Pemain muda Indonesia, Fadly Alberto, mendapat perhatian khusus setelah tindakan tidak terpuji yang dilakukannya dalam pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026. Aksi tersebut mengejutkan pelatih timnas U-20 Indonesia, Nova Arianto, yang merasa kecewa dengan perilaku pemainnya tersebut.
Fadly Alberto, yang berasal dari Timika, Papua Barat, bermain untuk Bhayangkara FC U-20. Dalam pertandingan pekan ke-32 EPA U-20 2025/2026, ia menghadapi Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu (19/4/2026). Pertandingan ini dimenangkan oleh Dewa United U-20 dengan skor 2-1.
Namun, setelah pertandingan selesai, terjadi insiden yang sangat mencoreng citra sepak bola Indonesia. Beberapa pemain Bhayangkara FC U-20 melakukan tindakan intimidasi kepada pemain Dewa United U-20. Bahkan, staf pelatih Bhayangkara FC U-20 juga ikut terlibat dalam perilaku negatif tersebut.
Puncak dari kejadian ini adalah aksi Fadly Alberto yang menggunakan rompi warna pink dengan nomor punggung 7. Ia tiba-tiba berlari ke arah kerumunan dan melompat untuk memberikan tendangan kungfu kepada salah satu pemain Dewa United U-20. Tendangan itu tepat mengenai bagian kepala belakang lawan, sehingga membuat pemain tersebut terjatuh.
Setelah melakukan aksi tersebut, Fadly Alberto langsung berlari menjauh dari kerumunan. Pemain Dewa United U-20 pun mengejar dirinya. Namun, pemain Bhayangkara FC U-20 lainnya turut melerai kejadian tersebut.
Aksi Fadly Alberto dinilai tidak masuk akal. Sebagai pemain muda yang berusia 18 tahun, ia seharusnya menjadi contoh yang baik bagi teman sebayanya. Apalagi, Fadly Alberto merupakan bagian dari skuad timnas U-20 Indonesia dan juga masuk ke dalam daftar pemain timnas U-17 Indonesia yang akan tampil di Piala Dunia U-17 2025.
Nova Arianto, pelatih Fadly Alberto, menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan anak asuhnya. Menurutnya, emosi dalam pertandingan wajar, tetapi tidak boleh sampai keterlaluan.
“Pastinya saya sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Fadly Alberto,” ujar Nova Arianto, Senin (20/4/2026).
“Seharusnya dia bisa lebih bersabar. Apapun alasannya, tindakan itu tidak bisa dibenarkan.”
“Apalagi status Alberto Goncalves sebagai pemain timnas U-17 Indonesia. Seharusnya dia bisa memberikan contoh kepada pemain lainnya.”
Nova Arianto mengakui bahwa ia belum berdiskusi langsung dengan Fadly Alberto. Ia berencana untuk menghubungi pemain tersebut pada siang hari ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya terjadi, sehingga dapat diambil keputusan terkait sanksi yang akan diberikan kepada pemain berposisi penyerang sayap tersebut.
Hingga saat ini, Nova Arianto memastikan bahwa Fadly Alberto belum dicoret dari timnas U-20 Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa ada konsekuensi atas tindakan yang dilakukan oleh pemain muda tersebut.
“Pastinya ada konsekuensi dengan apa yang dilakukan oleh Fadly Alberto. Ini sedang dalam pembahasan kami di staf pelatih timnas U-20 Indonesia,” tutup Nova Arianto.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."










