Visi “Kayong Utara Milik Bersama” untuk Pembangunan Lima Tahun ke Depan
Pemerintah Kabupaten Kayong Utara telah menetapkan arah pembangunan lima tahun ke depan melalui visi yang diberi nama “Kayong Utara Milik Bersama”. Visi ini menekankan terwujudnya daerah yang religius, sehat, cerdas, dan sejahtera. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kayong Utara Tahun 2027 yang digelar di Aula Istana Rakyat, Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu.
Dalam pemaparannya, Romi menjelaskan bahwa visi tersebut dijabarkan ke dalam empat misi utama pembangunan daerah. Berikut adalah penjelasan masing-masing misi:
Misi Pertama: Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia
Misi pertama fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing dan berakhlak mulia. Romi menyebutkan bahwa capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kayong Utara terus mengalami peningkatan dari 62,66 pada 2019 menjadi 67,60 pada 2025. Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata Provinsi Kalimantan Barat yang mencapai 72,09.
“Misi ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat Kayong Utara yang berkualitas secara mental dan spiritual dengan indikator indeks kesalehan sosial (IKS) dan IPM. Capaian IPM Kayong Utara meskipun terus mengalami kenaikan namun masih berada di bawah angka rata-rata provinsi,” ujar Romi.
Misi Kedua: Terwujudnya Pemerintahan yang Melayani, Unggul, dan Profesional
Misi kedua berfokus pada terwujudnya pemerintahan yang melayani, unggul, dan profesional. Saat ini, Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) Kayong Utara telah berada pada predikat “Baik”. Namun, menurut Romi, akselerasi tetap diperlukan melalui penguatan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) guna menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Misi Ketiga: Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Misi ketiga menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis sektor unggulan daerah, seperti pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisata. Romi menegaskan bahwa keberadaan proyek strategis di Pulau Penebang menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai 5,89 persen pada tahun 2025, tertinggi dalam lima tahun terakhir.
“Keberadaan Proyek Strategis Nasional di Pulau Penebang berkontribusi pada pencapaian angka pertumbuhan ini dan tentunya kita berharap ekonomi di Kabupaten Kayong Utara akan terus tumbuh didukung oleh sektor-sektor lainnya,” jelasnya.
Menurut Romi, pertumbuhan ekonomi tidak hanya harus tinggi, tetapi juga berkualitas dan merata, sehingga mampu menekan angka kemiskinan serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal. Data menunjukkan bahwa angka kemiskinan di Kayong Utara mengalami penurunan dari 9,56 persen pada tahun 2020 menjadi 8,75 persen pada tahun 2025.
Misi Keempat: Pembangunan Infrastruktur yang Selaras dan Berkelanjutan
Misi keempat menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur yang selaras dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan pelestarian lingkungan. Romi mengakui bahwa infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah daerah. Hingga 2024, kondisi jalan mantap berada di kisaran 50 persen lebih, dengan capaian tertinggi sebesar 59,62 persen.
“Berdasarkan data kondisi jalan kabupaten hingga tahun 2024, ruas jalan dalam kondisi mantap cenderung konstan di angka 50 persen lebih dengan angka tertinggi sebesar 59,62,” kata Romi.
Di sisi lain, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kayong Utara menunjukkan tren fluktuatif, namun kembali membaik dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025, IKLH tercatat meningkat menjadi 78,45.
“Adapun IKLH kabupaten Kayong Utara trendnya capaiannya masih fluktuatif dengan capaian di tahun 2020 sebesar 75,3 turun menjadi 73,29% di tahun 2021 untuk kemudian meningkat kembali pada tahun 2022 menjadi 75,70. Pada tahun 2023 IKLH Kayong kembali turun ke angka 70,23 untuk kemudian kembali membaik menjadi 74,33 pada tahun 2024 dan 78,45 di tahun 2025 kemarin,” pungkasnya.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











