Perkembangan VinFast di Indonesia
VinFast adalah perusahaan otomotif asal Vietnam yang didirikan pada tahun 2017 di Hai Phong, Vietnam. Perusahaan ini bergerak dalam industri otomotif dan telah berkembang pesat menjadi salah satu produsen mobil listrik terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Pada tahun 2025, VinFast resmi masuk ke pasar Indonesia dan mencatatkan penjualan retail sebanyak 10.630 unit mobil listrik. Selain itu, perusahaan juga membangun pabrik mereka di Subang, Jawa Barat, untuk produksi massal di Indonesia melalui VinFast Indonesia. Investasi awal yang ditanamkan mencapai Rp4,8 triliun dengan kapasitas produksi sebesar 50.000 unit per tahunnya.
Tidak hanya sukses di pasar domestik, VinFast juga berhasil mencetak rekor pada tahun 2025 dengan mengekspor 175.099 unit mobil listrik ke seluruh dunia dari Vietnam. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran penting CEO sekaligus pendiri VinFast, Pham Nhat Vuong.
Profil Pendiri VinFast, Pham Nhat Vuong
Pham Nhat Vuong lahir pada 5 Agustus 1968 di Hanoi, Vietnam. Ia berasal dari keluarga sederhana di tengah ibu kota yang sedang dilanda krisis akibat perang. Pada masa kecilnya, ia bersama keluarganya memutuskan untuk pindah ke Rusia. Di sana, ia menempuh pendidikan di Institut Geologi Moskow dan lulus sebagai sarjana pada tahun 1993.
Setelah lulus, Vuong pindah ke Kharkiv, Ukraina dengan modal US$10.000 yang dipinjam dari temannya. Awalnya, ia menjalankan usaha restoran mi ala Vietnam bersama keluarganya. Namun, kesuksesan pertama yang diraih bukan dari restoran tersebut, melainkan dari konsep mi instan yang ia bawa ke Ukraina.
Saat itu, rakyat Ukraina sedang menghadapi kesulitan pasca runtuhnya Uni Soviet, sehingga konsep mi instan yang simpel dan murah sangat diminati masyarakat. Ia terus mengembangkan usaha mi instan tersebut dengan nama perusahaan Technocom dan merek Mivina di Ukraina.
Perusahaan Technocom berkembang pesat hingga akhirnya dijual oleh Vuong kepada Nestle pada tahun 2010 dengan harga US$150 juta. Saat itu, Technocom memiliki pendapatan sebesar US$100 juta setiap tahunnya.
Peluang di Vietnam
Setelah melepas Technocom ke Nestle, Vuong kembali ke Vietnam dan melihat peluang yang sama seperti saat ia merintis bisnis di Ukraina. Ia melihat bahwa Vietnam sedang menata dan mengembangkan ekonomi mereka. Dari situ, ia berhasil mendirikan Vin Group yang mencakup bisnis real estate Vinpearl dan bisnis otomotif VinFast, yang didirikan pada tahun 2017.
Menurut laporan Forbes pada Jumat (10/4/2026), Pham Nhat Vuong saat ini tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar US$25,6 miliar. Kekayaan tersebut membuktikan bahwa ia telah berhasil membangun bisnis yang stabil dan berkembang pesat di berbagai sektor.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











