PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 701,05 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada Kamis, 16 April 2026.
Head of Corporate Finance & Strategy TLDN, Wasisto Budi Sulistio menjelaskan bahwa para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 701,05 miliar, yang tumbuh sebesar 74,7% secara year-on-year (yoy) dibandingkan dividen tahun sebelumnya sebesar Rp 401,34 miliar.
Dividen tunai tersebut mencakup dividen interim sebesar Rp 200,67 miliar yang telah dibagikan pada 23 Oktober 2025. Sehingga, dividen final tunai yang akan dibagikan adalah sebesar Rp 500,38 miliar.
Pembagian dividen ini mencerminkan payout ratio sebesar 63,4% dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 1,11 triliun. Hal ini merupakan bagian dari keputusan penggunaan laba bersih perusahaan yang juga diarahkan untuk memperkuat struktur permodalan.
Dari total laba bersih 2025, sebesar Rp 1 miliar disisihkan sebagai dana cadangan sesuai ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan Undang-Undang Perseroan Terbatas. Sementara itu, Rp 404,56 miliar dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi dan penguatan operasional perusahaan.
“Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja TLDN yang solid sepanjang tahun 2025 serta komitmen kami untuk terus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Wasisto.
Berikut jadwal tanggal pembagian dividen TLDN untuk tahun buku 2025:
Cum dividen pasar regular dan negosiasi: 24 April 2026
Cum dividen pasar tunai: 28 April 2026
Ex-dividen pasar regular dan negosiasi: 27 April 2026
Ex-dividen pasar tunai: 29 April 2026
Penentuan daftar pemegang saham yang berhak atas dividen: 28 April 2026
Tanggal pembayaran dividen tunai: 19 Mei 2026
Realisasi dan Perubahan Penggunaan Dana IPO
Perusahaan ini juga melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dengan total dana bersih sebesar Rp 285,60 miliar. Hingga saat ini, sebesar Rp 220,32 miliar atau sekitar 77% dari total dana tersebut telah direalisasikan, yang terdiri dari:
Akuisisi PT Cipta Davia Mandiri sebesar Rp 136,32 miliar
Penyetoran modal kepada PT Telen Prima Sawit sebesar Rp 44 miliar untuk pembangunan pabrik pengolahan inti sawit (kernel crushing plant/KCP)
* Penyetoran modal kepada PT Daya Lestari sebesar Rp 40 miliar untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga biogas (biogas power plant/BPP)
Menurut Wasisto, investasi pada pembangunan KCP dan BPP tersebut tidak hanya memperkuat integrasi operasional perusahaan, tetapi juga merupakan bagian dari implementasi prinsip circular economy, di mana limbah kelapa sawit diolah menjadi produk bernilai tambah dan sumber energi terbarukan.
Adapun, sisa dana sebesar Rp 65,28 miliar, telah disetujui dalam RUPST untuk dialihkan penggunaannya dari rencana awal akuisisi menjadi penyetoran modal dan uang muka setoran modal kepada entitas anak perusahaan yaitu PT Cipta Davia Mandi yang akan digunakan untuk meningkatkan produktivitas kebun.
“Perubahan dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika industri, khususnya keterbatasan ketersediaan aset perkebunan kelapa sawit yang memenuhi standar internal perusahaan, serta tingginya valuasi pasar,” tandasnya.











