My WordPress Blog
Bisnis  

Koperasi NTT Berbagi Praktik Baik, Bangun Lembaga Sehat dan Mandiri

Koperasi di NTT Dukung Penguatan Ekonomi Daerah

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Koperasi dan UMKM menginisiasi pertemuan antara lembaga koperasi di wilayah tersebut. Pertemuan ini bertujuan untuk memfasilitasi berbagi praktik baik agar lembaga koperasi dapat berkembang menjadi lebih sehat dan mandiri.

Workshop yang diberi tajuk “Workshop Kiat-kiat Sukses Mengelola Koperasi Menuju Lembaga yang Sehat dan Mandiri” difasilitasi oleh KSP TLM dan dilaksanakan di La Cove Caffe and Resto Lasiana Kota Kupang pada Rabu (15/4/2026) siang hingga sore. Workshop ini menghadirkan beberapa narasumber, seperti Ketua KSP TLM Zasly Pah, Ketua Koperasi Kredit Sami Jaya Crispinus Paulus Tamal, Ketua KKMP Oepura Nixon Ama, dan Ketua KDMP Penfui Timur Gesti Sino. Selain itu, hadir juga Kepala Dinas PMD NTT Alex Koroh dan Kabid SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ayub Sanam.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTT Linus Lusi bertindak sebagai moderator dalam workshop ini. Ia menyampaikan bahwa inisiasi pemerintah provinsi ini dilakukan untuk menghimpun berbagai pendapat dan praktik baik dari masing-masing bidang koperasi agar dapat diinovasi dan diadaptasi.

Adapun empat koperasi yang memiliki karakteristik masing-masing sesuai ciri koperasi yang mereka anut tanpa menghilangkan asas kekeluargaan sebagai asas utama koperasi. Tujuan akhirnya adalah mencapai kesejahteraan koperasi, yaitu anggota sejahtera, NTT Kuat, dan Indonesia Maju.

Workshop ini juga merupakan tindak lanjut dari audiensi KSP TLM dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena beberapa waktu sebelumnya. Hasil dari audiensi bersama Bapa Gubernur dengan manajemen TLM, praktek baik harus diedukasi kepada yang lain.

Selain itu, pemerintah yang memiliki wewenang pembinaan dan pengawasan akan melakukan evaluasi berkala terkait kesehatan koperasi di NTT. Koperasi sehat model seperti apa dan tidak sehat seperti apa akan dievaluasi pasca workshop ini.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM NTT, jumlah koperasi yang terdaftar di provinsi tersebut mencapai 7.210 koperasi dengan beragam jenis usaha.

KSP TLM: Koperasi Sehat dengan NPL 0 Persen

Direktur Utama KSP TLM Indonesia, Zesly NW Pah, menegaskan bahwa keberhasilan koperasi tidak diraih secara instan. Ia mengungkapkan bahwa perjalanan lembaganya sempat diwarnai berbagai tantangan, termasuk tingginya kredit bermasalah.

Perjalanan kami tidak seindah grafik hari ini. Kami pernah mengalami kredit bermasalah tinggi, tetapi dari situ kami belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Salah satu prinsip utama yang kini diterapkan adalah penyelesaian cepat terhadap kredit bermasalah dengan komitmen nol toleransi terhadap Non-Performing Loan (NPL).

Jika ada kredit macet, hari itu juga harus diselesaikan atau dicarikan jalan keluar. Jangan dibiarkan berkembang. Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan koperasi. Setiap bentuk kecurangan, sekecil apa pun, akan ditindak tanpa kompromi.

Kompetensi kolektif untuk menekan praktik KKN dan mengesampingkan kepentingan pribadi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan koperasi. Budaya organisasi yang kuat akan terbentuk jika nilai-nilai tersebut dijaga secara konsisten dalam jangka panjang, termasuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, bahkan hingga luar negeri, untuk memperkuat permodalan.

Sejak berdiri pada 2011, KSP TLM Indonesia terus berkembang dan kini telah menjangkau lima provinsi, yakni NTT, Bali, NTB, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah. Saat ini, koperasi tersebut memiliki 340.117 anggota yang tersebar di 44 kantor cabang dengan 1.039 karyawan. Outstanding kredit mencapai Rp9 triliun, total aset Rp1,2 triliun, serta modal sendiri Rp592 miliar. Tingkat kesehatan koperasi pun berada pada kategori “sehat” dengan skor 95 persen.

Zesly juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi pemerintah sebagai landasan menjaga stabilitas lembaga. Jika regulasi dianggap beban, kita sulit berkembang. Tapi jika dijadikan prinsip, itu akan membawa pada kesehatan koperasi.

Langkah Strategis Pemerintah

Kepala Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Setda NTT, Jusuf Lery Rupidara, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis yang memberikan dampak besar bagi koperasi maupun pemerintah daerah. Menurutnya, koperasi menjadi salah satu pilar utama pembangunan ekonomi di NTT.

Koperasi itu asetnya triliun dan anggotanya jutaan. Keterkaitan antar anggota terjaga dengan baik. Ia juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan pinjaman koperasi untuk kegiatan usaha yang produktif dan berdampak langsung pada pembangunan daerah. Agar pinjaman itu bermuara pada usaha riil dan produktif.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTT, Linus Lusi, menyebut workshop ini sebagai momentum penting untuk menghimpun praktik-praktik baik antar koperasi. Hari ini kita saling berbagi pengalaman dan inovasi, sehingga bisa diadaptasi sesuai karakteristik masing-masing koperasi tanpa menghilangkan asas kekeluargaan.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *