My WordPress Blog

Kualitas lapangan Manahan Solo diuji, Andre Rosiade bandingkan dengan Stadion Haji Agus Salim

Kondisi Stadion Manahan Solo Disorot oleh Andre Rosiade

Andre Rosiade, anggota DPR RI sekaligus pemilik Semen Padang FC, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi Stadion Manahan Solo. Ia membandingkan pengelolaan stadion tersebut dengan Stadion Haji Agus Salim yang menurutnya lebih baik dikelola secara mandiri oleh klub dengan anggaran internal.

Ia menyebut bahwa Stadion Haji Agus Salim memiliki kualitas lapangan yang lebih terjaga, meskipun tidak menggunakan dana pemerintah. Menurutnya, Semen Padang FC telah melakukan pembenahan sendiri, mulai dari drainase hingga perawatan rumput, untuk menjaga kualitas pertandingan.

Drainase Stadion Manahan Solo Disorot

Andre Rosiade secara tegas mengkritik sistem drainase Stadion Manahan Solo yang dinilainya tidak layak. Ia bahkan menyamakan kondisi lapangan dengan sawah ketika hujan mengguyur pertandingan.

“Kalau kondisi lapangan ya ini PR besar saya terus terang sangat menyayangkan ini proyek yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR di periode Pak Jokowi kayak sawah kalau menurut saya,” ujarnya.

Pernyataan ini muncul setelah laga Persis Solo vs Semen Padang pada Minggu (12/4/2026) sempat terganggu akibat genangan air di lapangan Manahan Solo. Pertandingan dihentikan sekitar 10 menit pada babak kedua karena kondisi lapangan yang tidak memadai.

Perbandingan dengan Stadion Haji Agus Salim

Andre kembali menegaskan bahwa Stadion Haji Agus Salim yang dikelola Semen Padang FC menunjukkan hasil lebih baik meskipun menggunakan dana internal klub. Menurutnya, pihak klub telah melakukan pembenahan sendiri mulai dari drainase hingga perawatan rumput demi menjaga kualitas lapangan.

“Kami bongkar drainasenya kami perbaiki dan kami bikin rumputnya kami rawat meskipun dengan catatan Stadion kami belum direnovasi oleh APBN seperti stadion Manahan baru mau akan dikerjakan musim depan setelah ini selesai,” imbuhnya.

Dampak ke Kualitas Pertandingan

Kondisi lapangan yang tergenang air dinilai Andre berdampak langsung pada kualitas permainan kedua tim. Ia menyebut pertandingan menjadi tidak menarik pada babak kedua.

“Menurut saya ini harus dievaluasi kok dikerjakan oleh pemerintah jadi kayak sawah jadi mengganggu kualitas permainan kedua tim. Seharusnya pertandingan menarik seperti babak pertama Jadi kurang menarik di babak kedua karena memang jadi kayak sawah itu stadionnya,” tegasnya.

Harapan Evaluasi dan Perbaikan Stadion Manahan Solo

Andre berharap pengelola Persis Solo dapat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan, terutama pada sistem drainase Stadion Manahan Solo.

“Saya berharap pihak pengelola Persis Solo bisa mengajukan komen atau perbaikan baik ke pengelola. Ya mungkin Persis Solo bisa berbicara dengan Pemkot Solo untuk bisa dibantu untuk memperbaiki drainase seperti ini,” ujarnya.

Langkah yang Diperlukan

Berdasarkan kritik yang disampaikan oleh Andre Rosiade, beberapa langkah penting perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas Stadion Manahan Solo. Berikut beberapa hal yang dapat dipertimbangkan:

  • Evaluasi Sistem Drainase: Pihak pengelola perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase yang ada. Hal ini termasuk memastikan bahwa saluran air dapat mengalirkan air secara efisien, terutama saat hujan deras.
  • Perbaikan Infrastruktur Lapangan: Selain drainase, perawatan rumput dan struktur lapangan juga perlu diperhatikan agar tetap dalam kondisi optimal.
  • Koordinasi dengan Pemerintah Daerah: Persis Solo perlu berkoordinasi dengan Pemkot Solo untuk mendapatkan dukungan dalam perbaikan infrastruktur stadion.
  • Partisipasi Klub Sepak Bola Lokal: Klub-klub sepak bola lokal seperti Semen Padang FC dapat menjadi contoh dalam pengelolaan stadion secara mandiri dengan anggaran internal.

Dengan langkah-langkah di atas, diharapkan kualitas Stadion Manahan Solo dapat meningkat, sehingga tidak lagi mengganggu jalannya pertandingan.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *