut daftar harta kekayaan Hery Susanto yang dilaporkannya pada 17 Maret 2026 saat masih menjadi anggota Ombudsman:

  • A. TANAH DAN BANGUNAN Rp 2.350.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 150 m2/70 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA TIMUR , HASIL SENDIRI Rp 1.800.000.000
  • Tanah dan Bangunan Seluas 106 m2/121 m2 di KAB / KOTA CIREBON, LAINNYA Rp 550.000.000

  • B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp 595.000.000

  • MOTOR, VESPA LX IGET 125 Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp 50.000.000
  • MOBIL, CHERY MICRO/ MINIBUS Tahun 2025, HASIL SENDIRI Rp 545.000.000

  • C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp 685.900.000

  • D. SURAT BERHARGA Rp 0

  • E. KAS DAN SETARA KAS Rp 539.688.649

  • F. HARTA LAINNYA Rp 0

Sub Total Rp 4.170.588.649

UTANG Rp 0

TOTAL HARTA KEKAYAAN Rp 4.170.588.649

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *