My WordPress Blog

Bekas Perdana Menteri Netanyahu Akan Disidang, Coba Hentikan Gencatan Senjata

Sidang Korupsi Netanyahu akan Dilanjutkan Pada Hari Ahad

Sidang korupsi yang telah lama berlangsung terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan kembali dilanjutkan pada hari Ahad. Hal ini disebut sebagai alasan utama mengapa Netanyahu bersikeras untuk menggagalkan gencatan senjata. Menurut laporan dari Reuters, hal ini disampaikan oleh juru bicara pengadilan setelah Israel mencabut keadaan darurat yang diberlakukan selama perangnya dengan Iran, pada Jumat.

“Dengan dicabutnya keadaan darurat dan kembali berfungsinya sistem peradilan, persidangan akan dilanjutkan seperti biasa,” kata sebuah pernyataan dari pengadilan Israel, seraya menambahkan bahwa persidangan akan berlangsung antara hari Ahad dan Rabu.

Netanyahu menghadapi tiga tuduhan dalam kasus korupsinya. Dalam dua kasus pertama, dia diduga menegosiasikan liputan media yang menguntungkan dari outlet berita Israel. Sementara itu, tuduhan ketiga melibatkan dugaan penerimaan hadiah mewah senilai lebih dari 260.000 dolar AS dari para miliarder sebagai imbalan atas bantuan politik.

Sebagai perdana menteri Israel pertama yang didakwa melakukan kejahatan, persidangan Netanyahu telah diajukan pada tahun 2019 setelah penyelidikan bertahun-tahun. Persidangan kasus tersebut, yang dimulai pada tahun 2020 dan dapat berujung pada hukuman penjara, telah berulang kali ditunda karena komitmen resminya, dan belum diketahui tanggal berakhirnya.

Oposisi Netanyahu di Israel menuding bahwa perdana menteri tersebut terus melakukan perang untuk menghindari pengadilan.



Petugas tanggap darurat bekerja di lokasi serangan Israel di Al-Mazraa di Beirut, Lebanon, pada Rabu (8/4/2026). – (Yara Nardi/Reuters)

Iran mulai menargetkan Israel dengan rudal balistik dan pesawat tak berawak setelah Israel dan Presiden AS Donald Trump melancarkan serangan udara terhadap Iran pada tanggal 28 Februari. Keadaan darurat, yang telah menutup sekolah dan tempat kerja, dicabut pada Rabu malam karena tidak ada laporan rudal Iran yang masuk sejak gencatan senjata disepakati.

CBS News melaporkan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Pakistan awalnya meliputi penghentian serangan ke Lebanon. Kesepakatan ini sudah disepakati oleh AS dan Iran. Namun, tak lama selepas pengumuman, Israel melakukan serangan brutal ke Lebanon yang menewaskan lebih 300 orang dalam 10 menit. Netanyahu dilaporkan CBS News menelepon Trump pada saat itu, hal yang kemudian memicu sangkalan dari Gedung Putih bahwa Lebanon masuk dalam kesepakatan.

Iran yang menilai serangan ke Lebanon sebagai pelanggaran gencatan senjata menolak berunding sebelum serangan itu dihentikan.

Trump sebelumnya juga menggemakan seruan Netanyahu agar Presiden Israel Isaac Herzog meminta pengampunan untuk Netanyahu, dengan alasan dampak kehadirannya di pengadilan terhadap kemampuannya melaksanakan tugasnya. Kantor Herzog mengatakan departemen pengampunan di Kementerian Kehakiman akan mengumpulkan pendapat untuk disampaikan kepada penasihat hukum presiden, yang akan merumuskan rekomendasi, sesuai praktik standar.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan gencatan senjata di seluruh wilayah, termasuk di Lebanon, dapat mempercepat proses hukum terhadap Benjamin Netanyahu, yang persidangan pidananya akan dilanjutkan pada Ahad. Ia juga memperingatkan bahwa ketegangan yang terus berlanjut dapat melemahkan upaya diplomasi, dan menyatakan bahwa jika Amerika Serikat membiarkan Netanyahu “membunuh diplomasi,” hal ini akan menimbulkan konsekuensi yang lebih luas, termasuk dampak ekonomi.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *